Try to find the Light

Oktober 31, 2006

Sejarah : Meluruskan sejarah Kapitan Ahmad `Pattimura’ Lussy

Filed under: Artikel, Kisah Islami, Mujahid, Pahlawan, Sejarah Indonesia — fisan @ 12:31 am

Sejarah Oleh : Redaksi 08 Jun 2004 – 9:00 am

Tokoh Muslim ini sebenarnya bernama Ahmad Lussy, tetapi dia lebih dikenal
dengan Thomas Mattulessy yang identik Kristen.
Inilah Salah satu contoh deislamisasi dan penghianatan kaum minor atas
sejarah pejuang Muslim di Maluku dan/atau Indonesia umumnya.

Nunu oli
Nunu seli
Nunu karipatu
Patue karinunu

(Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar dan
setiap beringin besar akan tumbang tapi beringin lain akan menggantinya
(demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batu
besar dan setiap batu besar akan terguling tapi batu lain akan
menggantinya).

Ucapan-ucapan puitis yang penuh tamsil itu diucapkan oleh Kapitan Ahmad
Lussy atau dikenal dengan sebutan Pattimura, pahlawan dari Maluku. Saat itu,
16 Desember 1817, tali hukuman gantung telah terlilit di lehernya. Dari
ucapan-ucapannya, tampak bahwa Ahmad Lussy seorang patriot yang berjiwa
besar. Dia tidak takut ancaman maut. Wataknya teguh, memiliki kepribadian
dan harga diri di hadapan musuh. Ahmad Lussy juga tampak optimis.

Namun keberanian dan patriotisme Pattimura itu terdistorsi oleh penulisan
sejarah versi pemerintah. M Sapija, sejarawan yang pertama kali menulis buku
tentang Pattimura, mengartikan ucapan di ujung maut itu dengan
“Pattimura-Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-Pattimura
muda akan bangkit”. Namun menurut M Nour Tawainella, juga seorang sejarawan,
penafsiran Sapija itu tidak pas karena warna tata bahasa Indonesianya
terlalu modern dan berbeda dengan konteks budaya zaman itu.

Di bagian lain, Sapija menafsirkan, “Selamat tinggal saudara-saudara”, atau
“Selamat tinggal tuang-tuang”. Inipun disanggah Tawainella. Sebab, ucapan
seperti itu bukanlah tipikal Pattimura yang patriotik dan optimis.

Puncak kontroversi tentang siapa Pattimura adalah penyebutan Ahmad Lussy
dengan nama Thomas Mattulessy, dari nama seorang Muslim menjadi seorang
Kristen. Hebatnya, masyarakat lebih percaya kepada predikat Kristen itu,
karena Maluku sering diidentikkan dengan Kristen.

Muslim Taat
Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy,
Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi
pemerintah). Ia bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu
diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan
Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut
Kasimiliali.

Menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, Pattimura adalah seorang Muslim
yang taat. Selain keturunan bangsawan, ia juga seorang ulama. Data sejarah
menyebutkan bahwa pada masa itu semua pemimpin perang di kawasan Maluku
adalah bangsawan atau ulama, atau keduanya.

Bandingkan dengan buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali
terbit. M Sapija menulis, “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan
bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama Antoni
Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir
ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau bukan nama orang tetapi nama sebuah
negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan”.

Ada kejanggalan dalam keterangan di atas. Sapija tidak menyebut Sahulau itu
adalah kesultanan. Kemudian ada penipuan dengan menambahkan marga Pattimura
Mattulessy. Padahal di negeri Sahulau tidak ada marga Pattimura atau
Mattulessy. Di sana hanya ada marga Kasimiliali yang leluhur mereka adalah
Sultan Abdurrahman.

Jadi asal nama Pattimura dalam buku sejarah nasional adalah karangan dari
Sapija. Sedangkan Mattulessy bukanlah marga melainkan nama, yaitu Ahmad
Lussy. Dan Thomas Mattulessy sebenarnya tidak pernah ada di dalam sejarah
perjuangan rakyat Maluku.

Berbeda dengan Sapija, Mansyur Suryanegara berpendapat bahwa Pattimura itu
marga yang masih ada sampai sekarang. Dan semua orang yang bermarga
Pattimura sekarang ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikut
agama nenek moyang mereka yaitu Pattimura.

Masih menurut Mansyur, mayoritas kerajaan-kerajaan di Maluku adalah kerajaan
Islam. Di antaranya adalah kerajaan Ambon, Herat, dan Jailolo. Begitu
banyaknya kerajaan sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan Jaziratul
Muluk (Negeri Raja-raja). Sebutan ini kelak dikenal dengan Maluku.

Mansyur pun tidak sependapat dengan Maluku dan Ambon yang sampai kini
diidentikkan dengan Kristen. Penulis buku Menemukan Sejarah (yang menjadi
best seller) ini mengatakan, “Kalau dibilang Ambon itu lebih banyak Kristen,
lihat saja dari udara (dari pesawat), banyak masjid atau banyak gereja.
Kenyataannya, lebih banyak menara masjid daripada gereja.”

Sejarah tentang Pattimura yang ditulis M Sapija, dari sudut pandang
antropologi juga kurang meyakinkan. Misalnya dalam melukiskan proses terjadi
atau timbulnya seorang kapitan. Menurut Sapija, gelar kapitan adalah
pemberian Belanda. Padahal tidak.

Leluhur bangsa ini, dari sudut sejarah dan antropologi, adalah homo
religiosa (makhluk agamis). Keyakinan mereka terhadap sesuatu kekuatan di
luar jangkauan akal pikiran mereka, menimbulkan tafsiran yang sulit dicerna
rasio modern. Oleh sebab itu, tingkah laku sosialnya dikendalikan
kekuatan-kekuatan alam yang mereka takuti.

Jiwa mereka bersatu dengan kekuatan-kekuatan alam, kesaktian-kesaktian
khusus yang dimiliki seseorang. Kesaktian itu kemudian diterima sebagai
sesuatu peristiwa yang mulia dan suci. Bila ia melekat pada seseorang, maka
orang itu adalah lambang dari kekuatan mereka. Dia adalah pemimpin yang
dianggap memiliki kharisma. Sifat-sifat itu melekat dan berproses
turun-temurun. Walaupun kemudian mereka sudah memeluk agama, namun secara
genealogis/silsilah/keturunan adalah turunan pemimpin atau kapitan. Dari
sinilah sebenarnya sebutan “kapitan” yang melekat pada diri Pattimura itu
bermula.

Perjuangan Kapitan Ahmad Lussy
Perlawanan rakyat Maluku terhadap pemerintahan kolonial Hindia Belanda
disebabkan beberapa hal. Pertama, adanya kekhawatiran dan kecemasan rakyat
akan timbulnya kembali kekejaman pemerintah seperti yang pernah dilakukan
pada masa pemerintahan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie). Kedua,
Belanda menjalankan praktik-praktik lama yang dijalankan VOC, yaitu monopoli
perdagangan dan pelayaran Hongi. Pelayaran Hongi adalah polisi laut yang
membabat pertanian hasil bumi yang tidak mau menjual kepada Belanda. Ketiga,
rakyat dibebani berbagai kewajiban berat, seperti kewajiban kerja,
penyerahan ikan asin, dendeng, dan kopi.

Akibat penderitaan itu maka rakyat Maluku bangkit mengangkat senjata. Pada
tahun 1817, perlawanan itu dikomandani oleh Kapitan Ahmad Lussy. Rakyat
berhasil merebut Benteng Duurstede di Saparua. Bahkan residennya yang
bernama Van den Bergh terbunuh. Perlawanan meluas ke Ambon, Seram, dan
tempat-tempat lainnya.

Perlawanan rakyat di bawah komando Kapitan Ahmad Lussy itu terekam dalam
tradisi lisan Maluku yang dikenal dengan petatah-petitih. Tradisi lisan ini
justru lebih bisa dipertanggung jawabkan daripada data tertulis dari Belanda
yang cenderung menyudutkan pahlawan Indonesia. Di antara petatah-petitih itu
adalah sebagai berikut:

Yami Patasiwa
Yami Patalima
Yami Yama’a Kapitan Mat Lussy
Matulu lalau hato Sapambuine
Ma Parang kua Kompania
Yami yama’a Kapitan Mat Lussy
Isa Nusa messe
Hario,
Hario,
Manu rusi’a yare uleu uleu `o
Manu yasamma yare uleu-uleu `o
Talano utala yare uleu-uleu `o
Melano lette tuttua murine
Yami malawan sua mena miyo
Yami malawan sua muri neyo
(Kami Patasiwa
Kami Patalima
Kami semua dipimpin Kapitan Ahmad Lussy
Semua turun ke kota Saparua
Berperang dengan Kompeni Belanda
Kami semua dipimpin Kapitan Ahmad Lussy
Menjaga dan mempertahankan
Semua pulau-pulau ini
Tapi pemimpin sudah dibawa ditangkap
Mari pulang semua
Ke kampung halaman masing-masing
Burung-burung garuda (laskar-laskar Hualoy)
Sudah pulang-sudah pulang
Burung-burung talang (laskar-laskar sekutu pulau-pulau)
Sudah pulang-sudah pulang
Ke kampung halaman mereka
Di balik Nunusaku
Kami sudah perang dengan Belanda
Mengepung mereka dari depan
Mengepung mereka dari belakang
Kami sudah perang dengan Belanda
Memukul mereka dari depan
Memukul mereka dari belakang)

Berulangkali Belanda mengerahkan pasukan untuk menumpas perlawanan rakyat
Maluku, tetapi berulangkali pula Belanda mendapat pukulan berat. Karena itu
Belanda meminta bantuan dari pasukan yang ada di Jakarta. Keadaan jadi
berbalik, Belanda semakin kuat dan perlawanan rakyat Maluku terdesak.
Akhirnya Ahmad Lussy dan kawan-kawan tertangkap Belanda. Pada tanggal 16
Desember 1817 Ahmad Lussy beserta kawan-kawannya menjalani hukuman mati di
tiang gantungan.

Nama Pattimura sampai saat ini tetap harum. Namun nama Thomas Mattulessy
lebih dikenal daripada Ahmad Lussy atau Mat Lussy. Menurut Mansyur
Suryanegara, memang ada upaya-upaya deislamisasi dalam penulisan sejarah.
Ini mirip dengan apa yang terjadi terhadap Wong Fei Hung di Cina. Pemerintah
nasionalis-komunis Cina berusaha menutupi keislaman Wong Fei Hung, seorang
Muslim yang penuh izzah (harga diri) sehingga tidak menerima hinaan dari
orang Barat. Dalam film Once Upon A Time in China, tokoh kharismatik ini
diperankan aktor ternama Jet Li.

Dalam sejarah Indonesia, Sisingamangaraja yang orang Batak, sebenarnya juga
seorang Muslim karena selalu mengibarkan bendera merah putih. Begitu pula
Pattimura.
Ada apa dengan bendera merah putih? Mansyur merujuk pada hadits Imam Muslim
dalam Kitab Al-Fitan Jilid X, halaman 340 dari Hamisy Qastalani. Di situ
tertulis, Imam Muslim berkata: Zuhair bin Harb bercerita kepadaku, demikian
juga Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyyar. Ishaq
bercerita kepada kami. Orang-orang lain berkata: Mu’adz bin Hisyam bercerita
kepada kami, ayah saya bercerita kepadaku, dari Qatadah dari Abu Qalabah,
dari Abu Asma’ Ar-Rahabiy, dari Tsauban, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya
Allah memperlihatkan kepadaku bumi, timur dan baratnya. Dan Allah
melimpahkan dua perbendaharaan kepadaku, yaitu merah dan putih”.
Demikianlah pelurusan sejarah Pattimura yang sebenarnya bernama Kapitan
Ahmad Lussy atau Mat Lussy. Wallahu A’lam Bish Shawab.* (dari berbagai
sumber)

239 Komentar »

  1. “Ini mirip dengan apa yang terjadi terhadap Wong Fei Hung di Cina. Pemerintah
    nasionalis-komunis Cina berusaha menutupi keislaman Wong Fei Hung, seorang
    Muslim yang penuh izzah (harga diri) sehingga tidak menerima hinaan dari
    orang Barat. Dalam film Once Upon A Time in China, tokoh kharismatik ini
    diperankan aktor ternama Jet Li.”

    tolong di sebutkan refernsi tuliasan ini

    Komentar oleh Nandha — November 8, 2006 @ 2:00 am

    • jgn putr blkan sejarh,, orang lusy bkan sejarawan yg haru mengatakan bhwa kapitang pattimura bernama Ahmat Lusy,, berdasrkan sejarah bahwa orang lusy itu adalh babu, dlm hal ini psuruh. fkta dari mana yg kmong dpatkan.. jgn ngaur,, nanti dpt kualat.

      Komentar oleh hatumakar — November 4, 2011 @ 6:04 pm

      • Mau tau sejarah Maluku lbh jelas… silakan ke Belanda.. kunjungi museum Maluku makaanda semua akan tahu.. siapa Kapitan Patimura/Thomas Matulesi.

        Komentar oleh jong Ambon — April 11, 2013 @ 11:54 am

  2. Kalo gitu Gajah Mada dan Hayam Wuruk adalah muslim karena bendera majapahit ialah merah-putih? Walah.. teori yang aneh dan ngawur

    Komentar oleh Tony — November 15, 2006 @ 1:46 pm

    • @Tony: Wallahu a’lam. .Hanya Allah Yang Maha Tahu. .sampean juga gag lebih tahu dari beliau yang nulis. .jadi tak bilang sampean yang lebih ngawur. .ngrusa grusu komen. .
      oiya. .
      @penulis blog ini. .semoga komen yg menghina n cemoohan bwd anda bs ngugurin dosa2nya. .

      Komentar oleh Lyne — Oktober 23, 2010 @ 2:31 pm

    • Kamu juga jangan ngaur, kami lagi ngebahas maluku bukan jowo. Beda tokoh beda kisa pula. Tapi saya mau nanya ente, kenapa ada tulisan kalimat sahadat di koin uang majaphatit???

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 14, 2014 @ 2:48 am

  3. ini pelurusan sejarah ato pelecehan sejarah? teorinya ngawur sekali

    Komentar oleh Stealer — November 17, 2006 @ 8:51 am

  4. Saya sependapat dg penulis. Belanda punya misi kristenisasi. Jadi pribumi yg ikut jadi kristen ya jadi kawan, nggak akan ditumpas.
    Pahlawan kita banyak yang mujahid dan perangnya perang syahid, tapi banyak ditutup-tutupi.

    Komentar oleh Fuad Muftie — November 23, 2006 @ 9:15 am

  5. Saya pernah baca ini kalau tidak salah di sabili atau Intilaq. Majalah lama sekali. Waktu itu saya baca waktu SD (tahun 1990-an)
    Namun tidak selengkap ini. Mungkin ada baiknya jika menyertakan referensi. Bagaimanapun distorsi sejarah memang sering terjadi.

    Komentar oleh Nur Aini Rakhmawati — November 23, 2006 @ 1:09 pm

  6. oi…gw ni orang ambon asli…menurut gw tuh gak bener…jangan melecehkan sejarah…jangan jadi provokator biar ambon rusuh lagi…ok….

    Komentar oleh AMBON ASLI — November 26, 2006 @ 12:50 pm

    • tong kitu atu euy…. da eta teh pahlawan Indonesia

      Komentar oleh arumi — Januari 19, 2010 @ 2:27 am

    • Barang ada ambon imitasi??? Jangan di bodohi ama sejarah, tapi mari katong kaji katong pung sejarah itu sendiri!!!

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 14, 2014 @ 2:57 am

  7. Tulisan ini dikutip dari swaramuslim.net http://swaramuslim.net/more.php?id=535_0_1_0_M

    Komentar oleh swaramuslim.net — November 27, 2006 @ 1:55 am

  8. semenjak lahir sampai sekarang ini baru hari ini ada orang yang menyebutkan bahwa ‘PATTIMURA’ adalah Muslim.
    Untuk yang punya webblog ini supaya merevisi tulisannya yang salah ini. Kalau anda orang MALUKU pastilah anda akan tahu bahwa kata ‘PATTIMURA’ berarti “Yang Murah Hati” karena pembelaannya kepada rakyat. sampai saat ini “Marga/Fam”, karena diMaluku mengenal marga atau fam Matullesy berasal dari desa Ullath dan desa itu adalah Kristen dan bukan Muslim. jangan mengotori sejarah dengan tulisan anda yang goblok dan hanya mengcopy paste tulisan orang tanpa meng-kaji lebih dahulu.

    by: siwa^lima@DalNet server.
    Jong Moluccas.

    Komentar oleh Freddie — Desember 8, 2006 @ 1:59 am

    • sory,bos patimura yg kt kenal selama ini adalah suatu pengaburan sejarah dr orang2 yg haxa mementingkan ssuatu pendapat orng2 yang mereka yakini kebenarannya,padahal dibalik itu kt semua tahu bhwa patimura adalah orng yang beragama muslim,,dan untuk diketahui bahwa patimura itu mengidap suatu penyakit kulit,dan penyakit itu hanya ada di pulau seram,yaitu suatu penyakit yang oleh orang seram dinamakan kudis2/atu bhs hari-harix hesi-hesi,dan penyakit itu pada saat itu hanya ada di daerah seram,jd klu di katakan patimura dr saparua and agama kresten itu salah besar,,,,,,

      Komentar oleh by,yusran — Oktober 26, 2010 @ 12:04 pm

      • sejarah keturun km aja ga tau, ko km omong peristiwa di tahun 1817,
        yang pasti THOMAS MATULESSY itu pahlawan dari maluku.

        Komentar oleh ciko — Desember 17, 2010 @ 5:41 am

    • JONG MOLUCCAS….. Kamu yg harus berkaca dan ini fakta bahwa gelar kapitan hanya berlaku untuk kerajaan islam bukan kerajaan ulath yang kamu punya. penulis betul adanya….!!!

      Komentar oleh Amosar — Mei 6, 2011 @ 5:03 am

      • saya sangat sepakat dgn tulisan di atas,, memang betul bahwa kapitang pattimura itu berasar dari muslim,, sedangkan thomas matulesy itu hanya seorang pengawal,, dan pada saat kapitang pattimura di cari oleh belanda dan di saat itu pengawal yg namax thomas matulesy mengatakan ia adalah kapitang pattimura. sebenarnya juga sejarah kapitang pattimura sampai sekrang masih simpang siur. kenapa di desa ulat tidak ada yg marga PATTIMURA ? sedangkan di dalam sejarah menjulur nama kapitang pattimura. ktong orang maluku sangat identik dgn marga,, marga juga menjadi salah satu bukti dari pd asal usul kapitang pattimura….

        Komentar oleh hatumakar — November 4, 2011 @ 6:16 pm

    • Hahahahah…
      Trus yang fam Pattimura gimana??? Lebih dekat khan dibandingkan dengan Matulessy.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 14, 2014 @ 3:09 am

  9. Sebaiknya kita harus berbicara utk mencari kebenaran sejarah. Saya hanya ingin bertanya : “Bagaimana proses masuknya agama kristen ke wilayah Maluku..? Karena sepengetahuan saya, Nusantara ini sebelum (term. Maluku) sebelum datangnya penjajah Portugis ke wilayah timur Ind, bukankah di wilayah tsb merupakan bagian dari kesultanan Ternate dan Tidore..?

    Komentar oleh pejuang — Desember 19, 2006 @ 8:02 am

  10. sorry, ngelurusin aja, belanda itu berbendera Islam apa Kristen seeh? Trus alibinya, ngapain merangin orang Kristen kalo semboyan mereka aja gold, gospel ame glory?
    So, siape yang diperangin?
    Gw kira penjelasan ttg ‘kapitan’, ‘mat lussy’~’mat pitung’, ‘kasimiliali’, ‘sahulau’, ‘mesjid>gereja’, sama fakta sejarah bhw Maluku adalah sebagai bagian dari wilayah kekuasaan Kesultanan Ternate dan Tidore sdh cukup explained. Peace dech pls :)

    Komentar oleh johngozzy — Januari 9, 2007 @ 1:19 pm

  11. The first Portuguese expedition to the Moluccas, under the command of Antonio de Abreu, arrived in Amboina and in the Banda islands in 1512. After an adventurous voyage he went back at Malacca. Francisco Serrao and other members of this expedition wrecked on a reef off Lucopino island (Nusa Penju) not far from Ambon island, but somehow managed to reach first Ambon and then Ternate. There the Sultan of Ternate adopted Serrao as his personal councilor and made him and his companions prominent figures of his royal court.
    From 1513, the Portuguese sent an annual trading fleet to the Spice islands. The first, under Captain Antonio de Miranda de Azevedo, opened two small “feitorias” one in Ternate and one in Batjan. In 1561, four Dominican friars under the orders of Brother Antonio da Cruz left Malacca to preach the Gospel in those islands. They settled in Solor.
    – Hanna, Willard A. “Indonesian Banda: Colonialism and its aftermath in the nutmeg islands”
    164 pp. Ills. Map, ISHI, 1978, Philadelphia, USA.
    – Wessels, C. “De katholieke missie in de Molukken, Noord-Celebes en de Sangihe-Eilanden gedurende de spaansche bestuursoeriode 1606-1677″
    141 pp. 1935, Tilburg, NL.
    So, name might be changed but history was not!

    Komentar oleh johngozzy — Januari 9, 2007 @ 1:28 pm

  12. Islam menyebar di Indonesia lewat jalur damai, perdagangan. Kristen masuk kemudian lewat jalur kekerasan, peperangan, perampokan dan pembunuhan massal. Namun itu semua (kekerasan itu) tidak merubah komposisi mayoritas bukan?
    Bertaubatlah! Sungguh kebenaran agama ini telah terbukti sekarang ini lewat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dus, bagaimana melogikakan doktrin trinitas (1 Tuhan dalam 3 bentuk), doktrin kerahiban (tidak menikah), doktrin pengobatan (asal meyakini Yesus, sakit bisa sembuh dan racun tidak mempan). Apakah karena kelahirannya yang tanpa bapak, Yesus dianggap lebih ajaib (sampai dianggap sebagai Tuhan; red) dibandingkan Adam dan Eva yang tanpa ibu dan bapak.
    Percaya atau tidak, rambut Yesus yang selalu terlihat basah dan kelihatan bagai air yang menetes-netes darinya adalah simbol dari air wudhu yang diusapkan di sela-sela kulit kepala.
    Maaf jika ini menyinggung perasaan saudara-saudaraku di Indonesia yang beragama kristen. Hidup kita sebagai manusia di dunia yang sementara ini benar-benar akan dipertaruhkan di dunia setelah kematian yang pasti akan kita jelang nanti. Pasti!
    “Sudahkah kita memaksimalkan kontemplasi kita secara jernih melalui logika dan perasaan? Musuh kita yang sebenarnya adalah setan. Mari merenung dan jangan berjudi untuk hidup yang ijinnya hanya sekali-kalinya dikeluarkan Tuhan. No second chance…brother”

    Komentar oleh johngozzy — Januari 9, 2007 @ 2:19 pm

    • disini lagi ngebahas pattimura bukan ngebahas masalah agama……
      jang campur adukan pokok bahasan hingga lari karuan….
      kalau mau bahas lai cari aja blog lainnya…..

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 13, 2014 @ 10:37 am

  13. La Illah ha Ilallah..
    kebenaran Mutlak memang Mliki Allha (Tuhan) tidak ada satu manusia pun yg berhak ,memvonis satu sama lain.. yang bisa dilakukan adalah bersabar dan melihat sejarah dengan membuka diri dari setiap informasi. Insya Allh kita bisa diberikan kemudahan dan tetep istiqomah. Alahu akbar..

    Komentar oleh sugeng — Januari 14, 2007 @ 11:19 pm

  14. hahahah…Wong Fei Hung Muslim…..Sam ratulangie Muslim….george Bush Muslim…Ruhut Sitompul Muslim…..

    Josef Ratzinger Muslim juga…..

    Komentar oleh Ola — Januari 17, 2007 @ 3:45 pm

    • di sini tidak membahas orabg orang itu…
      yang bkita bahas pattimura…
      orang maluku bukan orang manado dan apa lah yang itu….

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 13, 2014 @ 10:41 am

  15. Pattimura seorang muslim…seluruh dunia sudah tahu. Ambon dahulu adalah bagian Kesultanan Ternate dan Tidore, mana ada istilah kesultanan untuk Kerajaan bukan Islam. Penulis benar.

    Komentar oleh Suka Sejarah — Januari 18, 2007 @ 10:07 am

  16. Hi Ola,
    Why did U say, I was Muslim. I’m always Christian until now. I killed millions moslems at Iraq, Afghanistan, Somalia, Palestine, and may be at your country for next to prove my identity. So, why r U so doubt, dumb and dumber?
    Don’t like me again, do U?
    Ola ola, pls don’t thinking idiotly

    Komentar oleh George Bush — Januari 23, 2007 @ 5:36 am

    • terus kamu puas setelah melakukan semua itu….???
      di mana “kasih” yang kamu junjungkan dari agamamu???
      apakah itu hanya slogan boongan???
      masalah buat kamu???

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 13, 2014 @ 11:00 am

  17. Bagi penulis hati2 klo mengarang sesuatu, bgm bs seorang “Pattimura” di islamisasi, jgan krn kalian mayorts di negara ini, kalian mulai mengubah sejarah yg sebenarnya.
    bgm klo kita adakan suatu forum diskusi untuk membahs sejrh pahlawan Maluku ini !!!!!
    Tlg saudar2ku Muslim, kami org Kristen menginginkan perdamaian dengan siappun sesama kami sebagai manusia yg beradab. Kami mengingin negara Indonesia ini damai, bukan untuk diprovokasi atau dipecah-belahkan. sudah cukup nenek myg kita dahulu memperjuangkan tanah air ini, shg mrk mjd korban2 perjuangan ngr ini.
    Mari kita bersama2 ( Kristen dan Muslim ) untuk membgn dan memperthnkan negara agar ttp bersatu. Tlg kita jgn sll memandang sesama kita berdsrkan agama tapi marilah kita memandang sesama kita berdsrkan rasa kasih yg ada pd diri kita sebagai Manusia.
    Peace and give your love for everyone like you love yourself.

    Komentar oleh pejuang Salib — Januari 24, 2007 @ 4:31 am

    • Saya adalah seorang muslim dan korban kerusuhan 99 di Ambon.Tapi sampai saat ini,saya tidak dendam dengan saudara dari Kristiani…Karena mereka tetap adalah saudara.Biarkan Tuhan yg memvonis mereka semua yg berdosa…Islam deng Kristen…Katong samua basodara…

      Komentar oleh Ru Lee — Oktober 25, 2010 @ 11:41 am

      • Tabea, (Salam Hormat)
        Itu Benar Sodara Gandong e…..beta pung bulu badang tabadiri ketika membaca kata-kata Sodara……jang katong maniso vor bakubantah dan baku malawang apalagi baku pukul, toh yg namanya kebenaran tetap kebenaran dan kebenaran itu datangnya hanya dari ALLAH (TUHAN).
        Aha one (Wassalam//Syaloom).

        Komentar oleh Buce — Oktober 12, 2011 @ 4:24 am

      • klau korban krsuhan Tryus mi yapa???

        Komentar oleh a.msc06 — Oktober 14, 2014 @ 8:36 am

    • bagai mana katong mau majukan dan bela negara tercinta ini kalao beta pung sudarah kristen di maluku mau lagi dijajah oleh belanda dan mau jadikan maluku negara boneka belanda. jang munafik pas ke kalao saudara kristen masi terpaut deng orang belanda dan orang maluku di belanda yang lari for beridrikan rms di sana…
      sio saudara eee
      ose mau bilang apa lai seng bisa di pungkiri orang maluku di belanda kebanyak dari kalang kristen yang sakarang dong su sanjung-sanjung dong di belanda kaya orang-orang basar sa….
      sakarang dong su jalani persahabatan deng dong di sana yang mau kasi kambali dong di sana pulang ke maluku lai…
      jang kamong kira rms mau badiri katong tetap pertahankan NKRI (NKRI harga mati)….
      dasar RMS keparat……

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 13, 2014 @ 10:49 am

    • Boleh juga….
      Tapi ingat kearifan lokal maluku. Di mana masyarakat maluku begitu menjunjung tinggi persaudaraan. Jadi jika Pattimura karisten mana mungki mau nentang penjajah karena dong dua su baku konco. Lihat aja tetanggamu yang fanatik sama holanda RMS.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 14, 2014 @ 8:17 am

  18. Apa jadinya negara Indonesia ini, klo kita sebagai rakyatnya harus berperang hy demi agama kita msg2.
    Apa negara ini akan berubah seperti negara2 di Afrika dan Timur Tengah, dimana nyawa Manusia sdh tdk dianggap penting lagi, yg ada dlm negara2 itu hy pergolakan emosi dan ketamakan sj shg byk sesamanya sebagai rakyat di negara2 itu mjd binasa, apalagi pengetahuannya ttg “kasih” sgt kurang shg mdh diprovokasi. “Apakah kita sebagai rakyat Indonesia yg cinta damai hrs spt itu ????” tlg mskkan pertanyaan ini dalam hati kita msg2 dan renungkanlah hikmahnya.
    Agama hy sarana bg kita utk mengenal Yang Maha Esa, tp tdk pernah ada di Agama apapun, yg menyarankan utk mempertahankan Agama dgn hrs berperang, begitu jg YME tdk pernah berfirman pada kita MC utk berperang demi-Nya, tp berfirman agar memperthnkan kehidupan kita MC di bumi ini dr Iblis, bkn sesama kita sendiri.
    Jd marilah kita menyebutkan diri sbg bangsa Indonesia yg Bhineka Tunggal Ika ( Kristen, Islam, Hindu, Budha, dll ) utk bersatu memperthnkan integritas kita dlm negara ini dengan berlandaskan Kasih untuk sebuah “PERDAMAIAN”.
    Disini sy tdk mau menonjolkan diri saya sbg Kristen tp sbg MC Indonesia yg cinta damai, yg msh memikirkan kehidupan saudara2ku yg ada disktrku baik dia seorang Muslim, Hindu, Budha atau apapun jg saudara2ku itu.
    Jd mari kita saudara2 kita yg ada di Ambon, Poso, dan tempat2 lain di Negara ini utk memperjuangkan “PERDAMAIAN” demi Tanah Air ini bkn demi Agama kita msg2.
    Come together in love and peace.

    Komentar oleh pejuang Salib — Januari 24, 2007 @ 5:07 am

    • saya setuju deng masukan kamu tapi disini kami tidak ngebahas agama dan tuhan yang esa tapi kita lagi ngebahas pattimura yang jdi hero di maluku.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 13, 2014 @ 10:55 am

  19. Memang kadang aku ragu, bgmn mgkn dg mjd umat ini dosa-dosa mjd diampuni lalu masuk surga. aneh bukan doktrin penebusan dosa ini. dulu aku pernah ada di persimpangan jalan dalam memilih keyakinan. sampai pencarian panjang itu bermuara pada pengalaman spiritual yg tak terlupakan. wahai saudaraku, kekasihku, kaum kristiani, sesama manusia yang sampai saat ini memiliki satu musuh bebuyutan abadi, yaitu setan, aku mengajak engkau untuk masuk ke dalam keyakinan paling logis yang saat ini isi kitabnya benar-benar telah terbuktikan. dengan asumsi: tiada isi kitab yg mjd tak terbantahkan pembuktiannya oleh sains, kecuali isi kitab itu pasti datang dari Tuhan Yang Maha Menciptakan dan Maha Mengatur Semua Takdir. sekarang perjalanan panjang sejarah manusia yang telah memasuki abad teknologi cukup mapan sudah mampu menjabarkan isi dari kitab itu. bagaimana tidak, penelitian Masaru Emoto mengenai kristal air dan foto-foto kejadian alam semisal gelombang tsunami, api di lapindo, telinga bayi yang baru lahir, mengapa minuman keras dan babi itu dilarang diminum dan dimakan, bahkan sampai ke bentuk ledakan bintang yang mirip mawar merekah,dll itu ternyata telah ada dalam kitab-kitab yang eksis semenjak 14 abad yang lalu. saudaraku, berapa banyak bukti lagi yang ingin engkau lihat, sedangkan kaum cendekia barat bahkan sudah banyak beralih keyakinan, karena mereka ternyata hanya mengulang dan memfaktakan yang sudah ada. jangan sampai di suatu hari nanti engkau akan berkata, “seandainya aku dicipta hanya sebagai debu”.

    Komentar oleh Pantje Rakhan — Januari 24, 2007 @ 10:42 am

  20. unik…. benar juga kata penulis. logika-nya sangat sederhana. gw yakin pattimura itu muslim. logika gw, klo die kristen. g mungkin dia berperang nglawan Belanda yang Kristen juga. gw bukan orang Ambon sih. tp setahu gw pakaian Patimura itu berwarna putih. yang anehnya disini, gw pernah tugas 2 taon di Ambon, dan gw g pernah liat pakaian adat ataupun pakaian perang orang kristen yang berwarna putih. gw pernah mampir di satu negeri di Pulau haruku, yang mayoritasnya Muslim. yang kebiasaannya menggunakan pakaian putih saat melakukan ritual cakalele. di bagian wilayah leihitu juga terlihat pakaian yang sama. dan setahu gw pakaian orang kristen Ambon itu berwarna Merah. Jadi… Orang Ambon Kristen Harus Objektif lah. sejarah ini telah di perkosa.

    (1203. 5414111″355i)

    Komentar oleh Roe — Februari 15, 2007 @ 8:10 am

    • betul betul betul…ane stuju sama nt…

      Komentar oleh arrum — Mei 21, 2011 @ 5:03 am

  21. topik menarik.
    HIDUP PATIMURA!!!
    logika yg disodorin penulis,johngozy,muftie dll benar2 kena.
    dr yg laennya kita malah curiga jgn2 msh ada keturunan para mata2 penjajah yg mengakibatkan perjuangan kita dulu membebaskan diri dari penjajahan jadi terpatahkan.
    kalo jaman sekarang kan ada di belakang golongan2 yg ngedukung IMF, kerja sama dg israel, amrik alias poros2 setan itu lah.
    so, gw kagak peduli. hidup itu kan bukan cuma sekarang. Negara ini harus menjadi hebat di masa yg akan datang. mungkin jaman anak cucu kita. yg utama berusaha. berusaha menjadi pahlawan spt Patimura. jgn cuma jadi pahlawan di PS doang yg duit buat belinya dapet dr ngutal-ngutil dompet pribumi. hehehe itu seeh pahlawan koruptor. ya, yg kecil2 aja dulu kayak nulungin korban banjir, misalnya. yg penting semua manusia INDONESIA jika ingin lihat negara ini maju jadi negara adidaya, jgn ewuh pakewuh apalagi dg menjadi spionase asing. kayak gak punya harga diri saja.

    Komentar oleh baladewa — Februari 15, 2007 @ 10:35 am

  22. Apa yang penulis paparkan sungguh mencengangkan karena penuh dengan banyak penyangkalan mengenai agama Pattimura yang sebenarnya. Tapi Pattimura telah tiada, apakah kita harus mempermasalahkan agamanya? yang penting kita tahu bahwa dia adalah pahlawan kita yang turut memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. soalnya agamanya biarlah dia dan Tuhan saja yang tahu. Yang penting sekarang ini bagaimana kita sebagai orang-orang muda ini bisa mempertahankan dan mengisi kemerdekaan ini?! Jangan hanya duduk bengong dan menyaksikan apa yang terjadi di sekeliling kita. Agama hanya satu sarana dalam bertemu dengan Tuhan kita. Iman dan keyakinan kita biarlah itu urusan kita masing-masing dengan Tuhan kita.

    Komentar oleh JUNE — Februari 19, 2007 @ 9:43 am

  23. Sebuah Kesaksian Dari Kami para mantan Gembala dan Himbauan untuk Gembala lainnya yg belum bertaubat
    PENGANTAR
    Kami adalah sekelompok Pendeta yang telah bertobat kepada Tuhan Allah dengan sesungguhnya. Dahulu kami adalah umat agama dari 4 kelompok besar agama di luar Katolik & Kristen. Dulu kami masuk Kristen karena tertarik dengan nilai-nilai ajaran kasih dalam Kristus & janji keselamatan-Nya yang akan mengahantar kita semua masuk kerajaan surga dengan penuh kepastian. Walau akibat iman Kristus ini kami harus menerima fakta dikucilkan keluarga kami, kami terima semuanya dengan lapang dada waktu itu, apalagi penghiburan para Gembala Gereja selalu menyatakan orang tua kami, keluarga klami, teman-teman kami & orang -orang diluar Kristen adalah orang berdosa yang sesat dalam iman. Mereka adalah para penyembah setan & kitab sucinya diturunkan oleh Raja Iblis!. Kami sangat mensyukuri wejangan para Gembala Tuhan ini.

    Apalagi setelah dibaptis, kami sangat diperhatikan, kami disekolahkan di Sekolah Misi Alkitab di kawasan Blok M – Jakarta, selama 6 bulan saja & kami lulus dengan menyandang gelar Sarjana Theologi. Karena kami orang bertobat, sekolah Misi Alkitab cukup ditempun 6 bulan saja, tidak perlu bertahun-tahun seperti yang lainnya. Kami juga diberi uang saku bulanan yang lebih dari cukup, jauh berbeda ketika kami masih dalam agama kami dulu, hidup serba kekurangan & miskin. Bahkan pada saat awal kemurtadan kami ini, kami diundang untuk berceramah keliling Indonesia. Walaupun kami bukan mantan Ulama, Bikhu atau Pandhita, kami mengaku kepada umat bahwa kami adalah mantan pemuka agama, di Sekolah Misi Alkitab kami diajarkan untuk berperilaku & menghapal beberapa bacaan doa agama kami dahulu untuk memberi kesan bahwa kami benar-benar bekas pemuka agama.

    Bahkan Gereja membantu membuatkan kami ijasah-ijasah palsu, surat-surat keterangan & dokumen yang diperlukan untuk membuat bahwa kisah kesaksian kami adalah benar adanya. walaupun kami bukanlah bekas pemuka agama. Bahkan teman kami yang Islam sampai dibuatkan foto repro yang sangat hebat, dia memakai sorban & berjubah panjang, lalu di fotonya dibuat seolah pernah berfoto bersama beberapa tokoh Islam terkemuka seperti Mubaligh Kondang KH Zainuddin MZ & KH. Abdurrahman Wahid segala!. Kami juga disuruh menandatangani sebuah surat kesaksian yang panjang yang dipersiapkan oleh para staf Gembala Tuhan Bapak Ev. Soeradi Ben Abraham, dimana disana kami membuat kisah kesaksian yang akan dibukukan & disebarluaskan dikalangan domba-domba Gereja.

    Waktu itu kondisi di atas kami terima saja, mau bagaimana lagi?, kami sudah tak punya siapa-siapa lagi!, tak punya harta & penghasilan, menjual iman ini adalah pilihan hidup yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak?, kami keliling Indonesia, bahkan sampai ke negara tetangga Singapura segala, naik pesawat kelas bisnis, menginap di hotel berbintang, memakai jas mewah, dielu-elukan orang banyak seperti artis, masuk koran & majalah rohani, & menerima pendapatan bulanan yang sangat besar!, siapa yang tak ingin, tokh kami pikir waktu itu, murtad ini jauh lebih baik dibanding kami jadi pencuri, pembunuh atau germo lokalisasi!.

    Entah berapa ratus kali kami berdusta, disetiap KKR yang kami ikuti secara terpisah, dimana ada skrenario yang disiapkan Gereja, kalau berlabel penyembuhan Ilahi, para Pendeta berdoa memanggil Roh-Roh Jahat & menyuruh beberapa dari para pelayan Gereja untuk berpura-pura menjadi jemaat yang sakit!, & saat acara penyembuhan Ilahi dia harus berpura-pura sakit parah & mendadak sembuh ketika diurapi oleh kami!!!.

    Ya Tuhan ampunilah dosa masa lalu kami, ini kan tak lebih dari gaya tipu-tipu tukang obat pinggir jalan?!. Bahkan Jemaat terlihat sangat histeris, sampai ada yang berteriak histeris & berjingkrak-jingkrak segala!!!, mirip sekali acara nonton konser musik rock brutal yang ditonton para ABG, atau mirip suasana orang-orang yang tripping di Diskotek & Pub!!. Bahkan sehabis acara KKR ada seorang jemaat wanita muda yang menghampiri rekan kami Ev. Andi Widjaja (yang paling ganteng diantara kami), menyatakan diri siap melayani dia, karena yakin bahwa persembahan tubuhnya yang molek itu adalah untuk melayani jiwa para roh kudus yang menyertai kami!!!. Bung Andi lalu bilang, “kalau begitu ayo ikut ke kamar saya”, wanita itupun mengikuti beliau & melayaninya sehari penuh hingga 5 ronde!!!. Kami tahu persis cerita ini karena kamipun memperoleh giliran menggarap wanita-wanita jemaat serupa ini diberbagai kesempatan KKR keliling Indonesia.

    Hampir selama 6 (enam) tahun melayani domba-domba Gereja dalam rangkaian KKR yang melelahkan, menimbulkan kejenuhan di hati kami. Kadang kami berempat kongkow-kongkow di Mc. Donnalds Sarinah Thamrin & saling bertukar cerita..lalu jalan bersama keliling kota. Kami tak mungkin ke Kafe atau tempat hiburan malam, Diskotik sambil tripping & nyabu segala!, karena menurut kami hal ini tak baik untuk pekerjaan kami sebagai Pelayan Gembala Tuhan, walaupun rekan-rekan gembala lainnya sering melakukan hal itu, kami bahkan sering dibilang kolot & kampungan oleh teman-teman Pendeta lainnya, akibat tidak ikut tripping & nyabu bersama rekan gembala lainnya. Bahkan beberapa rekan Gembala yang sekarang terkenal seperti Gilbert Lumoindang konon, menggunakan Shabu-Shabu & menenggak 1 butir pil Ectassy sebelum memimpin kebaktian di GL Ministry!. Menurut beliau Shabu-Shabu & pil Ectassy adalah sarana jiwa untuk dapat bertemu dengan Roh Kudus & agar Roh Kudus itu selalu mengilhami kita (katanya)!!!! . Itulah sebabnya kenapa para Pendeta & Pengkhotbah Kristen selalu energik & tampil penuh percaya diri disetiap Kebaktian ataupun KKR, karena mereka menggunakan dopping berupa pil Ectassy atau Nyabu terlebih dahulu, bahkan terkadang keduanya sekaligus!!

    PENYEBAB KESADARAN & PERTOBATAN KAMI
    Bermula dari cerita rekan kami Bung Nico (Nicolas), perihal tetangga barunya yang mengadakan kursus TPA bagi umat Islam, Bung Nico awalnya gusar sekali, karena anak-anak kecil Islam itu selalu membaca surat Al-Kafiruun, yang dia tahu persis artinya, dia piker nih tetangga gue nyindir gue kali..awas aku murtadkan semiuanya!! & Bung Nico bersumpah untuk mewartakan kabar gembira Cinta Kasih Yesus itu kepada mereka.

    Bung Nico suatu waktu memberanikan diri bertemu para pengajar TPA itu, lalu berkata: mari kita buktikan siapa hamba Tuhan sebenarnya, para pengajar itu Cuma tersenyum: “maaf kami tak melayani ajakan anda”, Bung Nico bilang: “Kalian pengecut!!!”
    Mereka jawab: “Siapa bilang, kalau Bung Nico memaksa silahkan mulai dengan anak-anak itu saja”
    Bung Nico Menjawab: “Tapi saya nggak nanggung akibatnya ya..?”

    Lalu Bung Nico mengumpulkan anak-anak kecil itu, dia bercerita tentang kisah pengorbanan Tuhan yesus.. anak-anak itu mendengarkan dengan seksama.. tapi kemudian apa yang terjadi..? Anak-anak itu tertawa terbahak-bahak semua & seorang anak kecil berusia 10 tahun lalu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat sulit & balik menjelaskan apa itu Alkitab & sejarahnya serta siapa Yesus sesungguhnya..

    Bung Nico terpana!, lalu pulang dengan perasaan malu.. semenjak itu penjelasan anak kecil itu selalu membayang dipikirannya.. lalu dia coba baca Alkitab secara urut, suatu hal yang sangat dilarang oleh Gereja karena bisa menyesatkan iman!. Diketemukanlah ayat-ayat yang sangat membingungkan.. Bung Nico juga lalu ingat ayah-ibunya & teman-teman lamanya, kalau dipikir-pikir sangat beda sekali dengan rekan-rekan gembalanya di Gereja.

    Kami berempat lalu berdiskusi dari hati ke hati, eh ternyata semua juga mempunyai pikiran & perasaan yang sama, sepertinya kita semua hidup dalam keimanan yang semu, kami adalah gembala-gembala umat, tetapi yang kami jalankan hanyalah dusta & kepalsuan yang ditawarkan kepada orang-orang yang haus akan kesegaran rohani..!!

    Sejak saat itu, kalau memimpin KKR & Kebaktian, kami rasanya ingin muntah & berteriak kalau ada yang membacakan kisah kesaksian palsunya, bagaimana tidak palsu?, Kalau ada seorang bekas pencopet beragama Islam yang seumur hidupnya tak tahu ajaran Islam & tak pernah bersekolah agama, dengan lantang menyatakan dirinya mantan calon Ustad?, padahal kisah karangan itu kamilah yang menyusunnya.?!. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan kami bahkan sudah banyak yang dibukukan, beberapa kami lihat sepertinya pernah dikutip lalu diposting disini.

    Lalu secara sembunyi-sembunyi kami berkunjung ke rumah ustad M. Hanafi tetangganya Bung Nico (Ev. Nicolas Albert Gerungan), kami utarakan kegundahan hati kami.. sungguh ajaib & mengejutkan pertanyaan Ustad Muda ini, dia tidak langsung menyodorkan 2 kalimat Syahadat untuk kami baca, tetapi menyuruh kami untuk mulai merenungkan & mohon petunjuk Tuhan..! Dia juga Tanya apa agama asal kami & menyarankan untuk menjalin tali persaudaraan kami dengan bekas keluarga kami yang sekarang mengucilkan kami.

    Akhirnya Bung Nico yang pertama memutuskan kembali masuk Islam, sementara itu rekan Ev. Vincentus Rahardi Sudjatmiko (Gembala Kristen Pantekosta bertobat kembali ke agama Budha), memutuskan untuk mengunjungi orang tuanya & kemudian dikirim ke sebuah Vihara di kawasan Pondok Cabe, rekan Ev. Gede Astra Suartiasa (Gembala Kristen Protestan bertobat kembali ke agama Hindu) mendatangi sebuah tempat sembahyangan agama Hindu di rumah seorang pelukis Bali dikawasan Bintaro & rekan Ev. Andi Widjaja (Kristen (Gembala Gereja Nehemia) bertobat kembali ke agama Kong Hu Chu), mendatangi Kelenteng di Kawasan Glodok yang baru dibuka kembali. Hampir selama 2 bulan kami jarang bertemu lagi, kami juga secara mendadak memutuskan untuk tidak akan kembali lagi ke Gereja kami.

    Bayangkan, betapa geramnya para pengurus Gereja, mereka mencari kami ke-mana-mana!. Teror lewat HP-pun gencar dilakukan, mereka pertama-tama hanya marah masalah jadwal-jadwak Kebaktian & KKR yang jadi berantakan, tetapi ketika! kami secara terpisah menyatakan kami tak mau kembali lagi ke Gereja & akan kembali bertobat ke agama asal kami, terorpun dimulai, mulai dari telepon gelap hingga upaya intimidasi secara fisik melalui teror-teror. Kenyataan ini membuka mata-hati kami, betapa jahatnya mereka ini, jauh lebih kejam dibanding keluarga, orang tua & teman-teman kami yang hanya membenci & tak mau kenal lagi dengan kami ketika kami dibaptis, tetapi kaum Kristen bekas Gembala & Domba kami sangat murka sekali & berencana menghabisi kami segala!!!. Akhirnya kami memutuskan untuk bertobat secara terpisah & kembali ke agama masing-masing.

    Walaupun bekas Pendeta, kami tidak serta merta bisa menjadi pemuka agama. Bung Nico sekarang ini digembleng di sebuah pondok pesantren di kota Sukabum, rekan Gede sekarang sedang digembleng oleh seorang Pandhita di kawasan Ubud – Bali, rekan Rahardi sekarang sedang bertapa & belajar agama di sebuah rumah ibadah Budha d Pondok Cabe – Ciputat, sedangkan rekan Andi sekolah agama Kong Hu Chu di luar negeri, yaitu di Taiwan.

    TINJAUAN PANCASILA
    Seminggu yang lalu, di awal bulan Maret 2001 ini, via internet kami berdiskusi tentang Krismon & krisis negara Indonesia, lalu nyerempet-nyerempet masalah iman kami & masalah Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika. Kami lalu baca Pancasila & terkejut ketika membaca Sila Pertama Dasar Negara Indonesia berbunyi: KETUHANAN YANG MAHA ESA…

    Ini berarti bahwa sesungguhnya konsep Ketuhanan yang diakui oleh bangsa Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, tiada beranak & tiada diperanakkan, tiada beroknum ataupun bersekutu dengan unsur apapun. Artinya tiada Tuhan selain Allah. Jadi agama yang punya konsep Ketuhanan yang semu seperti Kristen dengan konsep Allah Tritunggal Yang Kudus dalam dogma Trinitas, jelas-jelas bertentangan dengan konsep dasar negara Indonesia…!!!

    Kenapa agama Kristen dibiarkan keberadaannya?, mungkin inilah perwujudan dari rasa & jiwa besar para pemimpin bangsa Indonesia. Dilema ini sama seperti pengakuan kita akan eksistensi para penganut aliran kepercayaan, animisme & komunis. Keberadaan agama Kristen sama & sejajar dengan agama animisme, aliran kepercayaan & komunis yang kita perkenankan keberadaannya di bumi Indonesia!.

    Bahkan agama Kristen kedudukannya jauh lebih rendah & lebih hina dibanding agama Budha, Hindu & Kong Hu Chu sekalipun, karena dalam ketiga agama ini, walaupun mereka memiliki konsepsi sbb:
    – Manusia utama Sidartha Gautama dalam ajaran Budha, tetapi di atas Sidartha Gautama ada Tuhan Maha Kuasa yang kedudukannya jauh lebih tinggi dibanding Sang Budha itu sendiri.
    – Dalam agama Hindu, walau banyak dewa, tetapi ada Sang Hyang Widhi penguasa tunggal tertinggi di atas para dewa itu.
    – Dalam Kong Hu Chu juga sama seperti ajaran Hindu, ada Sang Pencipta Tunggal yang berkuasa atas semua dewa-dewi dalam mitologi China.

    Melihat penjelasan di atas saja sudah jelas bahwa agama Kristen itu jauh lebih rendah & hina dibanding agama Budha, Hindu & Kong Hu Chu. Kedudukannya hanya sejajar dengan paham agama animisme & komunis!!!.

    Pemujaan Nabi Isa sebagai Tuhan membuktikan adanya Paganisme Baru ini, sebagai agama sempalan Yahudi (ini terjadi karena Paulus dari Tarsus beserta Petrus ternyata kecewa berat akibat ambisinya menjadi Rabbi Yahudi di tolak Sinagoge Betlehem).

    Kembali ke dasar negara, jika saja kita semua tegas & tak punya rasa belas kasihan kepada para penyembah Nabi Isa ini, sudah dari dulu sejak kemerdekaan Indonesia, agama Kristen dinyatakan sebagai agama terlarang, karena berbau kolonialisme serta bertentangan dengan Pancasila!. Bahkan jika sekarang saja ada yang menggugat keberadaan agama Kristen & menuduh para pengikutnya dengan pasal subversi ini bisa dibenarkan secara hukum!!!.

    baca juga : Sejarah Penghianatan para founding fathers terhadap umat Islam

    KENYATAAN SEJARAH BANGSA
    Apalagi bila dikaitkan dengan fakta sejarah bahwa agama ini dibawa oleh para penjajah Belanda, para pengikut pertamanya adalah pribumi pengkhianat bangsa, yang bekerja sebagai opas & tentara bayaran Belanda, mata-mata Belanda & penjual informasi perjuangan para pahlawan demi gepokan Gulden Belanda!. Memang ada beberapa pahlawan nasional yang beragama Kristen, tapi mohon diingat, para pahlawan itu tidak pernah ikut kebaktian di Gereja-Gereja mereka yang dipimpin Pendeta Belanda!.

    Para pahlawan itu hidup bersama orang-orang pribumi yang beragama Islam, Hindu & Budha. Ketika Indonesia merdeka & sang Meener meninggalkan mereka, para pengkhianat bangsa ini serta merta bergabung dengan para orang tua kita menyatakan mengutuk penjajahan Belanda, tanpa rasa malu sedikitpun. Tapi semua pihak berjiwa besar. Kita memaafkan kesalahan mereka.

    Tapi namanya juga orang tak tahu diri, ketika agresi Belanda datang kembali, mereka lalu ikut tuannya. mendirikan RMS di Maluku segala. Bahkan beberapa diantaranya ikut pulang ke Belanda, tapi biarlah!! Setelah perundingan damai dengan Belanda di tahun 1950-an, Indonesia akhirnya merdeka, para pengkhianat yang beragama sesat bernama Kristen ini diakui keberadaannya, walaupun sebenarnya bertentangan dengan Pancasila!

    HIMBAUAN UNTUK PARA GEMBALA LAINNYA YANG BELUM BERTOBAT
    Nah umat Kristiani..hendaklah renungkan fakta ini, malulah pada diri sendiri & hargailah umat beragama lain, kami umat Islam, Budha, Hindu & Kong Hu Chu sudah lebih dari sabar menghadapi tingkah kalian!. mohon sadarlah & beribadahlah dengan cara masing-masing, jangan lagi mengirim penginjil-penginjil sesat kalian ke Mesjid-Mesjid kami, ke Vihara-Vihara kami, ke Kuil-Kuil kami, ke Kelenteng-Kelenteng kami, atau berusaha memurtadkan umat-umat kami yang kebetulan ilmu agamanya kurang, jangalah kalian ulangi lagi perbuatan sesat & tidak terpuji ini. Janganlah beli iman umat kami yang miskin & bodoh dengan beras & janji-janji muluk pekerjaan indah. Mereka miskin jangan lagi diberi impian palsu!. Mereka bodoh tapi janganlah manfaatkan kebodohan mereka dengan cara kalian menukar agama mereka dengan agama sesat kalian. Kemarin kami baru menemukan sebuah kisah nyata, bahwa di sebuah desa di pelosok Sukabumi, suatu desa terpencil di kaki gunung, yang menyatakan ketidaktahuannya & terkejut ketika ada yang bilang bahwa kertas selembar yang ia tunjukkan pada orang lain itu adalah surat Baptis & ia telah menjadi Kristen!. Ia tak tahu hal ini!!!!. Yang ia tahu kemarin ia menjual berasnya kepada mereka dengan harga yang sangat mahal, lalu diberi uang & disuruh membaca kontrak perjanjian & dimandikan!!!..ia tak tahu kalau ia telah dimurtadkan..!!!

    PENUTUP
    Mari kita hargai hak beribadah agama masing-masing, hargai hak kami beribadah jangan intimidasi umat kami dengan agama sesat kalian, yang hanya jad bahan tertawaan anak SD saja!!!, bukankah kami juga sudah melindungi kalian dari jerat hukum subversi karena agama kalian itu bertentangan dengan dasar negara kita tercinta PANCASILA..YAITU SILA PERTAMA: KETUHANAN YANG MAHA ESA?.

    Untuk saudara-saudara sesama gembala atau domba Kristus, pintu pertobatan belum tertutup, marilah kita kembali KE JALAN TUHAN YANG BENAR…JALAN KAUM ISLAM DAN PARA SABI’IN…jika anda bekas umat Islam, Budha, Hindu & Kong Hu Chu, kembalilah ke agama masing-masing.!!!

    SEKIAN DARI KAMI
    Atas Nama Forum Pertobatan Mantan Gembala-Gembala Tuhan Para Pendeta yang telah Insyaf:
    Ev. Vincentus Rahardi Sudjatmiko (Gembala Kristen Pantekosta bertobat kembali ke agama Budha)
    Ev. Nicolas Albert Gerungan (Gembala Kristen Protestan bertobat kembali ke agama Islam)
    Ev. Gede Astra Suartiasa (Gembala Kristen Protestan bertobat kembali ke agama Hindu)
    Ev. Andi Widjaja (Gembala Gereja Nehemia bertobat kembali ke agama Kong Hu Chu)

    Siapa menyusul bertobat…..???

    Posted by Mantan Gembala gembala@net.net on March 08, 2001 at 17:55:01

    Sejalan dengan cerita-cerita diatas:

    Kasus Warso, Korban praktek Pemurtadan dengan terdakwa Elwin – Bambang Sutresna – Dede Nurjanah, setelah tertunda sejak 1/2 lalu, Hari senen 15/3 dilanjutkan kembali.

    Bandung- 15/3 RoL — Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan empat orang saksi dalam sidang lanjutan perkara pemurtadan dengan terdakwa Elwin Kawilarang, Bambang Sutrisna, dan Dede Nurjanah.

    Dalam kesaksiannya, keempat saksi yang juga korban pemurtadan, mengaku dipaksa membaca Injil dan dianiaya oleh para terdakwa. Keterangan para saksi, antara lain Warso bin Karyono, Uminah (istri Warso), Mutmainah, dan Siti Dariah, disampaikan dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Hari Budi, SH, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (15/3). Menurut penuturan Warso, salah seorang saksi, dirinya dipaksa menuruti kemauan Elwin dan Bambang.

    ”Saya dipaksa membaca Injil dan harus mengeluarkan air mata bertobat terhadap Tuhan Yesus. Kalau tidak bisa, saya diancam, mata saya mau dicongkel pakai pisau lipat,” tutur Warso dalam kesaksiannya. Selain dipaksa membaca Injil, kata Warso, dirinya juga dipukul oleh Bambang dan Elwin di bagian wajah, kepala, dan punggung. Sementara saksi Mutmainah, adik ipar Warso, mendapat perlakuan yang paling sadis. ”Saya dianggap kuntilanak,” cetusnya.

    Karena itu, kata Mutmainah, kepalanya ditusuk-tusuk dengan pisau dan dipantek paku sampai berdarah. Para terdakwa, imbuh dia, juga memintanya segera bertobat. Tak hanya itu, imbuh dia, pada suatu malam, tubuhnya dipukul dengan batang sapu lidi hingga luka. ”Badan saya kemudian dipukul dengan kursi dan di seluruh tubuhnya dilumuri garam oleh Bambang,” paparnya.

    Pada hari Ahad, sambung Mutmainah, ia dipaksa ke gereja dan ikut perkumpulan (kebaktian-red). Setelah selesai mengikuti kebaktian, ia pulang ke rumah. ”Tapi sampai di rumah saya dipukul lagi karena tidak memberi uang sumbangan di gereja,” tutur gadis berusia 18 tahun ini.

    Sedangkan terdakwa Elwin dan Bambang, lebih banyak terdiam dan mengakui perbuatannya, saat hakim menanyakan keterangan saksi. Sementaar itu, terdakwa Dede Nurjanah, tertunduk lesu dan sesekali menangis di ruang sidang. Ia sempat menyangkal bahwa dirinya dikatakan memukul korban sampai tiga kali. Bantahan terdakwa itu langsung diprotes Mutmainah.

    Dalam perkara ini, jaksa menjerat tiga terdakwa dengan pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP, jo pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 289 KUHP jo pasal 55 ayat 10 ke-1 KUHP. Dengan pasal tersebut, para terdakwa terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

    Di luar ruang sidang, puluhan massa dari Barisan Anti Pemurtadan (BAP) Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) dan Tim Anti Pemurtadan (TAP) MUI Kota Bandung, melakukan aksi solidaritas untuk Warso dan keluarga. ”Harusnya terdakwa juga dijerat pasal 333 tentang Kebebasan Beribadah. Tapi sekarang berita acara pemeriksaan belum dimasukkan juga,” tutur Ketua BAP, Muhammad Mu’min.

    Dalam orasinya, aktivis BAP itu menuntut agar hakim bertindak adil dalam menangani perkara ini. Menurut mereka, persidangan tersebut akan terus dipantau. ”Kami akan terus memantau persidangan ini. Kami hadir di tempat ini tidak dibayar,” tutur salah seorang aktivis. (RioL)
    Ya Robbi : Aku Menyesal Banyak Memurtadkan orang
    Dua puluh empat tahun, itulah usiaku sekarang ini, terlahir sebagai gadis Muslimah keturunan Betawi, anak ketiga dari lima orang bersaudara. Tinggi badanku 170 cm, kulitku kuning langsat. Kata orang, aku berparas cantik (bukan dalam rangka menyombongkan diri). Tentang namaku, panggil saja “Santi” (bukan nama sebenarnya).

    Sebagai gadis Betawi aku merasa risih mendengar anggapan sebagian orang tentang profil khas masyarakat kami. Mereka sering menilai, kebanyakan orang Betawi itu taat beragama, tapi sayangnya tak banyak yang mengenyam pendidikan tinggi, apalagi kaum wanitanya. Bagai asap keluar dari bara api padam. Ya, aku anggap itu sebagai kritik positif. Kami pun tidak menafikannya. Sebab, realitanya boleh jadi demikian. Meski begitu, aku bersyukur karena keluargaku tidak masuk dalam kategori penilaian mereka. Meski kultur budaya kami sangat kental, namun kedua orangtuaku sangat perhatian terhadap pendidikan keluarga.

    Jujur saja, aku bersyukur dibesarkan di lingkungan keluarga Betawi yang agamis dan sangat kental nuansa pendidikannya. Rata-rata saudara-saudaraku telah menyelesaikan studinya di perguruan tinggi. Tak terkecuali aku yang dua tahun lalu telah menyelesaikan D3-ku pada bidang Komunikasi di salah satu Universitas Negeri.
    Waspadalah kepada mualaf yang masuk Islam gara-gara ingin memenuhi syarat di KUA. Dua kisah berikut adalah contohnya
    Suami Pura-pura Masuk Islam, Lalu Murtad

    Mona (22), begitu nama panggilannya. Dibesarkan dalam keluarga Muslim yang taat, anak keempat dari tujuh bersaudara ini dikenal sebagai gadis yang patuh pada orangtua. Ibadah rajin, mengaji tak pernah henti, dan sekolahnya tak mengecewakan.

    Mendadak, ada berita yang mengejutkan. Mona hamil! Padahal gadis pemalu ini masih duduk di bangku kelas 2 SMU. Itu semua akibat ulah David, pegawai sebuah instansi pemerintahan di Kendari (Sultra) yang dianggap sebagai pacarnya. Lebih mengejutkan lagi, sang pacar adalah seorang pemeluk Kristen (Katolik) yang taat.

    Segenap keluarga shock, heran, sedih, terkejut, pokoknya campur aduk. Mona yang selama ini taat dan pendiam ternyata hamil di luar nikah. Tapi apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur.

    Kandungan Mona terus membesar. Satu hal yang kini memenuhi pikiran segenap anggota keluarga, yaitu siapa yang harus dipanggil `bapak’ oleh si anak kelak. Keluarga Mona pun memberanikan diri mendatangi David, untuk mencari solusi dan meminta pertanggungjawaban.

    Sejenak keluarga Mona bisa bernafas lega ketika David menyatakan siap bertanggung jawab. Selanjutnya, keluarga Mona mengajukan satu permintaan: David harus menikahi Mona secara Islam. “Bagi keluarga kami, haram hukumnya seorang wanita Muslim menikah dengan pria non-Muslim,” ujar salah seorang anggota keluarga.

    Muncul persoalan rumit, sebab David dan keluarganya tidak sudi memenuhi permintaan itu. “Saya mau menikah, asal Anda mau menerima saya seperti ini (Kristen),” ujar David. Pertemuan itu terancam deadlock.

    Mona tampak semakin tertekan. Nyaris saja saudara dan anggota keluarga yang lain tak kuat menahan emosi. Untunglah Abduh, ayah Mona, mampu bersikap sabar, “Sudahlah, ini mungkin memang risiko yang harus diambil Mona. Kalau Anda tidak mau, biarlah anak saya pulang, dan lupakan rencana pernikahan!”
    Keluarga Mona pulang dengan kesedihan mendalam.

    Entah dibawa angin apa, esok harinya tiba-tiba David bertandang. Setelah basa-basi sejenak, pria ini mengucapkan kalimat lirih yang membuat keluarga Mona tercenung, “Saya mau menikah dengan cara Islam.”

    Mona senang bukan kepalang. Itu berarti aib keluarganya akan teratasi. Di sisi lain, perubahan sikap David yang tiba-tiba itu juga sempat menjadi tanda tanya besar. Namun masalah ini tak terpikirkan lebih jauh sebab keluarga Mona telanjur diselimuti kebahagiaan.

    Prosesi pernikahan akhirnya digelar. David mengucapkan dua kalimah syahadat. Pengantin baru ini memulai kehidupan bersama, dan tampak bahagia. Sampai kemudian lahirlah anaknya yang pertama, tahun 1991.

    Namun kebahagiaan itu mulai terganggu sejak kedatangan tamu-tamu misterius. Ada yang berpakaian rapi, ada pula yang berjubah hitam. Mereka sering bicara, atau tepatnya diskusi, dengan David. Tampak serius. Seiring dengan itu, sikap David berubah. Kasih sayangnya sebagai kepala rumah tangga mulai berkurang. Apakah tamu-tamu itu yang membuat David berubah? Mona belum kuasa menjawabnya.

    Belakangan, Mona baru tahu, ternyata orang-orang tersebut adalah para pendeta dimana David pernah aktif di gereja (sebelum menikah). Terang saja, Mona mulai panik, khawatir sang suami jatuh ke pelukan Kristen lagi. Meski begitu, dia tetap menjalankan tugas sebagai istri seperti biasanya.

    Dalam suatu kesempatan, Mona memberanikan diri bertanya tentang komitmen David yang pernah berjanji ingin menjadi Muslim yang baik. Agak mengejutkan, David menjawab enteng saja, “Saya sudah mengikutimu, tapi aku banyak menemukan kekeliruan.”

    Pernyataan seperti itu dikatakan berulang-ulang, sampai akhirnya terdengar keluarga Mona. Dengan santun, beberapa anggota keluarga Mona menanyakan pada David, apa yang keliru itu? Apa yang membuat David bingung manakala memeluk Islam? Namun David diam seribu bahasa. Dia malah menghindar. Lama-lama, meski tidak ditanya perihal keyakinannya, David seolah enggan bertemu dengan saudara-saudara Mona. Sikap David makin tidak kooperatif. Pertengkaran sering terjadi, karena hal sepele sekalipun. Kekristenan David juga semakin transparan. Misalnya: berani memasang salib di dinding kamar tidur.

    Sikap ini tentu saja membuat perasaan Mona sakit hati. Mona kemudian menurunkan tanda salib itu dari dinding kamar tidur. Eh, esuk hari, David memasang lagi. Bahkan David semakin nekad, dengan membeli salib yang lebih besar. Secara demonstratif simbol kebanggaan orang Kristen itu diletakkan di ruang tamu, di depan mata Mona. Tentu saja Mona jadi uring-uringan. Lagi-lagi salib itu diambil. Begitu berulang-ulang.

    Melihat kondisi rumah tangga yang makin tidak harmonis, keluarga Mona was-was. Bahkan sempat melontarkan pertanyaan, “Apakah status suami-istri itu akan terus dipertahankan?”

    Mona diam, tampak kebingungan. Kalau melihat pertengkaran yang sering terjadi akibat perbedaan keyakinan, tentu rasanya tak betah lagi. Tapi kalau melihat ketiga anaknya yang masih kecil, Mona tak tega untuk memisah kasih sayang ayah ibunya. “Kalau saya bercerai, bagaimana kelak nasib anak-anak?” ucapnya lirih.

    Mona masih terus berupaya mempertahankan mahligai rumah tangganya. Dia tengah berusaha keras menyelamatkan aqidah kedua anaknya. Itulah dua mutiara yang diharapkannya, sebab satu anaknya lagi telah mengikuti jejak sang ayah: menganut Kristen.• (dikisahkan kakak Mona kepada cha)
    “Saya Pilih Cerai”

    Setiap kali berbicara masalah perkawinan, Tri Wahyuni (28) langsung sedih. Yang terpancang di benak adalah kegagalan. Yuyun —panggilannya— yang bekerja di sebuah apotek di Yogyakarta ini terpaksa bercerai dengan sang suami, Sinsen, Maret lalu. “Saya dipaksa masuk Katolik, dan saya tidak mau” ujarnya.

    Sinsen sebenarnya sudah menyatakan masuk Islam, saat prosesi pernikahan 4 tahun lalu. “Sebelumnya beragama Katolik. Dia mau masuk Islam agar dapat menikah dengan saya,” wanita berjilbab ini berkisah.

    Sejak menikah sampai akhirnya dikaruniai 2 anak, rumah tangga Yuyun-Sinsen berjalan biasa-biasa saja. Kalaupun ada pertengkaran kecil, itu wajar. Keluarga keduanya juga bisa menjalin hubungan yang cukup baik. Jadi, masalah keyakinan (untuk sementara) tak jadi persoalan.

    Ada satu pekerjaan ekstra yang harus dilakukan Yuyun untuk memperkuat bahtera rumah tangganya. Yaitu ia harus mendorong suaminya untuk tekun belajar Islam, mulai dari nol. Ternyata bukan pekerjaan mudah, sebab meski sudah bersyahadat, Sinsen bersikap cuek dengan status KTP-nya yang beragama Islam. “Dia bersikap masa bodoh,” keluh Yuyun.

    Awal tahun lalu, sang ibu mertua bertandang ke rumah Yuyun. Keluarga Sinsen yang masih menganut Katolik itu, katanya kangen dengan anak-anak. Tentu saja ini menjadi saat-saat yang menyenangkan. Bisa berkumpul dengan keluarga dan bercanda bersama.

    Di tengah canda ria itu, mertua mendekati Yuyun. Selang beberapa detik kemudian menantu yang taat ini dibuat terperanjat, sebab sang mertua mengungkit lagi status perkawinan yang sudah menghasilkan 2 anak itu. “Kamu harus menikah lagi, supaya seluruh keluargamu bisa diterima saudara-saudara suamimu,” kata sang mertua.

    “Bukankah perkawinan saya sudah sah, secara agama maupun hukum?” tanya Yuyun.

    “Kamu harus menikah secara Katolik,” mertuanya mendesak.

    Yuyun terdiam. Sebagai ibu rumah tangga, dia ingin membicarakan masalah ini dengan kepala rumah tangga. Anehnya, sang suami diam seribu bahasa. Ditanya kenapa permintaan tak wajar itu sampai muncul, Sinsen menjawab singkat, “Nggak tahu!”

    Sebagai orang yang sudah masuk Islam, Sinsen tak melakukan perlawanan terhadap permintaan yang melanggar syariat itu. Dia malah begitu penurut pada keluarganya yang Katolik.

    Gagal mendapat solusi dari suami, Yuyun mengadu kepada orangtuanya. Akhirnya diputuskan kedua keluarga bertemu, membicarakan kemungkinan pernikahan babak 2 itu. Hasilnya? Nihil. Keluarga Sinsen tetap bersiteguh meminta pernikahan lagi secara Katolik, tanpa alasan jelas. Saat itulah Yuyun langsung memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai. Eh, Sinsen ikut saja. “Saya jadi heran, suami saya kok langsung mengiyakan. Ada apa di balik semua ini?”

    Yang pasti, Yuyun sudah mantap pada keputusannya. Meski keduanya sudah bercerai, Sinsen masih sering berkunjung ke rumah, menjenguk anak-anak. “Kewajiban saya saat ini cukup berat, harus menjaga anak-anak sendirian. Yang paling berat adalah menjaga anak-anak agar tidak terpengaruh keyakinan mantan suami saya, yang setiap saat menjenguknya.”•

    (dikisahkan Yuyun kepada amz/Hidayatullah)

    Setiap orang mempunyai goresan hidup yang biasa disebut dengan “sejarah hidup”. Sejarah hidup manusia dalam kaca mata Agama tidaklah sia-sia. Satu sama lain dari manusia itu sejarahnya sudah pasti saling berbeda. Ada orang yang mempunyai sejarah keemasan yang panjang yang penuh dengan keharuman. Tentu saja yang demikian itu kelak akan menjadi kebanggaan di hari Akhirat. Sebaliknya, ada pula orang yang memiliki sejarah hidup warna-warni, bahkan ada juga yang kelam. Untuk yang terakhir ini sangat layak bila dilabelkan pada sisi kehidupan masa laluku.

    Menengok sejenak ke belakang, bercermin kembali dengan merenungi apa yang telah kulakukan, maka aku hanya bisa menghela nafas panjang. Tak banyak yang dapat kubanggakan dari goresan hidup masa laluku. Bercak noda hitamku di masa silam saat aku duduk di bangku SMU sungguh tak dapat kulupakan. Hingga kini masih terngiang-ngiang dalam benak pikiranku berbagai beban dosa dan kesalahan berat saat aku ketika itu memposisikan diri sebagai informan misionaris.

    Tentang profesiku sebagai intel Katolik ini pada mulanya tak banyak orang tahu, termasuk keluargaku, kecuali ibu. Beliau sangat menyesalkan sikap nekadku menyeberangi keyakinan menyimpang. Aku pun tak tahu dan tak mengerti dengan diriku, kenapa aku sampai terbawa arus pemurtadan kaum sesat itu. Mungkin, karena aku salah bergaul dan memilih teman.

    Kucoba untuk mengingat-ingat kembali lembaran kusam silamku. Ya, aku masih ingat bahwa Mal sebagai pusat nongkrong anak muda gaul adalah tempat rekrutmen awalku menjelajahi dunia Nasrani yang kelam. Jumlah siswa siswi Muslim yang menjadi rekrutmen Kristen begitu banyak. Dalam sebulan bisa mencapai lima puluhan, meski akhirnya disaring menjadi dua puluhan orang atas pertimbangan, rekrutmen misonaris harus berasal dari keluarga fanatis. Tujuannya, demi memuluskan niatan busuk mereka dalam mengelabui massa Islam lainnya. Kebetulan, aku dipandang mereka sebagai orang yang berasal dari keluarga fanatik. Sedang almarhum kakekku juga adalah seorang kiai dan tokoh agamis yang kharismatik.

    Begitu pandainya kaum misionaris membidik dunia anak muda sebagai terobosan aksi pemurtadan. Apa yang sedang digandrungi kawula muda, seperti ajang gaul, dunia seni, budaya dan sebagainya dimanfaatkan dan dijadikan celah oleh mereka untuk menggaet rekrutmen sebanyakk-banyaknya. Tak heran kalau akhirnya mereka mendirikan banyak LSM yang peduli dengan hobi dan kreasi anak-anak muda. Mereka pun sangat resfek dan peduli dengan berbagai masalah dan persoalan para remaja yang broken home, stress, dan kurang mendapatkan kasih sayang orangtua. Tentu saja, perangkap mereka disambut dengan tangan terbuka oleh para remaja labil ini. Tapi, biasanya untuk kriteria anak-anak remaja semacam ini hanya diarahkan untuk menjadi korban pemurtadan.

    Aku sadar bahwa sejak kelas satu SMU aku tak lagi Muslimah. Sebab, mereka telah membabtisku. Kala itu kurasakan, jiwaku terlepas dan terhempas. Nilai ruhiyahku tak lagi bersemayam dalam hati dan kepribadianku. Aku benar-benar menjadi seorang yang murtad dari agama yang lurus ini. Pertemuan rutin seminggu dua kali tanpa kusadari telah mendoktrinku dan memperkuat keyakiananku yang tak lagi islami.

    Aku telah terbawa arus begitu jauh. Kafa’ah (potensi)ku dalam soal lobi-melobi setiap kepala sekolah, benar-benar dimanfaatkan pihak misionaris Katolik. Kedudukan ayahku meski tidak tinggi di Depdikbud memperlancar press down yang kulakukan terhadap setiap kepala sekolah di SMU Jakarta. Setan tertawa terbahak-bahak saat aku berhasil meloloskan banyak program pemurtadan di sekolah-sekolah SMU di Jakarta. Aku tak tahu persis, sudah berapa banyak rekan-rekan remaja Muslim yang telah kuhantarkan ke jurang akidah sesat. Sebab tugasku selama itu hanya sebatas informan dan pelobi awal. Tugas selanjutnya, yaitu memasukkan program-program pemurtadan ditindaklanjuti oleh para misionaris Katolik. Yang sangat riil kurasakan di sekolahku adalah pihak Katolik telah berhasil mengondisikan sekolahku membiasakan doa bersama dengan pola cara yang tak lagi Islami.

    Tugasku sebagai informan tidak berhenti sampai di situ. Pembinaku yang biasa dipanggil oleh rekan-rekanku sesama informan dengan sebutan “father” mengarahkanku untuk selalu menyadap berita dan informasi penting tentang pergerakan Islam yang makin marak di sekolah-sekolah umum. Tugasku adalah mencatat, sudah sejauh mana perkembangan gerak para aktivis Muslim di sekolah. Aku juga sempat menginformasikan kepada mereka tentang pola cara penyebaran fikrah ala kaum Muslimin di Mesir dari beberapa sekolah SMU.

    Tentu saja misionaris merasa senang dengan keluguanku yang seperti kerbau dicocok hidungnya, pasrah diapakan saja dengan mereka. Meski aku berangkat dari keluarga berada dan mampu membiayaiku dan pendidikanku, tapi mereka para misionaris itu memberikan imbalan uang atas jasaku sebagai informan mereka.

    Informasi demi informasi kuberikan setiap hari kepada mereka, dari hal terkecil sampai yang terbesar. Upaya gigihku ini semakin menumbuhkan kepercayaan mereka terhadapku. Sejak itu aku ditawarkan subsidi untuk biaya pendidikanku. Kata mereka, aku berhak disekolahkan mereka setinggi-tingginya, asalkan aku selalu siap diarahkan mereka.

    Apa yang kulakukan selama ini akhirnya tercium oleh ibuku. Beliau sangat terkejut ketika mengetahui status agamaku yang sebenarnya dan posisiku sebagai informan Katolik. Dengan penuh kasih sayang dan sekuat tenaga ia berupaya menyadarkan aku. Tapi akidahku tak bergeming sama sekali. Kala itu aku tetap berpegang teguh sebagai seorang kristiani. Sampai akhirnya, ibuku merasa letih sendiri karena kehabisan akal untuk menasihatiku. Beliau adalah ibu terbaik sepanjang hidupku. Meski antara ibu dan anak beda akidah, beliau tetap baik terhadapku dan memperlakukan aku sebagai anak kesayangannya. Dengan linangan air mata, ia menyuruhku untuk berhijrah ke tempat saudaraku agar statusku sebagai penganut Kristen Katolik tidak diketahui ayah dan saudara-saudaraku. Hingga kini mereka memang tidak mengetahui status agamaku itu.

    Aku menuruti kehendak ibu yang menginginkan aku tak serumah lagi dengannya. Aku jauh dari ibu. Sepanjang itu aku tak tahu kalau ibu ternyata begitu perhatian sekali terhadap nasibku di dunia dan akhirat. Dia sangat mengkhawatirkan aku dan tak rela kalau aku masuk neraka. Siang malam ibu berdoa agar Allah berkenan membukakan hidayah-Nya kembali untukku.

    Sebelum aku murtad, kurasakan berbagai sentuhan nasihatnya yang begitu sejuk menyentuh kalbu ini. Aku masih ingat saat-saat indah bersama ibu ketika beliau mengajariku membaca al-Qur’an. Kebetulan, selain sebagai ibu rumah tangga, di luar rumah beliau berprofesi sebagai guru agama di sekolah umum (SLTP). Huruf demi huruf dilafalkannya untukku dengan penuh kesabaran. Itu dilakukan agar aku bisa membaca al-Qur’an dan ibu selalu mengharapkanku menjadi Muslimah yang shalihah, bermanfaat buat tabungan seluruh keluarga di akhirat kelak.

    Terakhir kudengar kabar bahwa ibuku jatuh sakit. Waktu itu aku masih duduk di kelas dua SMU. Aku pun menjenguknya. Tapi ibu memalingkan wajahnya saat sakitnya makin parah. Ia memerintahkan saudaraku untuk menyuruhku keluar dari ruangan tidurnya. Aku tak lagi diperkenankan untuk melihat wajah kecintaanku. Melihat perlakuan ibu demikian, aku tidak merasa sakit hati. Aku sadar kalau diriku selama ini telah mengecewakan ibu dan keluarga.

    Sakaratul maut menjelang ibu. Belum lagi aku sempat bergegas pergi dari pintu rumahku, ibu dipanggil ke haribaan Allah Sang Rabbul Izzati. Beliau telah meninggalkanku dengan membawa pengharapan besar, yaitu perkenan Allah atas kembalinya kesadaranku pada akidah yang lurus (Islam).

    Sepeninggalan ibu, aku selalu murung dan merenung panjang. Aku mencoba menggunakan daya nalarku yang sempit ini untuk berpikir dan bermuhasabah tentang hakikat hidup ini. Akhirnya lewat renungan panjang selama kurang lebih setahun sepeninggalan ibunda tercinta, Allah SWT mengembalikan kesadaranku untuk kembali ke pangkuan Islam. Kala itu aku sudah memulai kuliahku di salah satu Universitas Negeri.

    Aku bersyukur kepada Allah mendapatkan tempat kuliah yang sangat kondusif. Lingkungan kampus yang Islami ini telah menyentakkan ingatan dan kesadaranku terhadap kesalahanku selama ini. Di kampus begitu banyak aktivis Muslim dan Muslimah. Sikap dan perilaku mereka menampakkan kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual. Baru kusadar, ternyata Islamlah yang membentuk mereka menjadi pribadi-pribadi Muslim yang tangguh. Terbesit dalam hatiku rasa iri terhadap mereka. Hatiku mengatakan, betapa sakinahnya bila aku menjadi aktivis Muslimah yang kuat akidahnya. Mungkin nantinya bila aku seperti mereka, pemahamanku tentang Islam tak lagi keliru.

    Akhirnya, tekad hati untuk bergabung dengan mereka, semakin kuat. Alhamdulillah, Allah memudahkan langkahku menuju pintu hidayah. Kehadiranku ke Islam disambut gembira oleh rekan-rekan aktivis Muslim di kampus.

    Aku meminta perlindungan kepada mereka. Sebab, sejak keislamanku kembali, kaum misionaris itu tidak begitu saja membiarkanku keluar dari komunitas mereka. Beberapa kali aku diancam. Tentang perihal teror tersebut kuadukan kepada ketua aktivis kampus. Alhamdulillah, ia dan rekan-rekanku siap mensupport dan membelaku bila ada pihak-pihak misionaris yang berani berbuat macam-macam terhadapku. Sejak itu, kehidupanku kembali normal, bahkan bertambah nilai kekuatan imanku.

    Waktu terus berputar mengiringi kedewasaanku dalam menyikapi ajaran agama (Islam). Aku merasa jauh lebih baik saat aku berislam atas dasar kemauan hatiku sendiri, bukan karena faktor keturunan. Pencarianku terhadap hidayah tidak sia-sia. Ada hikmah besar yang dapat kupetik, ternyata setelah aku membedakan antara Islam dan agama lain, kudapati Islam jauh lebih unggul. Kebenaran mutlak ada pada Islam.

    Di usiaku yang kedua puluh empat tahun ini, ayahku memintaku untuk segera memasuki jejang rumah tangga. Teringat dengan ibu yang kala itu aku tak sempat berbakti sebagai anak shalihah karena status agamaku yang berbeda, maka aku tak ingin kekecewaan ibu itu terulang kembali kepada ayah. Aku bertekad akan memperkuat hubungan birrul walidain. Untuk itu, dengan penuh kerendahan dan keikhlasan hati, kuturuti permintaan ayahandaku.

    Namun, aku dihadapkan oleh kendala. Setiap aku melakukan ta’aruf dengan calon suamiku yang rata-rata adalah aktivis Islam, aku seperti didamparkan. Mereka menolakku ketika mereka tahu tentang latar belakangku. Mereka masih meragukan keislamanku. Bahkan di antara rekan-rekanku ada yang mensinyalir bahwa kekuatan Kristen Katolik itu masih bersemayam dalam tubuh dan hatiku dengan perantara jin kafir. Kemudian mereka menyarankan aku untuk diruqyah. Beberapa kali aku diruqyah oleh salah seorang ustadz, bahkan sampai dibekam segala.

    Kupahami bahwa ini adalah bagian dari ujian Allah SWT. Aku percaya bahwa Allah takkan membiarkanku sengsara karena tak sanggup menanggung fitnahan sebagai infiltran Katolik yang menyusup ke dalam salah satu pergerakan Islam. Aku yakin, kelak Dia akan menampakkan bahwa kebenaran itu adalah hak dan kebatilan itu adalah batil. Akhirnya, aku bersimpuh kepada Allah SWT, memohon ampunan atas segala kesalahanku di masa silam. Sungguh aku menyesal telah memurtadkan banyak orang.

    Seperti dituturkan S kepada Ikhwan Fauzi

    sumber : majalah sabili edisi Feb’04

    Hadiah mie bagi siapa saja yang mau berpindah ke agama Kristen, itu sudah kuno

    Hadiah mie bagi siapa saja yang mau berpindah ke agama Kristen, itu sudah kuno. Sejalan dengan perkembangan zaman, nilai hadiahnya mengalami peningkatan yang luar biasa. Konon, siapa pun yang berhasil mengajak 8 orang Muslim masuk Kristen akan mendapat hadiah sebuah mobil yang masih gres dan on the road. Belum lagi bonus-bonus lainnya yang disebut sebagai plus-plusnya. Hal itu terjadi di kawasan Sukabumi dan sekitarnya.

    Sementara untuk mengkristenkan sejumlah masyarakat di kawasan Kabupaten Tangerang yang menjadi target sasaran utama bagi misionaris itu, telah disediakan dana mencapai kurang lebih Rp 16 triliun.

    Di samping memiliki dana yang sangat besar, proyek pemurtadan ini telah menerjunkan ‘petugas lapangan’ yang memiliki trik-trik kampiun dan licin. Sehingga sepak terjang mereka selama ini nyaris sulit terdeteksi. Demikian diungkapkan Ketua Umum Pergerakan Islam untuk Tanah Air (PINTAR), Drs. Muhammad Alfian Tanjung kepada Jurnal Islam, belum lama ini.

    Lalu apa yang diharapkan bagi kita semua, umat manusia yang dari dulu selalu mengakui permusuhan abadi dengan sang penyebar kejahatan moral, akhlak, yaitu setan?
    Akankah kita mengikuti langkah-langkahnya yang menghalalkan segala cara memanipulasi otak manusia.
    Saudaraku, kekasihku, para umat kristiani, yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhan Allah Yang Maha Indah, hidup ini hanya satu kali dan tidak pernah ada hidup yang berulang untuk menebus segala dosa dan nista yang telah dilakukan.
    Hidup yang diisi dengan kegiatan-kegiatan kosong, pengantar kedepresian, tanpa ada sama sekali rasa ketundukan kepada Tuhan yang telah menciptakan. Tanpa sadar telah mengikuti langkah-langkah setan.
    Apalagi yang harus membuka mata hati dan akal pikiran? Apakah tidak cukup segala macam doktrin (penebusan dosa, trinitas, kerahiban, penyembuhan) itu membuat hati dan akal itu menolak. Tiada penolakan kecuali di dalamnya telah mengeram berjuta-juta setan.

    Sesungguhnya kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

    Komentar oleh marcus — Februari 22, 2007 @ 5:35 am

    • islam adalah teroris??? tidak juga,walau banyak umatnya akan rela menjadi pelaku2 teror…islam adalah agama perang ??? tidak juga walau seumur hidupnya nabi muhamad selalu berperang…apa yang salah??? yang salah adalah ketika kita menjadi biasa membenarkan diri kita,menyalahkan orang lain…penulis diatas mungkin benar telah mengalami perlakuan yang demikian dari orang yang mengaku kristen..tapi apakah dia ( penulis ) lebih benar dari mereka diatas yang mengaku kristen???? tidak juga,buktinya dia mau menjadi kristen…hidup adalah pilihan…semua yang terjadi setelah kita memilih adalah hal yang lain..semua yang akan terjadi setelah kita memilih adalh resiko pilihan kita,dan itu tidak lebih penting dari alasan awal kita memilih…

      Komentar oleh zemmy sohilait — Mei 11, 2014 @ 10:37 pm

  24. Saya tertarik dengan artikel ini. Dan alangkah lebih indah kalau referensinya disebutkan secara rinci.

    tetaplah berwala’ kepada Islam.

    Allah A’lam.

    Komentar oleh hitdemocrazy — Maret 27, 2007 @ 2:38 pm

  25. Ya Alloh Hidayah Mu YA Alloh
    Ya Alloh Hidayah Mu YA Alloh
    Ya Alloh Hidayah Mu YA Alloh

    Ya Alloh Musnahkanlah mereka jika Mereka Menolaknya
    Ya Alloh Musnahkanlah mereka jika Mereka Menolaknya
    Ya Alloh Musnahkanlah mereka jika Mereka Menolaknya

    Amin..

    Komentar oleh Roy — April 4, 2007 @ 7:09 am

  26. Ya Alloh Hidayah Mu ya Alloh
    Ya Alloh Hidayah Mu ya Alloh
    Ya Alloh Hidayah Mu ya Alloh

    Komentar oleh Roy — April 4, 2007 @ 7:11 am

  27. Indonesia bisa pecah gara gara hal kayak gini. Mbok di confirm sama eyang kita masing2, mereka dulu perang sama Belanda ato Jepang, ato Inggris gara2 agama ato apa.. lha wong kita orang Indonesia tanpa memandang SARA, kan harusnya begitu, yang udah bagus dan ada dari jaman dulu mbok ya dipertahankan gitu loh. Saya ini dari keluarga yg campur agama, bapak dari katolik, ibu dari islam, toh ya baik2 aja. Orang jahat itu slalu ada lah, mau agama apa juga. Agama mengajarkan yg baik, manusianya aja yg jahat. Personal Opinion loh yah. Masalah dunia akhirat itu nggak ada yg tau, eh sapa tau ntar di sana ketemu sama Muhammad ato Yesus, mana ada yang tahu pasti kan? Marilah kita menghormati kepercayaan masing2, kepercayaan itu hubungan kita sama Tuhan sendiri kok, ambil cara yg paling sesuai sama kita. Kesaksian2 kayak gini dijadikan reference, biar kita bisa beriman lebih baik lagi. Peace for Indonesia..Mari membangun bangsa kita, jangan ribut gara2 agama, kapan negara kita bisa maju kalo kayak gini dibahas terus.

    Komentar oleh OrangIndo — April 5, 2007 @ 5:09 am

  28. Kanapa kita islam dan Kristen Maluku mempersoalkan tentang Pattimura jangan-jangan cerita Pattimura tidak pernah ada, kalau memang ada dia dibawah perintah kerajaan apa ??? yang pernah ada di Maluku Tengah.

    Setahu saya Kerajaan-Kerajaan Islam di Maluku Tengah Seperti Kerajaan Hitu (P. Ambon), Kerajaan Huamual (P. Seram) dan Kerajaan Iha (P. Saparua)yang sangat gigih mentang penjajah dari Portugis sampai Belanda tidak ada hubungan dan keterkaitan dengan Pattimura. Ketiga kerajaan ini mempunyai Struktur organisasi yang kuat pada jamannya saja kalah pontang-panting dari Belanda apalagi Pattimura konon kabarnya cuma hanya pasukan spontanitas !!!!

    Komentar oleh Halim — April 12, 2007 @ 9:51 am

  29. Ahli sejarah Maluku perlu mentelaa lebih dalam lagi tentang Eksistensi Kerjaan-Kerajaan Islam di Maluku yang pernah punya peran penting di Nusantara, dari kerajaan – kerajaan ini maka lahirlah struktur budaya Maluku yang merupakan perpaduan antara budaya animisme dan Islam. Jadi tidak usah mempersoalkan masalah Pattimura yang tidak Jelas.

    Komentar oleh Halim — April 12, 2007 @ 10:26 am

  30. Sekedar Informasi saja bahwa saya memiliki teman dekat yang memiliki istri bermarga Pattimura dan ia beragama Islam (baik Suami maupun Istri). Bapaknya adalah keturunan ke 7 dari Kapiten Pattimura dan beragama Islam. Kakeknya adalah keturunan ke 6 dari Kapiten Pattimura dan beragama Islam. Pelurusan sejarah itu wajib, namun yang menjadi fokus dan hal yang paling utama adalah bagaimana meluruskan sejarah dengan bukti-bukti yang otentik dan tanpa menumpahkan darah sesama bangsa Indonesia. Perlu menjadi perhatian bahwa hanya kebodohan kita yang akan digunakan pihak-pihak terkait untuk menghancurkan bangsa Indonesia. Jadi, luruskanlah sejarah dan bangunlah Bangsa Indonesia dengan Ilmu Pengetahuan, sehingga harga diri bangsa tidak terinjak-injak. Sebab pada hakikatnya jika Harga Diri bangsa Indonesia Terinjak, Maka orang yang tinggal didalamnya danyang merasa menjadi bagian dari Indonesia pada hakikatnya akan terinjak pula.

    Komentar oleh Indonesia — April 14, 2007 @ 8:59 am

  31. Secara logis dapat saya sampaikan bahwa, jika kita mengkaji dari faktor geografis maka islam itu pertama kali masuk di Indonesia adalah di Maluku, dan secara historis islam maluku bukan muncul aibat dari adanya penyebaran agama oleh kesultanan ternate, bahkan jika membaca bebagai keterangan sejarah leluhur dengan artefak-artefaj yang ada di Maluku maka, islam di Maluku Lebih Tua dari Islam di Ternate dan Tidore, untuk kebenarnya silahkan menjelajahi dunia nyata buka dunia maya.

    Komentar oleh lefi — Mei 11, 2007 @ 2:15 am

  32. Patmura beragama islam, argumennya adalah bahwa kita penjajahan masuk ke Maluku yakni Portugis, selain mereka membawa misi monopoli remah-remaph juga mereka membawa misi penyebaran agama kristen. sehingga dalam semua aktivitasnya mereka akan didukung oleh masyaakat kristen maluku dan tidak mungkin di tentang. yang melakukan perlawanan adalah masyarakat muslim maluku yang saat itu menjadi objek eksploitasi dan penindasan penjajah. bukti nyata adalah hilangnya bahasa daerah milik masyarakat kristen oleh penjajah dengan tujuan agar tidak ada kerahasiaan diantara mereka, dan penghianatan masyarakat kristen terhadap penjajah sulit di lakukan. marilah kita berfikir secara rasional dan logis untuk menjawab pertanyaan apakah, patimura itu muslim atau nasrani, bagi saya label nasrani yang dipikul patimura adalah kamuplase sebagai proses pelarian diri dari kejaran penjajah. konkritnya, patimura beragama islam

    Komentar oleh lefi — Mei 11, 2007 @ 2:22 am

    • yang lebih rasional lagi adalah apakah iya,kita bisa merubah cerita tentang agama seseorang dari muslim menjadi kristen dan bahkan menjadi sejarah yang telah menjadi acuan pelajaran sekolah selama puluhan tahun di negara muslim terbesar di dunia??? pernyataan penulis yang mengatakan bahwa tidak mungkin pribumi yang di kristenkan menjadi pemberontak terhadap yang mengkristenkan dia juga tidak realistis…dalam sejarah kemerdekaan bangsa indonesia banyak pahlawan nasional yang adalah kristen..truz tentang marga, patimura adalh gelaran,bukan marga pada saat itu…yang benar adalah bahwa ada marga lessy yang mayoritas muslim ada juga marga matulessy yang adalah kristen…jadi mengaitkan gelar kapitan patimura dgn marga patimura adalah salah…satu lagi bukti yang rasional benteng duurstede berada di saparua,yang pastinya merupakan wilayah kristen..secara teoritis kalau orang2 kristen bersahabat dengan belanda,apakah iya mereka tidak akan melawan bila sahabat belanda mereka di serang…apalagi ada bukti yang tak terbantahkan kalau kapitan patimura di bantu oleh antony rebook,martha kristina tiahahu,said parentah…loh kog lebih banyak sahabat kristen yang membantu,sedang dia (patimura) menurut penulis adalh muslim???? bukankah ketika dia (patimura) sebagai muslim,berasal dari daerah muslim,mengatur rencana menyrerang wilayah kristen(saparua) harusnyakan ketika menyususn rencana penyerangan di bantu oleh pemuka2 muslim??? kenapa hanya ada nama said parenrah???? apakah rencana perangnya tidak di dukung oleh mayoritas muslim,,perlu penulis tau,kepemimpinan patimura sebagai kristen menjadi mudah,karena biasanya masyarakat kristen tidak terlalu mengkhultuskan pemimpinnya harus siapa..asal memiliki basic pasti akan di terima sebagai pemimpin.ini sangat berbeda dgn patimura sebagai muslim,pasti akan sulit,karena biasanya para sultanlah yang akan menjadi pemim[pin perang…banyak lagi ironi yang jadi pertentangan apabila patimura adalah muslim..

      Komentar oleh zemmy sohilait — Mei 11, 2014 @ 11:26 pm

      • Ka zemmy ingat lho sejarah itu di buat berdasarkan satu fersi aja dan kini menjadi sejarah secara nasional, tapi kalau kita telesuri kembali sejarah yang telah di nasionalkan dapat dibantahkan. Misialnya sejarah penyebaran masyarakat maluku dari seram berawal dari perang saudara di nunusaku hanya dongen belaka yang dirumuskan oleh saudara kita yang beragama kristiani, hal ini dapat dilihat dengan banyaknya wilayah kaum nasarani mengguna cerita ini untuk bukti sejarah penyebaran masyarakat maluku. Coba anda ke wilayah yang nota benenya beraga islam tak pernah menemukan cerita seperti demikian, pada hal mereka juga berasal dari pulau yang sama yakni nusa inia, ada sohilait dari Allang??? Di lehitu tak ada cerita tentang perang saudara di nunusaku yang mengakibatkan penyebaran masyarakat maluku ke sana (pulau ambon). Tapi alhasil kisa ini telah menjadi standar nasional untuk catatan penyebaran masyarakat maluku dan sekitarnya, cerita ini berasaal dari kalangan kristiani untuk dijadikan nasional, karena dari dulu orang kristen disekolahkan sehingga dong tau baca tulis latin lebih dulu ketimbang yang dari islam, sehingga kaum kristiani di maluku itu banyak yang dijadikan sebagai duta diplomasi (seperti Latuhariry dari haruku) dan sejarah tertulis kebanyak bersal dari cerita kekristenan. Jadi tinggal aja anda simpulkan bagaimana Pattimura itu dilahirkan dalan bingkai sejarah kepahlawanan di maluku. biar sejarah itu mulus dan dapat di terima dan dipercaya dibuat seakan-akan orang islam hanya berpangku tangan melihat penindasan dan ketidak adilan ditanah mereka sendiri, padahal sejarah perang maluku semua melahirkan pahlawan-pahlawa muslim yang tangguh seperti Tamalessy, Tulukabesi, Kaki Ali, Rijali yang berasal dari Leihitu, Raja-raja dan Sultan-Sultan di Ternate, Tidore, jailolo, huamual, dan Iha, tetapi mereka seakan-akan hanya tokoh yang dilewatkan begitu saja. Sedangkan Pattimura yang pernah tinggal di kampung karesten kini menjadi topik utama perlawan masyarakat maluku terhadap kolonial. Perang perebutan benteng durstede di saparua menjadi perang terakhir dari Pattimura, karena Pattimura ditangkap di sana dan perna tinggal di negeri ullath, tetapi Pattimura juga mengitu perang berkali-kali di luar saparuan dengan memiliki nama dan gelar yang berbeda-beda, jadi Pattimura tidak hanya ada di saparua saja tetapi dia berpindah-pinda. Sesuai dengan status dia sebagai buronan maka digunakan nama dan gelar yang berbeda untuk menyembunyikan identitas sebenarnya. Perang Pattimura di saparua merupakan perang terakhir yang diikutunya, tetapi jauh sebelum itu di juga mengikuti dan mempin perang di leihitu dan sekitarnnya.
        Orang maluku terkenal dengan persahabatan siapa yang mengenalakan kepadanya. Orang islam maluku mengambil dan mengadopsi kulturan arab sebagai patoka dan keterpauta masyarakat islam maluku begitu kental dengan dunia arab, seakan-akan orang arab adalah bagian dari jiwa mereka. Hal yang sama pula dengan pengkristenan masyarakat maluku. Sehingga keterpautan masyarakat kristen maluku mengarah pada bergaya belada dan Portugis bahkan hingga sekarang itu masih terus berlanjut. Hal inilah yang memperlihatkan karakter masyarakat maluku pada umumnya. Jadi kalau Pattimura su di kristenkan pasti dia akan begitu mencintai bangsa belanda seperti monyangnya yang dulu islam dan mencinta bangsa arab yang mengislamkannya. Apa lagi misi belanda untuk menjadikan maluku sebagai ladang penginjilan dengan menjalankan metode 3G, mana ada Pattimura tidak mau kalau saudarahnya yang belum kristen yang dikristenkan belanda ditentang olehnya. Coba anda kembali renungkan pengkristenan negeri halong yang dulunya adalah islam menjadi basis pertahanan islam leihitu untuk menghadap perang Hitu, setelah pengkristenan halong itu terjadi dan berhasil masyarakat leihitu mulai kelawahan menempatkan para rakyat untuk menghindari perang yang hedak berkicamuk. Banyak sejarah mengkisahkan proses pengkristenan terjadi di maluku dapat melemahkan perjuangan maluku membebaskan diri dari penjajahan. Untuk membendung pengaruh belanda terhadap saudara mereka yang telah kristen, maka dibuat bentu suatu tali persaudaraan kokoh yang kita kenal dengan pela-gandong, bertujuannya merangkul saudara kristen agar tidak dimanfaatkan oleh belanda untuk menggagalkan perjuangan.
        Sistem pecah belah adalah hal yang paling ampuh untuk menanam kekuasaan yang paling baik digunakan belanda, salah satunya dengan cara pengkristenan. Sehingga perjuangan rakyat kristen terhadap penjajah bukan dari hati, tetapi pengaruh dari saudara mereka yang muslim ingin terbebas dari penjajahan, sehingga melahirkan tokoh pahlawan yang dikenal dari kalangan kristenan. Lihat lebih jau di timor leste dan maluku tenggara, kita tak pernah dengar adanya perang besar yang dahsyat seperti di iha, huamual dan leihitu dan wilayah-wilayah yang nota bene yang beragama kristen tidak ada perlawanan dari mereka akan tetapi malah menjadikan mereka untuk melakukan pelayaran Hong dalam menaklukkan wilayah islam yang belum dikuasai nyolanda. Jangakan dikalangan kristiani dari kalang muslim pun yang telah dibuai oleng gula-gula belanda untuk menghancurkan pertahanan rakyat maluku, apalagi kalau mereka telah dikristenkan malah itu lebih dipercepat lai.
        Untung penginjilan besar-besar di negeri lima dapat digagalkan sehingga maluku diselamatkan, karena pada waktu itu kekuatan umat islam maluku masih kuat dan bertahan di leihitu, sedangkan Kerajaan Ternate berada dalam masal ekonomi Kerajaan akibat sistem monopoli pala-cengkeh di wilayah itu, Kerajaan iha telah hancur, Kerajaan huamual telah musnah bahkan tak ada yang mendiami kota luhu selama kekerasan terjadi di sana, rumphius mencatat dalam bukunya perang huamual mengakibatkan tak ada suara ayam berkokoh di dalam kota luhu.
        Setiap ada benteng di tiap kota di maluku pasti ada pengkristenan di sana dan penyebaran Injil pun dari sana pula.
        Banyak hal yang harus dikaji ulang dan diluruskan dari sejarah maluku itu sendiri. Satu hal yang harus diingat sebelum terjadi penjajahan maluku telah berdiri Kerajaan berkebudayaan islam. Banyak hal yang dapat dikaji, tapi cukup sampai disinih dulu yang…
        Semoga bermanfaat
        NKRI harga mati…..

        Komentar oleh a.msc06 — Oktober 14, 2014 @ 8:56 am

  33. Kusongsong Cahaya-Mu

    Akhirnya, aku mendapatkan kunci itu…..
    Setelah berjalan beberapa tahun,
    dalam penantian di kepekatan malam
    secercah cahaya membuatku terhenyak
    Sebuah kesadaran dari ujung kontemplasi ikhtiarku yang maksimal

    Aku yang dilahirkan dari keluarga multi SARA
    Akhirnya menyadari bahwa hanya kebenaran dari agama itulah
    yang memiliki kedalaman makna hakikat
    Semuanya terlihat lebih nyata
    Lebih cerah bagai langit tak berawan
    Api terlihat api, madu terasa madu

    Di sebelumku,
    walaupun ada beberapa yang rasanya bagaikan madu,
    namun oleh karena dikelilingi api, maka lelehlah dia, tak bersisa

    Terima kasih Tuhan,
    Engkau telah buka kepekakan telinga ini,
    Engkau telah pecahkan hati-hati
    yang telah mengristal akan kebencian terhadap pedoman saudaraku,
    Hanya untuk mempertahankan ego kefanatikanku atas satu agama
    Buah dari doktrin di masa kecil
    Doktrin yang tidak logis
    Doktrin bak puisi air fatamorgana di padang pasir
    Menawarkan sejuta kesejukan,
    namun manakala terlihat dekat,
    hanya kehampaanlah yang didapat

    Kini kutinggalkan kegelapan di masa senjaku,
    Dunia bibir yang penuh keindahan
    berwajahkan materialisme dan fitnah-fitnah akan Tuhan Yang Maha Indah,
    Kusongsong cahaya-Nya

    Dengan segenap batinku, yang tercipta dari-Nya
    Rasa sejuk karena telah menyadari kasih sayang-Nya
    Yang telah membuat dunia ini sempurna, begitu indah
    Begitu juga dengan duniaku
    Tiada yang menyentuh rasa-rasaku sebagai insan ciptaan-Nya
    Kecuali…ISLAM

    Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad Adalah Utusan-Nya, Aku bersaksi…

    Dalam kesejukan sujud di kantor tercinta,
    Cirebon, 28 Mei 2007

    Komentar oleh OrangIndo — Mei 28, 2007 @ 3:49 pm

  34. Kalau kita membaca sejarah perjuangan para pahlawan kita di Indonesia…kita teliti yang sebenarnya…mengapa karena di Indonesia banyak memutar balikkan sejarah (Banyak manupulasi) yang dibuat oleh penulis sejarah bangsa Indonesia. Jadi kita mau percaya yang mana betul…? karena semua butar balik sejarah…banyak pembodohan yang dilakukan oleh mereka terhadap rakyatnya…ini kenyataan dalam negara RI.

    Lihat saja peristiwa Kudeta 30 september peristiwa PKI…? nah ini adalah permaianan licik bangsa RI Jawa terhadap pembodohan terhadap rakyatnya. Jadi banyak manupulasi dimainkan oleh elit-elit kita dengan segala penipuan sejarah utk tetap menutupi peristiwa yang sebanarnya…ini fakta tentang apa yg terjadi sejarah bangsa RI ini. Jadi kita mau percaya siapa…karena semuanya
    adalah bangsa paling munafik di Indonesia adalah bangsa Indonesia.

    Lihat saja sejarah penyerahan Papua karena penipuan sejarah dibutar balikan…dengan permainan licik politik RI…Amerika kena tipu dan papua dalam NKRI….inilah
    liciknya tentang munupulasi sejarah bangsa Indinsia tak dapat dipercaya begitu saja karena….
    inilah kemunfikan bangsa RI dengan permainan ‘MANUPULASI SEJARAH.

    Komentar oleh Mr. Nunusaku — Mei 30, 2007 @ 11:59 am

  35. ‘Amerika kena tipu dan papua dalam NKRI’, said Mr.Nunusaku.
    huhauehuaheuhuaehuahuahuuah, the freeport is always in my arms, forever
    Gain of freeport such as gold, oil, etc, will give 1 thousand years of our people to life.
    We can progress our development, give more job for the people, houses, feed, and cloths freely from freeport only for one thousand years of United States of American’s life.
    I am a burglar, u know
    I am a robber, u know
    I am an assassin for millions people who killed at Iraq, Palestina, Sudan, Somalia, Bosnia, Afghanistan etc, u know
    But I am…Mr.Untouchable, u know
    Always and forever
    Live Me, Prepare for Glory
    The King Of The World, Mr.Georgie Bush

    Komentar oleh Mr. Georgie Bush — Juni 4, 2007 @ 10:00 am

  36. Saya percaya dan yakin kalo Pattimura itu seorang muslim.
    Sejak dulu yang menentang bangsa barat (Portugis & Belanda) di Maluku itu orang-orang muslim.

    Orang – orang pribumi maluku yang dikristenkan justru digunakan penjajah sebagai senjata untuk memerangi pejuang2 Islam.

    Hal ini terjadi sejak jaman Sultan Khairun vs Portugis, orang2 pribumi di pedalaman Halmahera dan Maluku selatan sengaja dikristenkan dan dihasut untuk memberontak kepada penguasa-penguasa Islam.

    Kaum penjajah tak bisa mengandalkan kekuatan mereka yang tak seberapa banyak di negeri orang makanya pribumi2 yang dikristenkan dijadikan ujung tombak. Cara ini juga ditempuh Belanda ketika berkuasa, orang2 kristen maluku berperang di pihak Belanda dalam perang Aceh.

    Karena hal ini pula maka setelah kemerdekaan orang2 kristen Maluku sengaja memutarbalikkan fakta dengan mengatakan Pattimura (dan wanita muslimah yang disebut mereka Christina M. T.) itu sebagai kristiani. Mereka lakukan demikian agar dianggap turut memiliki andil dalam perjuangan kemerdekaan bangsa ini.

    Komentar oleh Maluku Boys — Juli 25, 2007 @ 9:38 am

  37. Jika Pattimura dkk memang kristen kenapa kaum kristen Maluku bisa setia side by side dengan penjajah Belanda hingga ratusan tahun kemudian? Sudah lupakah mereka betapa leluhur mereka mati di tiang gantungan?

    Komentar oleh Maluku Boys — Juli 25, 2007 @ 9:43 am

  38. maaf, TOLONG U kalo nulis yang ada hubungannya dengan sejarah apapun dikasih referensinya (jangan asal tulis diambil dari beberapa sumber) atau malah berusaha ngaburin sejarah.
    Selain itu spy U tidak dianggap “nyebar fitnah” sejarah. TQ
    salam

    Komentar oleh alihusodo — Juli 27, 2007 @ 2:00 am

  39. Polemik tentang Patimura tidak akan berakhir hingga akhir zaman. Jadi biarkan aja jalan, asal pada koridornya. Sekilas info di tahun 200302004 kami komunitas mahasiswa MAluku di Yogya juga terlibat polemik ini, namun berakhir dengan pertanyaan terbuka (open ended) jadi siapa yang mau bikin riset dan jadi buku yang bagus tentang sejarah PAttimura, beta kira ok-ok saja. mari katong buka polemik pada hal-hal yang lebih produktif untuk masa depan Maluku kita. Danke kawan-kawan…

    rr

    Komentar oleh rudy rahabeat — Juli 27, 2007 @ 3:43 pm

  40. pattimura itu memang ada 2 sosok yang berbeda yang satu pattimura tua yang berasal dari seram barat dan yang pattimura yang satunya lagi yakni thomas matulessy yang pada saat proklamasi haria bergelar kapitan pattimura.
    bukti dari adanya perlawanan sengit terhadap pattimura tua adalah tidak dibangunnya pulau buru pulau yang paling subur di maluku namum tak di bangun oleh belanda, sedangkan pulau haruku tidak dibangun karena kapitan pattimura (thomas matulessy) dianggap berasal dari desa hulaliu, ini dapat dilihat dari hampir punahnya marga silatnaya dari kariu karena dikira marga noya dari hulaliu (atas kebohongan dari tuanakotta raja hulaliu saat itu)

    Komentar oleh augustinus_robert — Agustus 7, 2007 @ 8:42 am

  41. pattimura adalah seorang???

    kayanya masuk akal..

    Komentar oleh samy — Agustus 31, 2007 @ 1:07 pm

  42. Gw jadi bingung lihat diskusi ini.

    Oke , meluruskan sejarah itu perlu dan bagus. Lakukanlah itu dgn kepala dingin dan dengan BUKTI dan REFERENSI yg jelas (spt disinggung oleh beberapa rekan ssbelumnya). Diskusikan secara waras, tidak perlu menjelek-jelekkan salah satu pihak.
    Kalo gak jelas, lebih baik jangan asal ngomong apalagi sampe mem-posting cerita lain yg kagak ada manfaatnya sama sekali , sperti posting nomor 23 (by marcus — February 22, 2007 @ 5:35 am).
    Itu sih cuman mengadu domba aja.
    Kebenarannya pun sangat diragukan…. Jadi, apa manfaatnya ?

    Kita nih lebih mending melihat ke depan , bangsa ini mau dibawa ke mana sih ?
    Ngapain mesti selalu ribut mengenai masa lalu ?
    Berpikir dan bertindaklah yg lebih dewasa, jangan berdebat seperti anak kecil.

    Setuju …. ?
    Intinya : Masa depan anak cucu kita dan negeri ini yg jadi fokus kita. Kalo kita sekarang ribut melulu, maka generasi2 mendatang pun akan mewarisi “keributan” tsb.
    Hasilnya apa ?
    Ya paling2 100 tahun mendatang kondisi negeri ini gak bakal beda jauh spt skrg. Konyol kan …?

    So, gw pengen usul aja : Mari kita bersama membangun negeri ini, dari Sabang sampe Merauke, agar semua bisa maju.
    Kesalahan2 atau gesekan2 di antara umat bisa aja terjadi, tapi sikapilah secara dewasa dan logis.
    Selesaikan secara baik, sesuai aturan hukum yg ada. Tidak perlu berdebat kusir, dan menyebarkan isu2 provokatif atau men hakim sendiri.
    Kalau aturan2 yg ada belum akomodatif , mbok ya bawa ke DPR spy dibuatin UU-nya. Beresin struktur dan fungsi2 pemerintahan yg terkait. Upgrade kemampuan dan kualitas manusianya.
    Dari pada habis energi utk berdebat kusir kayak di thread ini, mending kita pikirin hal2 konstruktif apa yg bisa dilakukan utk membuat bangsa dan negara ini bisa jadi lebih baik, lebih adil, lebih sejahtera, lebih maju, lebih dewasa………
    Lakukan yg terbaik sesuai bidang & kemampuan masing2.

    Oke…. selamat berjuang :)

    Komentar oleh Peace — September 1, 2007 @ 9:44 am

    • Masalah adalah pelajaran untuk masa akan datang. Sejarah merupakan asal usul jati diri kita sendiri. Bagai mana bisa kita membangun bangsa ini kalau jati diri bangsa ini kita tidak tau, akhir-akhirnya mengadopsi kultural barang kedalamnya.
      Apa yang akan kita wariskan anak cucu kita natinya??? Malah senaliknya kalu kita tidak mengklirkan jati diri kita mulai dari sekarang, malah anak cucu kita semakin brutal dalam menanggapi jati diri leluhur mereka yang tak pernah klir. Semakin panjang generasi itu tumbuh semakin jauh dari kenebaran sejarah, semakin jauh dari kebenaran sejarah makan semakin banyak fersi yang dilahirkan, dan akhirnya sejarah itu tak akan pernah bersih dan kami hanya menunggu jati diri kita diambil dan dibuang kelau, terus kita ambil punyanya orang dan akhir brantem tak bisah dipisahkan.
      Jadi kapan lagi, mari mulai dari sekarang kita duduk untuk mengklirkan sejarah kita dan jati diri kita untuk membangun bangsa ini.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 14, 2014 @ 9:05 am

  43. ngawur tu tulisan, darimana tuh data ..jang bikin sejarah yang aneh-aneh…kalau ale org ambon jangan sampe tete nene moyang talang kau hidop2 tap kalau orang luar bukan anak negri… semoga tete momo loko ale

    Komentar oleh anak negri — September 14, 2007 @ 6:23 am

  44. gue pikir itu artikel bener banget. logis! dahsyat!!
    siiip lah
    emang sejarah itu banyak yg ngawur
    so lurusin aje

    Komentar oleh Pengantin Bidadari — Oktober 1, 2007 @ 10:12 am

  45. emang bangsa ini banyak merekayasa sejarah.
    jadi tidak ada suatu kebanggaan pun yang bisa menjadi pemicu semangat rakyatnya untuk bekerja, membangun.
    sejarah adalah salah satu katalis motivator tertinggi. semacam prestige.
    dengannya kita bisa menghargai nenek moyang.
    semoga artikel diatas ditindaklanjuti pemerintah khususnya departemen pendidikan.
    salute!!!

    Komentar oleh china towner — Oktober 4, 2007 @ 2:00 am

  46. Bangsa ini sudah kacau gara2 agama, ga usah ditambah dengan pelurusan sejarah yang faktanya ga jelas deh. Apa kurang kerusuhan2 yang sudah memakan banyak korban jiwa. Kalau pun mau usulan bagus, cobalah tingkatkan mental bangsa ini biar ga cepat emosi cuma gara2 argument yang kuat dasarnya ok… Kalo kita2 ga bisa damai, lama2 indonesia bisa tenggelam

    Komentar oleh someone — Oktober 5, 2007 @ 2:24 am

  47. ARTIKEL YANG BAGUS BANGET!!
    kita harus objektif.
    kalo memang benar kenapa harus ditutup-tutupi.
    Kalo ditutupi malah akan memicu perpecahan, sebab akan ada yang menuntut.
    PS: Teruskan sampai proses investigasi.
    DUA (2) JEMPOL UNTUK REDAKSI!!!

    Komentar oleh agustinus — Oktober 8, 2007 @ 5:02 am

  48. negeri ini dijajah, dirodikan, dibunuh, diperkosa HAM 350 tahun oleh Belanda. Sebelumnya pernah disatroni oleh Inggris dan Portugis. Yang terakhir, Jepun mengakuisisi 3.5 tahun dengan menenggelamkan jutaan anak bangsa lewat romusha.
    3 (tiga) negara di awal religinya berbasis nasrani. Masyarakat Jepang sendiri mayoritas Budha.
    Indonesia tidak pernah dijajah Arab. Islam hanya dikenal melalui jalur niaga. Tapi anehnya mayoritas agama yang dianut oleh 95% penduduk pada 1985 adalah ISLAM?
    Implikasinya 95% adalah orang-orang hasil seleksi alam yang kuat dijajah.
    Sedangkan 5%nya adalah… (simpulkan sendiri)
    Kalo gak bisa menyimpulkan, menurut Darwin, mereka itu adalah komunitas lemah, atau merupakan bagian dari proses mutasi, mungkin pula katalisnya.
    Believe it or not?!

    Komentar oleh santowillem — Oktober 8, 2007 @ 5:15 am

    • dan karena itulah darwin menjadi kristen sebelum ajalnya,dan mengaku menyesal dgn teorinya…fakta!!!

      Komentar oleh zemmy sohilait — Mei 11, 2014 @ 11:36 pm

  49. dengan kata lain, selain lemah tak punya prinsip, mereka itu adalah orang-orang asing, dan komprador asing. bukan begitu?
    hampir seluruh akar peperangan di dunia adalah diakibatkan perbedaan akar ideologi.
    jadi, mana mungkin patimura kristen memerangi bangsa kristen?
    kecuali dia itu seorang yang berbeda agamanya.
    atau kalau dia emang kristen, dia hanya punya maksud menumbalkan pasukannya yang Islam?
    ah, terlalu jauh itu, walaupun tetap logis adanya.

    Komentar oleh santopetrus — Oktober 8, 2007 @ 6:00 am

  50. Riwayat penyebaran agama tersebut di bumi pertiwi memang berdarah-darah. Ini adalah FAKTA tak terbantahkan.
    Mulai dari perbudakan, penganiayaan rakyat kecil sampai kerja paksa tanpa kemanusiaan.
    Ini jelas kontradiktif dengan Islam. Penyebarannya begitu menyentuh dan meresap di hati sanubari setiap insan pribumi.
    Mengapa?
    Karena di dalam setiap diri manusia ada fitrah kebaikan yang ada pada konsep Islam sebuah konsep yang diciptakan Tuhan untuk kebaikan manusia dalam menjalani kehidupan di muka bumi.
    Buat Pejuang Salib, janganlah engkau mengritik sesuatu yang engkau belum mengenalnya. Kritik yang objektif terjadi manakala engkau mengenal betul objek kritikan.
    Karena itu kenalilah Islam dari literaturnya, dari Al-Qur’an, dari Hadits, yang semuanya itu akan membawa kebaikan bagi dirimu (baca: ‘apa kata mereka tentang Muhammad’ pada situs ini)
    Jangan kenali ia dari kritik tak berdasar dari mulut-mulut berbusa penuh nafsu kebencian dari golonganmu.
    Engkau tahu saudaraku, hidup itu hanya sekali, tak bisa engkau mengulanginya.
    Ketika tabir kematian dibuka, maka pada saat itu engkau akan tahu apa yang engkau tuju sebenarnya dan untuk apa hidupmu itu engkau pertanggungjawabkan.
    Beruntung sekali karena engkau telah berkenalan dengan jalan ini.
    Jalan kebaikan, jalan yang diridhoi Tuhan untuk kebaikan umat manusia, makhluk ciptaan-Nya.

    Komentar oleh exlegiuntemplar — Oktober 8, 2007 @ 9:29 am

  51. Pattimura adalah seorang Muslim, Wong Fei hung juga seorang muslim, Laksamana Cheng Ho Juga seorang MUSLIM.

    kalian saja yang ngak terima kalau PATTIMURA itu adalah seorang Muslim.

    Trus apa masalahnya buat kalian (orang Kristen) seandainya Pattimura MUSLIM. apa kalian akan MATI KELAPARAN dikarenakan PATTIMURA adalah orang muslim ???

    di mata saya sebagai Ummat ISLAM
    DEMI ALLAH SWT Sesungguhnya YESUS (Isa As) ADALAH SEORANG MUSLIM !

    Komentar oleh Ulil_Abshar_Abdullah — Oktober 10, 2007 @ 12:57 am

    • nenek moyang bangsa yahudi berasal dari ur kasdim negri 1oo1 malam pemuja dewa baal spt firaun,
      dan banga yahudi mempunyai agama sendiri yaitu agama yg berdasarkan taurat yg mengharamkan babi dan bersunat,
      dan dalam kitab suci kristen menegaskan bahwa allah akan menjadikan bangsa yahudi sebagai bangsa yg diberkati
      dan ini terbukti dgn putra-putri telah menguasai dunia sejak dahulu kala,
      dan sejak zaman modern secara tersembunyi bgs yahudi telah lama mengusai; usa, inggris,jerman,dan lain2 termasuk indonesia(free-port tambang emas terbesar di jagad raya,
      yesus org yahudi beragama yahudi bukan kristen,
      dan
      islam lahir setelah ada muhammad setelah beberapa lama yesus lama menyebarkan ajaranya,
      dan yg kristen adalah roma yg pd waktu itu yahudi berada dibawah pemerintahan gubernur pilatus wakil dari roma,
      so;
      yesus adalah org yahudi,
      yesus isa al maseh bukan islam,
      yesus lebih dulu lahir dari muhammad sang pendiri islam,
      roma adalah kristen,
      yahudi=agama yahudi
      arab modern= agama islam
      arab kuno= penyembah baal
      roma= agama kristen,
      sekedar invo utk tdk salah paham dan salah komentar,
      wass…
      ybu…

      Komentar oleh ebrahem el liott — Agustus 2, 2010 @ 4:42 am

      • Iya, yesus yahudi yang taat bukan yahudi abal-abal kaya sekarang.
        Tapi saya mau tanya:
        1. kapan yahudi itu lahir?? Kapan yeusus bilang dia yahudi??? Dan di mana kita menemukannya???
        2. Kalau yesus yahudi, kenapa dia pergi ketaman getsmani di saat malam paska dan mereka kaum yahudi mengapa mau salibkan dia jika dia yahudi dan kenapa di saat malam paska??? Bukankan itu penistaan atas agama mereka sendiri???
        3. Jadi roma kristen dan orang kristen dibodohin menggunakan Injil yesus yang katanya di rabbi kristiani.
        ale jawab akan sendiri jua eee!!! Jang posting di sini, soalnya lagi bahas Pattimura bukan pati yesus dan pati roma.

        Komentar oleh a.msc06 — Oktober 14, 2014 @ 9:15 am

  52. Bener nih Bang Ulil?!
    Kalo bener, alangkah gembiranya saya dan semua umat Islam jika engkau kembali ke jalan-Nya.
    Bang Ulil, sejauh mata memndang, selebar langkah ini mengembara, di satu titik pasti langkah itu akan terhenti.
    Bang, engkau adalah filsuf di mata-Nya. Mudah-mudahan engkau menjadi filsuf pula di hati-Nya.
    Telah tiba saat kembali.
    Bang Ulil, kami tunggu, commit anda di jalan ini…
    jika engkau…kembali

    Komentar oleh exlegiuntemplar — Oktober 10, 2007 @ 1:24 am

  53. Apakah agama mengajarkan bahwa Tuhan harus dibela?
    Apakah teroris adalah membela agama?
    Apakah Pattimura pahlawan agama?

    Plz…jgn fanatik picik.

    Komentar oleh Lalong liba — Oktober 23, 2007 @ 11:49 am

  54. Wah, maksudnya apa tuh?

    Tuhan gak perlu dibela, agama bukan untuk membela Tuhan.

    Imam Samudra itu teroris, tp Islam bukanlah imam samudra or Osama

    Pattimura itu sudah mati, emang kalo dia Kristen, trus knapa? or Kalo dia Islam trus knapa?

    Santai aja

    Komentar oleh Ahmad Sabbili — Oktober 23, 2007 @ 12:24 pm

  55. mas exlegiuntemplar, jangan gr, sorry yang ini bukan ulil abshar abdalla yg JIL kali, sy gak yakin, b t w saya spendapat dengan mas ulil ini.

    Komentar oleh Endro — November 3, 2007 @ 4:01 pm

  56. Cerita bahwa Pattimura adalah muslim adalah benar adanya. Yesus pun seorang muslim. Ibrahim, Musa, Harun dan seluruh Nabi-nabi adalah muslim.
    Yang saya ragukan adalah justru pendapat orang-orang kristen. Mengapa orang asli Indonesia mau menganut kristen padahal kristen adalah warisannya penjajah. Ingat kata-kata atau semboyan mereka: GOLD, GLORY, GOSPEL (Emas, Menang, Kristen). Dan mana mungkin ada pejuang Indonesia yang menentang penjajah (Portugis, Belanda, Inggris) kalau bukan orang-orang yang benci karena agamanya hendak dirusak (dikristenkan). Jadi seharusnya, agama yang boleh berkembang dan boleh dianut orang asli Indonesia adalah : Budha, Hindu dan Islam. Ketiga agama ini sudah hidup damai semenjak zaman Majapahit. Dan perpecahan timbul semenjak datangnya kaum salibis (kristen).

    Komentar oleh Aryanto — November 13, 2007 @ 12:39 am

    • nabi ebrahem, jusuf, daud, sulaeman, isa almaseh, dllnya adalah sebagian besar bangsa yahudi dan beragama yahudi dengan azas taurat dan bersunat bukan bangsa arab penyembah dewa baal
      setelah beberapa ratus tahun lahirlah muhammad yg dikenal sebagai nabi dengan sekian istri alias gemar berpoligami melahirkan sekaligus menyebarkan agama islam
      dan
      agama asli penduduk di nusantara adalah animisme dan dinamisme,
      bukan
      hindu/budha berasal dari india,
      islam berasal dari arab,
      dan kong hu cu dari china,
      dan
      kapiten thomas ahmad pattimura mattulessy asalah pahlawan nasinonal indonesia,
      bukan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!,
      pahlawan kristen
      apalagi pahlawan islam,
      pahlawan islam adalah gamal abdel nasser, yasser arafat,
      wass………
      ybu

      Komentar oleh ebrahem el liott — Agustus 3, 2010 @ 1:45 am

      • Kenapa gamal abdel nasser, yasser arafat pahlawan islam???
        Apa bedanya animisme dengan penyembah berhala???
        Kapan ebrahem bilang dia itu yahudi dan dari mana anda tau dia yahudi????
        ale jawab akan sendiri jua eee!!! Jang posting di sini, soalnya lagi bahas Pattimura bukan yang itu…

        Komentar oleh a.msc06 — Oktober 14, 2014 @ 9:18 am

    • maaf ya,,,,
      ,,,menurut anda apa kami,,senang jadi orang indonesia,,..?????? negara yg menipu rakyatnya sendidri,,,..???????jadi kami bukan bagian indonesia,,,yg menurut anda?saya setuju,,,,
      tp ngk usah bawa2 agama,,,,
      ,,,agama yg baik ada;ah agama yg menghargai orang lain bikan mengucilkan,,,,
      ini aja uda mencerminkan apa yg di ajarkan agama anda,,,,,,,,,,,,
      ….mengenai pattimura,entah dia mau muslim atau krosten…itu gk penting,sama aja perjuangan nya juga sia2,,,
      orang MALUKU tetap menderita krna di jajah INDONESIA,,,
      …JDI INTINYA,,,,KITA BLUM MERDEKA yg sebenarnya……..
      …..buat orang yg bukan orang MALUKU,jngan sok tau dan ikut campur,,,,,,klw orang maluku bilang’BASAHUA,,,,,
      …klian itu biang tuk hancurkan tali persaudaran kami orang maluku,,,
      ,,,mau ISLAM atau KRISTEN,,,,kami adalah satu DARAH,,,satu bangsa ALIFURU…..

      Komentar oleh ALIFURU GENERATION — November 17, 2013 @ 8:02 pm

      • Ini lah salah satu propokatornya yang mau dijadikan negara boneka buatan belanda……
        Pengecut….. pemikir biadab dari maluku….
        Beta manyasal dan pejuang manyasal pung saudara for ose…

        Komentar oleh a.msc06 — Oktober 14, 2014 @ 9:22 am

  57. tul tuh!
    generasi kristen yg sekarang aja kali yg gak nyadar kalo nenek moyangnya dulu itu muslim. namun karena tekanan baik siksaan maupun godaan (materi) akhirnya terpaksa deh..murtad.
    So, seharusnya generasi muslim yg sekarang bangga kalo mereka tuh keturunan orang-orang yg punya prinsip, bukan yg bermental tempe.
    Mau bukti? orang Islam banyak yg kelaparan dan ditimpa godaan perusak pikiran (ghazwul fikri) tapi mereka tetap konsisten, teguh dalam akidahnya.
    Tapi orang kristen, weleh weleh, sampai mindahin kakayaan mereka yg jumlahnya menurut detik.com kemaren2 800 triliun. Alhasil Singapur yg katanya kaya raya itu sampai berani beli pasir indonesia ternyata dikayakan sama orang indonesia (menurut berita itu pula 45% kekayaan Singapur ya dari simpenan Indonesia itu). Sayang ya, harusnya duit segitu bisa ngelunasin seluruh hutang swasta Indonesia yang jumlahnya cuma 500 triliun (1997).
    Malah kite curiga, kalo mereka yg ngumpul disitu terkait BLBI.

    Komentar oleh graham bayiid — November 14, 2007 @ 2:21 pm

  58. PANTESAN NEGARA INI BANYAK PENGANGGUR, TERNYATA SETELAH NGEMPLANG DUIT NEGARA, MEREKA CHAO KE NEGARA RAJASINGA. ALASAN MEREKA BUAT KREDIT MACET JELAS: “PABRIK KITA BANGKRUT! SO, SORRY KAGAK BISA BAYAR” PADAHAL MAH DITRANSFER KESONO.
    PABRIK BANGKRUT PEGAWAI PHK PENGANGGURAN MEWABAH KRIMINALITAS MENINGKAT, DUIT NEGARA LUDES, WHEW UNTUNG DUIT DOUBLE DOUBLE DARI JUAL PABRIK SAMA KREDIT MACET!!
    CHING CAI LAH
    Pesan buat pemberi kredit:
    KEBERPIHAKAN ANDA KEPADA WNA TELAH MERUSAK TATANAN EKONOMI YANG BERAKIBAT STAGFLASI DAN DEPRESIASI KURS. PEMBANGUNAN TAKKAN BISA JALAN KALO SEMUA SEKTOR EKONOMI DISERAHKAN KEPADA ‘ASING’ DAN ASING.
    Buat para penegak hukum, HAKIM, JAKSA, POLISI DAN TENTARA AMA PEMBELA (anda ini pembela kebenaran yang baik apa pembela kebenaran yang jahat?!!): ANDA INI DIGAJI RAKYAT BUKAN BUAT KONGKOW2, PAMER KEKUATAN DENGAN SALING MENYERANG PENEGAK HUKUM YANG LAIN. SERANG TUH PARA PERUSAK KEAMANAN, PEMBUAT RESAH MASYARAKAT, YANG MEMBUAT MASYARAKAT TIDAK NYAMAN BEKERJA, BELAJAR DAN BERAKTIVITAS-YANG BAIK, JEBLOSIN PARA BANDAR NARKOBA, MIRAS, JUDI, PROSTITUSI, PERAMPOK-PEMBALAK LIAR-PENCURI IKAN-KORUPTOR-CALO; TIKET-PENUMPANG-SUPIR, KALO BISA EKSEKUSI MEREKA DENGAN HUKUMAN SETEIMPAL KARENA MEREKA TELAH MENGORBANKAN JUTAAN RAKYAT MISKIN YG PUNYA HAK HIDUP, HAK BEKERJA, HAK SEKOLAH UNTUK KEPENTINGAN NAFSU PRIBADI.
    Buat penyelenggara pembangunan/departemen2:
    KURANGI BIROKRASI, TUMBUHKAN ENTREPRENEUR2 LOKAL. SOAL OTAK DAN NURANI BISA DIADU. USUT AGEN2 EKSPORTIR YANG MENGHAMBAT PRODUK KITA MASUK PASAR INTERNASIONAL. DENGAN KEUNGGULAN ABSOLUT DARI SDA DAN UMR YANG BERSAING DITAMBAH POLESAN TEKNOLOGI UNUTK MASUK KUALIFIKASI MUTU GLOBAL, PRODUK KITA AKAN MEMILIKI KEUNGGULAN YANG JAUH LEBIH KOMPARATIF.
    Buat para pemimpin:
    HAMBAT EKSPOR BARANG MENTAH. DIDIK DAN DISTRIBUSI PARA PEMUDA POTENSIAL KE WILAYAH2 POTENSIAL YANG BELUM TERGARAP. BATASI EKSPLOITASI BARANG TAMBANG buat ASING DAN KOMPRADORNYA UTAMANYA YANG MEMILIKI MASA HABIS, SEPERTI MINYAK, EMAS, URANIUM (katanya POSO yang bergejolak itu kayaUranium ya, awasi intel asing yg hobi ngobok2, buat regulasi khusus yang bikin mereka kapok; penjara seumur hidup, kalo dalang pengacau, ya maaf saja, karena disinyalir korban sudah begitu banyak, mohon dieksekusi saja) DLL (CONTOH CHINA: “BIARLAH GENERASI MASA DEPAN YANG MEWARISINYA”.)
    Berikan kesempatan pertama bagi anak bangsa mencicipi BLUECHIP pertama kali. untuk jual saham tahap berikutnya ya monggo wae buat para WNA (kayak malaysia)
    BABAT HABIS SEGALA YANG KONTRAPRODUKTIF; NARKOBA (merusak karir artis hehehe, padahal kalo kalian mau tahu, disono memang ada jaringan terselubung untuk membuang ‘beberapa saingan’ dengan mencekokinya with drugs, habis teler: DILAPORIN DEH!), MIRAS (merusak pemuda harapan bangsa), JUDI, PROSTITUSI dan PORNOGRAFI(Merusak para eksekutif dan pelajar brilian), ROKOK?! (maaf nih buat para pecandu rokok, buat aku rokok itu cuma nguntungin segelintir manusia tapi ngutungin seabreg2 manusia. harga jual bahan mentah rokok; tembakau dari petani ke pengusaha itu kecil, begitu pula upah buruh rokok. terus yang ketiban untung besar, ya jelas para pengusaha yg buktinya orang terkaya adalah pengusaha pabrik rokok dan dokter kali, yg bukan perokok tapi memanen biaya pemeriksaan pasien ketergantungan rokok. kalo tidak dibatasi sekarang dengan cukai gede2an seperti di negara lain dus memberikan alternatif memroduksi tanaman lain yg sebteulnya punya return jauh lebih besar dari tembakau seperti ganja eits sorry itu mah kudu en wajib hukumnya diberantas, maksudnya seperti paprika, jahe, lada, gandum, padi, tanaman2 hortikulutura, sayur2an dan buah2an yg saat ini suka diimpor dan pasarnya bagus baik di indonesia maupun di pasar global namun kita juga bisa tanam di negeri yg subur makmur ini(departemen pertanian! kita tunggu sumbangsih kalian, jangan sampai hasil2 penelitian itu yg memerlukan waktu, tenaga dan biaya yg tidak sedikit malah dikembangkan negara lain, maksudnya jangan jualan bibit melulu. urus saja departemen anda, mencipta, kalo nggak buat inovasi, kalo nggak bisa ya imitasi saja, gitu aja koq repot!dan bantuin para petani.
    Para buruh pabrik rokok yang pasti sangat terampil dan terlatih itu bisa diakomodasikan dengan membangun usahanya sendiri di lahan2 produktif yg belum tergarap atau membuat sentra2 industri rumahan seperti di China, yg dengan kooordinasi departemen2nya bisa menjadikan rumah sebagai ladang industri berteknologi tinggi, seperti pembuatan sepeda motor misalnya. kalo situasu wabah rokok ini yg nantinya disinyalir akan menjadi epidemi, betapa bisa dibayangkan, rakyat menjadi kontraproduktif-sialnya penganggur itu adalah perokok kuat, invalid oleh penyakit, banyak lahan potensial mati, anggaran biaya kesehatan negara meningkat, kualitas hidup menurun, kriminalitas bejibun, TSUNAMI LAGI DEH!!!
    Bukan begitu gus MAUL (MAUL yg nyeponsorin GUS DUR itu bukannya MAs ULil abshar, pentolannya JIL. GUS DUR itu nylenehnya mirip MAUL ya, kayak adik kakak, guru murid gitu lho)

    Komentar oleh ODE EPIK — November 14, 2007 @ 2:23 pm

  59. bener ngeri banget sekarang tuh.
    bayangin pecandu narkoba 3,2 juta penduduk.
    800.000 diantaranya bocah SD dan SMP (ditambah kasus ngelem).
    Perokok?
    Lebih gile lagi jumlahnya. SO, seharusnya duit yg dibakarin tiap hari itu bisa dikoordi buat dibikinin pabrik mungkin bisa sampai 1000 pabrik sehari.
    Mao bukti!!!
    Nih:
    perokok misalnya 20 juta. sehari misalnya sebungkus @5.000,00. total dana terkumpul sehari:
    20.000.000 x 5.000 = 100.000.000.000
    Dari Narkoba: taroh ganja lah yg paling cemen: sehari 50.000 perak (sorry nih ganja dihargai 50 rebu masalahnya simpangan ganja sama heroin, opium atau shabu itu jauh banget, segram nya bisa lebih mahal dari harga emas. makanya kalo yg nyandu bisa jual tabung gas elpiji yg baru diterima mama dari hasil subsidi)
    3.200.000 x 50.000 = 160.000.000.000
    bayangin 1.000 pabrik karoseri rumahan yg bisa bikin motor jialing dengan modal 250 juta kapasitas produksi maksimal 50 motor.
    Setahun? 1.000 x 360 = 360.000
    Serapan tenaga kerja = 360.000 x 10 = 3.600.000
    Tenaga kerja yg berhasil dimodalin suruh bikin pabrik baru.
    Dengan hitungan kelipatan dalam tempo 3 tahun kayaknya seluruh lapisan tenaga kerja akan bekerja.
    Malah yg terjadi kekurangan tenaga kerja. Bisa2 Indonesia impor TKA dan TKI (tenaga kerja amerika dan tenaga kerja israel, si duo chaos heheheh)
    Eh kalo pabrik tempe sih bisa buat 260.000 pabrik (pabrik tempe modalnya tidak lebih dari sejeti)
    Kalo dihibahkan ke tukang bakso tahu keliling. Dalam sehari akan timbul 2.600.000 entrepreneur tukang bakso baru (modalnya kan paling banter 100.000)
    Bukan isapan jempol kalo udah ngisep rokok bisa nyobain cimeng udah gitu ingin ngerasain extacy.
    sulitnya kalo sdh ketagihan takut nyobain jeruji atau ngerasain maut.
    padahal itu kan kondisi yg pasti harus dihadapi para pecandu, kayak Mas Roy. Kacian banget ya. Dulu kite pernah hormat ama die karena kepiawaian aktingnya, sekarang paling disebut: “TUKANG TIPU!”, “SI PENYERAH PADA NASIB!!!”, “HARGA HIDUPNYA SUDAH SENILAI RATUSAN REBU PERAK!!”, “KAGAK PUNYA IMAN!”, “SAMPAH MASYARAKAT!” DE EL EL. kebuasan2 sumpah serapah lainnya.
    Buat para pelaku kejahatan lain seperti WTS dan preman, mungkin perlu merenung. menurut statistik: WTS itu rata2 mati di umur 32 tahun sedangkan preman umur 35.
    Kali preman umur segitu sudah loyo jadi gampang jatohinnya. sedangkan wts? kagak usah dipukulin juga udah kadung kena AIDS.
    Ini berlaku juga buat high class bitch (WTS kelas atas). Soalnya sekarang banyak pengidap HIV yg kaya2 nyewa2 mereka buat dikadoin virus. anggapannya, gara2 WTS mereka menderita. Kasian ya, harusnya merenung dan bertobat malah nambah dosa yg menyebabkan kematian orang lain.
    So, mari berbuat. Buat para ahli hikmah sekarang kita tidak bisa menyalahkan orang kena tulah dengan menyebutkan kealpaan mereka.
    Tapi sebaik-baik orang baik adalah mereka yg mau berbuat dengan tangannya.
    Buat yg mendiamkan tapi tahu, mohon… berbuat juga
    Why?
    “Azab akan pasti datang pada tempat yg dipenuhi oleh kemaksiatan. Dan yang pertama kali didatangi adalah orang2 yang tahu bahayanya kemaksiatan itu tapi mereka diam, tidak mau memperingatkan para pelaku maksiat yang bertebaran di lingkungannya.”
    Camkanlah! Kata2 ini ada di dalam seluruh kitab agama2 dunia!
    AYO BERGIAT, BERANTAS SEGALA AKTIVITAS KONTRAPRODUKTIF!

    Komentar oleh balagadona — November 15, 2007 @ 1:17 pm

  60. ironis memang. Ada pepatah orang Philipina bisa nebang 5 pohon dengan 1 kali merokok. tapi orang indonesia 5 batang rokok untuk 1 pohon.
    Penghilangan rokok dari muka bumi Indonesia akan meciptakan aktivitas bermanfaat bagi rakyatnya.
    bukannya

    Komentar oleh PRIE — November 15, 2007 @ 1:22 pm

  61. ironis memang. Ada pepatah orang Philipina bisa nebang 5 pohon dengan 1 kali merokok. tapi orang indonesia 5 batang rokok untuk 1 pohon.
    Penghilangan rokok dari muka bumi Indonesia akan meciptakan aktivitas bermanfaat bagi rakyatnya.
    bukannya ROKOK ITU BUAT PENGANGGUR, PENGKHAYAL, PEMIMPI (INGIN KAYA MENDADAK), PREMAN, WANITA NAKAL.
    Jakarta makin panas gara2 asap rokok, pabrik dan knalpot. Pemkot DKI jangan cuma pasang aksi bau terasi saja dengan membuat UU anti merokok, seharusnya anda2 ini sebagai panutan sudah harus memulai bahkan melarang untuk tidak merokok.
    Buat pemerintah tolong lebih gencar lagi kampanyenya, hari bebas rokoknya dirubah jadi HARI TOBAT ROKOK
    Gue rindu hawa Puncak pindah ke Jakarta, kota tercinta hiks hiks hiks

    Komentar oleh PRIE — November 15, 2007 @ 1:28 pm

  62. jangan bertengkar di dunia
    nanti diadili Tuhan di akhirat
    lebih baik damai-damaian sambil berpikir dan merenung sajah ah

    Komentar oleh abu ahmar asfazmuzabdala — Januari 5, 2008 @ 7:05 am

  63. Tul tuh. Kemaren2 gw liat di metro, seorang anak penderita busung lapar megap2. Btw, ironis banget, bokapnye yang lagi diwawancara malah ngerokok di atas anak yang dipangkunya. Gile kagak tuh orang tua!!!
    Bukannye uang rokok dibeliin makanan buat sang anak yang kurang gizi malah ngasih asap yang bisa nambah komplikasi penyakit paru2.

    Komentar oleh VJ Kathy — Januari 7, 2008 @ 12:12 pm

  64. itu sih masih mending.
    Yang paling jijik kalo kita lagi pesen makanan, eh… yang tukang masaknya dengan enjoynya masak makanan kita sambil ngerokok.
    Itu abunya beleleran di makanan kita plus asepnya sekalian.
    Bukannya wangi bumbu malah bau nikotin.
    Emang itu penggorengan, asbak apa?!

    Komentar oleh Teuku Ryan — Januari 7, 2008 @ 12:16 pm

  65. DARI DULU GW EMANG PALING ANTI BELI SAMA TUKANG DAGANG NYANG JUALANNYE SAMBIL NGEROKOK. JANGANKAN TUKANG NASI GORENG, PECEL, KWEE TIAUW, CAP JAY, SWIKE ATAUPUN DONUT EN PIZZA SEKALI PUN BAHKAN BUAH-BUAHAN YANG MASIH KETUTUP KULITNYA PUN, KALO SI ABANGNYA JUALAN SAMBIL NGEROKOK ATAWA PEGANG ROKOK, DIJAMIN DEH…
    K A G A K D I B E L I !!!!!

    Komentar oleh Agnes Monicca — Januari 7, 2008 @ 12:20 pm

  66. buat cewek2 yang masih ngejomblo gua mau kasih elu-elu pade 1 nasihat penting:
    JANGAN SEKALI-KALI NGEROKOK APALAGI DI DEPAN COWOK!!!
    cowok pasti akan ngerendahin elo. lo bakal dicap gampangan tapi punya karakter bengal. akhirnya lo bisa hancur di tangan banyak cowok.
    logika aja, mana mungkin cowok mau nikahin cewek yang kagak bisa ngurus dirinya sendiri. bisa2 anaknya jadi pemberontak kalo diserahin ke cewek kayak elo!
    Penjahat sekalipun akan milih cewek itu yang baik terutama dari agamanya.
    Dan sekarang yang jadi ciri cewek dengan karakter baik itu kan yang berjilbab.
    Kagak tau gue. Tapi dagangan emak-emak yang berkerudung sampai ada cadarnya segala itu bener2 cepet laku, buktinya itu yang jualan nasi kuning di daerah monas, buka jam 6, jam 8 sudah ludes! padahal dia bawa tuh nasi sampe 3 bakul.
    Tapi emang maknyus banget!
    Salutnya, pas gua tanya kenapa pake kudungan gitu? Dia jawab, tubuhnya itu hanya boleh dipersembahkan ke suaminya doang
    WOW KEREN
    Pantesan ada pepatah, ‘jangan kau sentuh seujung rambut pun kiut/rambut istriku”‘

    Komentar oleh Darius Sinathrya — Januari 7, 2008 @ 12:31 pm

  67. sudah 52 tahun bangsa ini diamanahkan ke penduduk non pribumi terutama dalam sektor ekonomi. Dan, bisa kita lihat hasilnya….. tidak amanah malah merusak.
    Sudah dibantu dengan BLBI malah ngemplang dan kabur.KETERLALUAN!!!

    Komentar oleh Subagyo H.ES — Januari 31, 2008 @ 1:19 am

  68. pajak di indonesia hanya bikin bangsa ini makin tidak berani untuk usaha.
    belum apa2 mereka sudah nagih macam2. kayak pajak reklame, baru 3 hari pasang billboard sudah ditagih. padahal ini toko baru, belum menghasilkan.
    belum kalo mikirin tarifnya yang ujubileh, sampai 35% maaaaaan!
    apa mereka punya saham atas keberhasilan usaha kita atau punya saham di usaha kita.
    benar2 jadi belenggu untuk pengembangan kreativitas. kita teriak naikin umr padahal upah itu telah diperitungkan pula dengan pajak. siapa yg bayar umr? pemerintah?
    kita kira umr dengan otomatis akan naik apabila laba perusahaan utamanya dari investasi yang bergerak cepat bisa lebih dimaksimalkan dengan mengurangi tarif pajak yang memakan porsi terbesar menyeret keuntungan, sekali lagi 35% man.
    masih bagus di negara2 timteng, berapa pun hasil usaha patokan tetap 2.5%.
    dengan begitu, investasi bisa terus dilakukan dengan percepatan yang jauh lebih bagus dibanding indonesia.
    memang sudah sejauh apa pemerintah menjamin kelangsungan hidup para pengusaha? apa semua departemen itu berjalan?
    apa jalan2 sebagai penyokong distribusi barang dan jasa sudah menjadi bagus, banyak, menyeluruh dan merata di semua daerah?
    apa fasum dan fasos sebagai pemercepat peningkatan kesejahteraan di seluruh kawasan dari sabang sampai merauke telah berdiri sejajar dengan jakarta?
    yang kita lihat, dengan terjadinya ketimpangan dan mobilisasi massa berlebihan di kawasan ibukota merupakan pertanda bahwa pembangunan jalan di satu lokasi minimal di bagian pusat kota.
    tarif 35% hanya akan menimbulkan koruptor2 baru di departemen pajak sendiri.
    seorang pengusaha yang membukukan keuntungan 30 triliun setahun apabila dikenai pajak tentunya akan dipotong 35% x 30 triliun atau sekitar 10.5 triliun.
    dengan angka ini dia pasti berhitung dan berpikir untuk menaruh 5 miliar misalnya kepada penghitung pajak, ya orang pajak tadi.
    makanya jangan heran apabila banyak pegawai pajak baru setahun sudah bisa punya rumah mewah lengkap dengan kendaraannya dan sudah bisa mempekerjakan baby sitter!!!
    pajak… bisa menjadi pemercepat pembangunan apabila dibuat proporsional namun
    …bisa pula menjadi penghancur bangsa, dengan tumbuh terpeliharanya koruptor2 yang akan menjadi akut dan menciptakan mental masyarakat penipu

    Komentar oleh Sitinjak Robert — Januari 31, 2008 @ 1:38 am

  69. Whuaaahh.. serruuuu… dounlod ahhh…

    Komentar oleh Halu Halu Ole Ole — April 8, 2008 @ 8:17 am

  70. siip banget neeeeh
    koq mata kita jadi terbuka ya

    Komentar oleh tukul arwana — April 14, 2008 @ 12:39 pm

  71. kalo sunni ama syi’ah perang itu bukan muslim ama muslim ya?orang berperang karena kebebasan koq dihubugkan sama agama?semua orang termasuk yang menulis artikel diatas adalah salah satu provokator!!!orang ini tidak suka hidup damai dan tidak bisa menerima perbedaan…tukang fitnah(terutama yang comment no.23)kamu kira Tuhan suka dengan orang yang menyakiti orang lain?kamu kira kamu nanti masuk sorga?imani saja agama masing2 dan amalkan dengan benar…jangan bohongi dirimu sendiri…tanya hati nuranimu,apa benar apa yang kamu lakukan ini…banyak merenung…agama ga pernah salah…orang2nya aja yang mengaplikasikan menurut ego masing2…kalo mau lihat sejarah…ga ada satupun pelaku2 agama yang benar…semua pernah melakukan kesalahan,karena kita cuma manusia…jangan pernah memaksakan kehendak kita sebagai kehendak Tuhan!!kalau hari ini Tuhan ijinkan ada Islam dan Kristen,itu semua karena kuasanya…fanatiklah dalam berbuat kebenaran dan kebaikan…seribu kali engkau berbicara bahwa engkau yang benar tetapi berbuuatanmu tak lebih dari seorang penjahat,maka hanya cemooh yang engkau terima…tetapi seribu kali engkau dihina dan difitnah tetapi engkau hidup baik dan benar, maka semua itu akan berbalik kepada orang yang melontarkan hinaan itu…karena itu,marilah berlomba2 kita berbuat baik dengan tulus…jangan mementingkan diri sendiri dan menganggap diri paling benar…lihatlah negara2 yang saat ini selalu ada perang saudara…itulah contoh keegoisan…janganlah terjadi demikian di negara kita…peace…

    Komentar oleh ambon-kairatu — April 25, 2008 @ 1:38 am

    • Dia bukan mau melakukan provokator, Cuma kalian aja yang menanggapi dengan dhalil yang lain. Coba kalian mau menanggapi dengan positif pasti hasilnya positif, dia Cuma mau meluruskan sejarah maluku fersi dia aja kenapa di bawa sebagai provokator, tho kalau sejarah yang dia sampaikan itu benar tidak salahkan kalu di luruskan yang selama ini di yakinan masyarakat maluku dan satu hal lagi agam tak ada yang sama, satu aga beda aliran aja tak sama apa lagi agama yang beda di samain.
      Orang yang berpikir agama sama dan yang hanya terpikirkan masalah provokasi adalah orang yang berpikir yang tak jerni alias akal pendek…

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 14, 2014 @ 9:25 am

  72. Hmmmmm, Ibu-bapak/kake-nenek/buyut/kakek buyut/kakeknya kakek buyit kalian dan seterusnya berjuang agar negara ini merdeka. Kenapa kalian masih mempersoalkan hal yang mungkin tidak perlu diperdebatkan? Bangunlah bangsa ini. Tunjukkan kalau memang kalian itu pintar dengan membangun sikap positif dan kreatifitas demi bangsa.
    Apakah kalian ingin ibu/bapak, naak-anak serta cucu-cucu kalian dan seterusnya miskin dan terbelakang? Inginkah mereka jadibudak bangsa lain? Inginkah mereka jadi pelacur?
    So….
    Jgn menghujat..
    bangkit..
    bersatu
    bangun negeri ini.
    Semoga kita bisa menjadi bangsa/negara yang damai serta sejahtera.
    Medeka!!!!!!

    Komentar oleh Someone JKT — Mei 23, 2008 @ 3:30 pm

  73. Miskin Kaya, Besar Kecil, Tua Muda, Pejabat Rakyat, Pemimpin & yang dipimpin, Guru Murid, Petani, Pedagang, Nelayan, Pegawai dll. ndak masalah yang penting Iman sempurna amal sholeh cara Rasulullah SAW dijamin bahagia dunia akherat, selamat dunia akherat, mulia dunia akherat. Silahkan dibuktikan !

    Komentar oleh Pado — Mei 27, 2008 @ 3:22 am

  74. Semua Referensi ini Berasal dari Kitab Suci Injil

    Hubungan Seks Antara Ayah dan Dua Orang Anak Perempuannya: Malam-malam kedua anak perempuan Nabi Lot menggoda ayah mereka yang mabuk dan mendapatkan anak darinya. (Injil – Kejadian 19: 30-36).

    Anak laki-laki Berhubungan Dengan Ibunya: Ruben anak laki-laki tertua dari Yakub, pada saat ayahnya tidak ada, berhubungan seksual dengan istri ayahnya dan Israel (nama lain Yakub) mendengarnya. Adegan ini dilaporkan kepadanya, tetapi dia tidak memarahi atau memukul anaknya atas kelakuan tersebut. Tuhan juga tidak memberikan sebuah kata celaan pun kepadanya. (Injil-Kejadian 35: 22).

    Yehuda Melakukan Perzinahan Dengan Menantu Perempuannya: Dia dengan segera menjadi hamil dan memberikan anak haram yang kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Ini berarti Tuhan memberi penghargaan kepada Yehuda dan keturunannya. (Injil -Kejadian 38: 15-30).

    Amnon, Salah Seorang Putra Nabi Daud Memperkosa Saudara Perempuannya: “Seorang anak laki-laki yang mulia dari seorang ayah yang mulia” berdasarkan Injil yang “Suci”, Amnon dengan sebuah tipu daya yang hebat memperkosa saudara perempuannya Tamar dan Tuhan tidak menghukum atau menegurnya. (Injil – 2 Samuel 13: 5-14)

    Putra Daud Yang Lain Memperkosa Ibunya (10 kali berurutan). Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu, ‘di depan mata seluruh Bani Israel.’ (Injil – 2 Samuel 16: 21-23).

    Yerusalem (Orang Yahudi) Pelacur Yang Tidak Pernah Puas Tidak bangsa Asyur, Babylonia atau Mesir pernah dapat memuaskan pelacur Yahudi tersebut. Pelacur-pelacur lain dibayar oleh klien mereka atas pelayanan yang diberikan tetapi pelacur ini membayar klien mereka agar dilayani. “Dia membentangkan kakinya untuk setiap orang yang lewat!” (Injil – Yehezkiel 16: 23-24).

    Dua Orang Perempuan Bersaudara Berkompetisi Satu Sama Lain Dalam Prostitusi. “Bagi kegemarannya terhadap kekasih-kekasihnya yang auratnya seperti aurat keledai dan emisinya seperti emisi kuda.” (Injil – Yehezkiel 23: 1-35)

    Jika cuplikan kecil ini tidak memuaskan Anda, maka bukalah pasal-pasal dan ayat-yat Injil berikut ini di rumah. Jangan lupa untuk menandainya dengan warna merah agar mudah dijadikan referensi.

    “Dia memegang dan menciumnya …
    “Marilah kita memuaskan birahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. Karena suamiku tidak di rumah, …” (Injil – Amsal 7: 7-22)

    Berkata wanita tersebut: “Rajaku sedang berbaring di dipannya …”
    ‘Kekasihku mempunyai penciuman dari Myrrh sewaktu dia berbaring pada buah dadaku.” ( Injil – Kidung Agung 1: 12-13).

    Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku.
    “… ketika saya menemuinya … Kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia kerumah ibuku, ke kamar di mana aku lahir.” (Injil – Kidung Agung 3: 1-4)

    “Lihatlah, cantik engkau, manisku
    bibirmu bagaikan seutas pita kirmizi …
    buah dadamu seperti anak rusa …
    Lingkar pahamu seperti permata …
    … Saya berkata, ‘Saya akan memanjat pohon palem …
    Oh, buah dadamu seperti sekelompok anggur’. “(Injil – Kidung Agung 4: 1-7).

    “Dan Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal (seorang Wanita Tuna Susila), dan dia menghampirinya (melakukan hubungan seksual dengan-nya). “(Injil – Hakim-hakim 16: 1).

    George Bernard Shaw, pemikir dan dramawan besar Inggris, sewaktu membaca Kitab Suci Injil dengan teliti mengatakan bahwa kitab tersebut adalah “Kitab yang paling berbahaya di bumi. Jaga kitab tersebut dalam keadaan terkunci: larang anak-anak Anda membacanya.”

    Dan majalah The Plain Truth, sebuah terbitan “World Church of Tomorrow,” dalam salah satu artikelnya mengatakan, “Banyak badan sensor akan memberi Injil rating X.”
    buat nyong ambon kairatu, silahkan buka injil anda, jika tidak percaya. semoga ini akan mencerahkan anda, karena kita, manusia yg lemah ini pasti diciptkan Tuhan yg sama.

    Komentar oleh steve emanuel — Juni 2, 2008 @ 12:03 pm

  75. waduh bingung juga
    btw, mudah2an aku bisa mdpatkan sesuatu yang lebih bisa mencerahkan.
    bingung bingung bingung.
    pls God help meeeeeeeeeeeeeeee

    Komentar oleh nyong kairatu — Juni 30, 2008 @ 12:16 pm

  76. inna dinna indallahil islam

    Komentar oleh Adhi Subagio — Agustus 22, 2008 @ 9:10 am

  77. wedew.. topik THOMAS MATULESSY/ PATTIMURA kok jd kek gene ya??

    Nama Matulessy ( Matua Lessy ) “Matua = Tetua, Lessy = namanya” yang artinya orang yang dituakan karena pangkat dalam keturununa atau silsilah.. dan PATTIMURA (PATY MURAH) “PATY = RAJA/PEMIMPIN, MURAH = Orang yang MURAH hati) “PATTYMURA = Pemimpin yang murah hati” asal kapitan ini memang masih merupakan misteri.. dia bukan berasal dari SAPARUA.. karena pada saat itu, saparua sendiri sudah kekurangan KAPITAN dan mereka(saparua)meminta bantuan dari kampung-kampung terdekat. dan dari tiap kampung pada saat itu mengirimkan kapitan-kapitan untuk membantu SAPARUA, dan saat itu KAPITAN-KAPITAN yang ingin membantu saparua bertemu di atas gunung dan mengangkat sumpah sebelum bertempur, salah satu dari sumpah tersebut menyebutkan (jika salah satu dari kita tertangkap maka dia tak boleh menyebutkan yang lain) MatuaLessy atau yg disebut sebagai PATTIMURA di angkat sebagai pemimpin. dan perang pun pecah.. sekutu pada saat itu kewalahan menghadapi matulessy dan para kapitan-kapitan lain’nya.. dan mulailah mereka membuat strategi untuk menangkap matulessy.. mereka mengajak berunding.. matulessy dan kapitan-kapitan lainnya ikut hadir dan disanalah sekutu mulai bertanya siapa diantara kalian yang bernama Lessy(matulessy) sekutu menanyakan ini karena sebenarnya mereka ga tau siapa diantara kapitan-kapitan itu yang bernama MatuaLessy, dengan serentak salah satu dari sahabat MatuLessy itu mengangkat tangan dan berkata akulah MatuaLessy, kemudian teman dari Matualessy ini pun digiring ke tiang gantungan dan kapitan Matualessy’pun pergi meninggalkan SAPARUA seusai perang bersama kawan-kawannya disana.. akan tetapi dalam perjalan pulang, MatuaLessy tidak pulang ke kampung’nya.. dia pergi menikah dan menetap di kampung yang bernama HULALIU dan hingga sekarang keturunanya di beri marga MATULESSY (masih ada kok keturunan MATULESSY di sana)
    usai sudah perjalanan sang KAPITAN besar dari maluku.. (sumber dirahasiakan) :P

    Komentar oleh Alkevino (bandung) — Agustus 25, 2008 @ 10:00 pm

  78. hebat ya cerita pendek karanganku. yg mau tau sumbernya silakan datang ke Kebon Binatang Bandung Jalan Ganesha kandang 25, cukup sms reg (spasi) vino (spasi) dukun tarif Rp100.000,00/sms. akan diberikan trik2 untuk memperhalus cerita sehingga pembaca menjadi yakin.

    Komentar oleh Alkevino (bandung) — September 8, 2008 @ 10:03 am

  79. kebenaran akan muncul di hari akhir (kiamat).semua manusia akan dikumpulkan di padang masyar. dan akan diperlihatkan cuplikan-cuplikan film yang tlah terjadi di dunia dari zaman Adam sampe manusia terakhir. kita lihat kebenarannya…siapa yang benar????
    akan terbuka kebenaran siapa yg membom WTC,siapa yang punya senjt pemusnah massal…
    Masuknya Islam dari zaman Rasulullah SAW sampe sekarang tidak pernah melalui kekerasan?perang. kami, Muslim melakukan peperangan karena kami diperangi terlebih dahulu. Islam masuk ke Indonesia lewat damai, perdagangan, pernikahan, dan jalan damai yang lain. Kita lihat penjajah Belanda, misi kristenisasi mereka lewat perang yang membuat derita bangsa Indonesia. Islam cinta damai, tapi kami, muslim akan marah ketika saudara muslim kami lainnya dijajah dan dianiaya. orang kristn yang masuk Islam karena mendapatkan hidayah. tapi lihat orang Islam yang masuk kristen…mereka masuk kristen karena diming-imingi harta benda.bukan karena hidayah…seorang muslim tidak pernah memaksa seorang kristen untuk menjadi Islam.tapi sebaliknya…???
    harap diketahui bahwa konsep berjihad untuk mempertahnkan negara ada adalam ajaran Islam.Apakah dalam ajaran kristen juga ada konsep berjihad untuk mempertahankan negara dan bangsa???
    I just want to know….

    Komentar oleh raira — September 10, 2008 @ 6:41 am

  80. Do = F#

    Taqqiya .. oh .. taqqiyaaaa
    Kejamnya dikau …
    Pandai kau putar balik realita..aaa
    Hanya untuk bela
    Serigala bulu domba
    si Pedhopile hinaaa
    dari negeri ontaaaaaa
    Taqqiya .. oh .. taqqiyaaaa

    Komentar oleh Johny Rambo — September 12, 2008 @ 7:40 am

  81. negara ini penuh intrik
    negara ini penuh kebohongan
    negera ini penuh kepentingan
    nanti akan datang kebenaran
    hargailah para pahlawan
    indonesia akan jaya
    indonesia akan jaya

    Komentar oleh orangsiniasli — September 14, 2008 @ 7:07 pm

  82. Dalam penuturan sejarah yang disajikan di atas, saya merasa bahwa ada terjadi pembohongan sejarah yang dilakukan oleh orang-orang tertentu. dimana tujuan mereka adalah ingin mentenarkan desa atau kampung mereka. saya adalah salah satu dari putra daerah maluku, tepatnya di seram bagian barat, kecamatan kairatu, desa latu yang bermarga Pattimura. harapan saya agar dalam menulis tentang sejarah janganlah ada pembohongan sejarah dan agar dilakukan penelitian dan pengkajian ulang terhadap sejarah Pattimura.

    Komentar oleh ello — Oktober 20, 2008 @ 2:54 am

  83. memang selama ini kita telah dibohongi sejarah. penjajah dari dahulu sampai sekarang ke keturunannya, para komprador asing, pengkhianat bangsa, pengemis dollar macam akkbb, selalu ingin mengaburkan sejarah, selalu ingin menyatakan bahwa mereka lah yg berjuang untuk bangsa. dahulu, disaat dijajah, mereka menjadi spion asing, menyuplai senjata untuk para pengkhianat, mengadu domba, makelar yg menyusup ke garis pertahanan para pejuang. kini, di jaman kemerdekaan, mereka korup semua instansi dan institusi, sumber daya alam mereka gadai, mereka juga membodohi rakyat dan pemerintah lewat imf dan world bank. mereka lah pemicu krismon, dengan memainkan dollar dan rupiah di pasar uang. mereka tidak punya loyalitas. mudah untuk membuktikannya. mereka berhutang trilyunan rupiah. mereka minta kerenggangan melalui paket BLBI sebagai ancang2 waktu menjual seluruh aset. setelah semua aset mereka jual, mereka kabur ke luar negeri, operasi plastik, terus ganti nama. meninggalkan hutang ratusan trilyun yg hrs ditanggung rakyat indonesia. itulah para manusia hina, bukan pribumi, yg telah menjerumuskan bangsa ini ke jurang kehinaan, memeras keringat dan darah ibu pertiwi habis2an.
    sahabatku, dipemerintahan, bukalah mata hatimu sekalian, hidup ini hanya sekali, inilah jatah kalian untuk menjadi pahlawan di mata Tuhan dengan membongkar kebusukan mereka, para durjana, non pri, yg membusukkan negeri lambat laun.
    kalau tidak sekarang, kapan lagi?!

    Komentar oleh romo orat mangun — Oktober 21, 2008 @ 12:08 pm

  84. pattimura emang ada 2…..
    yg satu pahlawan nasional, namanya Thomas mattulessy.kemungkinan agamanya kristen.
    satunya lagi ahmad lussy alias mat lussy alias opo maneh gak eroh….
    nah….
    mat lussy ini yang diulas oleh penulis diatas tadi.
    emang bener dia ada (pernah).
    dia ini orang idiot, terbelakang, suka ngiler, dan eek di celana.alias dia ini bukan siapa2.
    kalo penulis begitu bersemangat menulis ttg mat lussy yg jorok ini…mungkin dia masih ada hubungan sodara ato kesamaan genetik alias idiot.

    Komentar oleh nadir — November 16, 2008 @ 1:23 pm

    • nadir……org yg kYk kamu tuk persis kayak idiot. jadi idiot yg dmksd oleh sdr adalah idiot utk kamu pribadi. ahmad lussy adlh org suci dan mulia. dia yg berjuang habis2an tp yg dapat nama thomas matulessy. aku jd heran kok thomas matulessy bisa tega ya membunuh kaum penjajah belanda yang nota bene tlh menyebarkan agama utk thomas matulessy. dasar matulessy kasian dech kalian tuh yg gak jelas.

      Komentar oleh Amosar — Mei 6, 2011 @ 5:32 am

  85. Ada beberapa kata :
    Thomas
    Matulessy
    Ahmad
    Lussy
    Pattimura

    Marga
    Gelar
    Julukan dari belanda ?

    Marilah kita lacak masing-masing kata.
    Gelar biasanya terletak di depan, namun ada juga yang letaknya di belakang. Seperti pada gelar Raden pada raja-raja jawa / pejabat / pembesar kerajaan.
    Nama marga, kakek, kakek moyang biasanya bercampur dengan nama, misal Andi, Daeng, Mappa ( pada kerajaan / kesukuan di Makassar ). Adik kelas saya di SMA dulu ada yang bernama Andi …. Dewandaru Daeng Mappa, dan menurut info dia, bahwa kata Andi adalah gelar keturunan bangsawan (sama seperti raden pada kerajaan di jawa). Kemudian Daeng dan Mappa adalah nama kakek, kakek moyang. Dan informasi itupun diketahui dari ibu, kakek, kakek buyut.
    Dan nampaknya tradisi mencatat / penyampaian lisan silsilah keluarga masih ada sampai sekarang. Atau penempatan gelar pada nama masih ada di beberapa daerah misal jawa, makassar, kalimantan.
    Nah pertanyaannya adalah, siapakah yang bisa menyebutkan silsilah dari pattimura secara lengkap.
    Sebagai pembanding, jika kita di surakarta ditanya, siapakah raja surakarta sekarang, orang umum mungkin tidak bisa menjawab karena tidak se terkenal walikota. Namun kerajaan surakarta, yogyakarta, sampai detik ini masih ada ( raja dari keturunan raja). Dan ada petugas kerajaan yang khusus mencatat silsilah raja, keturunan, sampai cucu sekalipun. Namun bukan hanya satu atau dua petugas saja yang tahu, namun semua keluarga besar pasti tahu. Maka masih bisa kita telusuri nama raja Amangkurat III (1703-1708), Pakubuwana I (1704-1719), Amangkurat IV (1719-1726), Pakubuwana II (1726-1749).
    Dan saya sendiri, masih bisa melacak siapa nenek moyang saya sendiri melalui mekanisme ini. Kebetulan keluarga besar mbah buyut kami juga pejabat penting di Kesultanan Surakarta.
    Dan sangatlah mungkin ada jawaban jika kami bertanya siapakah raja-raja se-nusantara sampai detik ini. Termasuk Pattimura yang menurut data juga termasuk pembesar atau minimal tokoh yang berpengaruh.
    Kesimpulannya, sangatlah mudah menelusuri peristiwa 16 Desember 1817.
    Namun saya kembali bertanya, apakah niat saudara-saudara membelokkan fakta sejarah ?. Yang sudah jelas dan tidak perlu dibuktikan lagi, karena sudah banyak penduduk asli / khususnya tetua adat yang masih tahu silsilah pattimura. Se-jelas silsilah pada raja-raja surakarta dan yogyakarta.

    wassalam

    Komentar oleh rony — November 18, 2008 @ 10:53 am

  86. Pertanyaan diatas saya tujukan kepada mereka yang tidak suka terhadap kebenaran asal-usul pattimura. Walau yang kini ada dibuku-buku tidaklah se-benar-benarnya fakta.
    Ingatlah bahwa fakta tertulis dapat di manipulasi. Fakta foto, penggambaran dll bisa direkayasa. Namun keterangan lisan tidaklah bisa dibelokkan. Karena akan dapat di kross cek dengan perkataan yang lain. Dan itulah sebabnya mengapa tidak ada seorangpun yang berhasil memalsukan Al Quran bahkan sampai detik ini. Karena Al Quran dihafalkan oleh jutaan muslim di dunia, dari sejak pertama kali turun, sampai akhir kiamat. Dan janji inipun disampaikan oleh Allah melalui Al Quran.

    Buku boleh dibakar, film bisa dimusnahkan dan peninggalan sejarah bisa pula sirna. Namun ingatan, pesan, pitutur, welingan,petatah-petitih dan yang paling penting adalah firman Allah tidaklah mungkin bisa dihilangkan dari otak manusia.
    KECUALI, sudah tidak ada lagi orang jujur dan konsekuen dengan kata-katanya sendiri di muka bumi ini.
    wassalam

    Komentar oleh rony — November 18, 2008 @ 11:14 am

  87. Sebagai pembanding, ini ada contoh asal-usul kota semarang dari mulai tahun 1547. ( Jauh sebelum 1817 khan ? ). Boleh dicek kebenarannya dari berbagai sumber.

    Di masa dulu, ada seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang, meninggalkan Demak menuju ke daerah Barat Disuatu tempat yang kemudian bernama Pulau Tirang, membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

    Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II. Di bawah pimpinan Pandan Arang, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dan Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Akhirnya Pandan Arang oleh Sultan Pajang melalui konsultasi dengan Sunan Kalijaga, juga bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H atau bertepatan dengan tanggal 2 Mei 1547 masehi dinobatkan menjadi Bupati yang pertama. Pada tanggal itu “secara adat dan politis berdirilah kota Semarang” . Masa pemerintahan Pandan Arang II menunjukkan kemakmuran dan kesejahteraan yang dapat dinikmati penduduknya. Namun masa itu tidak dapat berlangsung lama karena sesuai dengan nasihat Sunan Kalijaga, Bupati Pandan Arang II mengundurkan diri dari hidup keduniawian yang melimpah ruah. la meninggalkan jabatannya, meniggalkan Kota Semarang bersama keluarga menuju arah Selatan melewati Salatiga dan Boyolali, akhirnya sampai ke sebuah bukit bernama jabalekat di daerah Klaten. Didaerah ini, beliau menjadi seorang penyiar agama Islam dan menyatukan daerah Jawa Tengah bagian Selatan dan bergelar Sunan Tembayat. Beliau wafat pada tahun 1553 dan dimakamkan di puncak Gunung Jabalkat. Sesudah Bupati Pandan Arang mengundurkan diri lalu diganti oleh Raden Ketib, Pangeran Kanoman atau Pandan Arang III (1553-1586), kemudian disusul pengganti berikutnya yaitu Mas R.Tumenggung Tambi (1657-1659), Mas Tumenggung Wongsorejo (1659 – 1666), Mas Tumenggung Prawiroprojo (1966-1670), Mas Tumenggung Alap-alap (1670-1674), Kyai Mertonoyo, Kyai Tumenggung. Yudonegoro atau Kyai Adipati Suromenggolo (1674 -1701), Raden Maotoyudo atau Raden Summmgrat (1743-1751), Marmowijoyo atau Sumowijoyo atau Sumonegoro atau Surohadmienggolo (1751-1773), Surohadimenggolo IV (1773-?), Adipati Surohadimenggolo V atau kanjeng Terboyo (?), Raden Tumenggung Surohadiningrat (?-1841), Putro Surohadimenggolo (1841-1855), Mas Ngabehi Reksonegoro (1855-1860), RTP Suryokusurno (1860-1887), RTP Reksodirjo (1887-1891), RMTA Purbaningrat (1891-?), Raden Cokrodipuro (?-1927), RM Soebiyono (1897-1927), RM Amin Suyitno (1927-1942), RMAA Sukarman Mertohadinegoro (1942-1945), R. Soediyono Taruna Kusumo (1945-1945), hanya berlangsung satu bulan, M. Soemardjito Priyohadisubroto (tahun 1946, 1949 – 1952 yaitu masa Pemerintahan Republik Indonesia) pada waktu Pemerintahan RIS yaitu pemerintahann federal diangkat Bupati RM.Condronegoro hingga tahun 1949. Sesudah pengakuan kedaulatan dari Belanda, jabatan Bupati diserah terimakan kepada M. Sumardjito. Penggantinya adalah R. Oetoyo Koesoemo (1952-1956). Kedudukannya sebagai Bupati Semarang bukan lagi mengurusi kota melainkan mengurusi kawasan luar kota Semarang. Hal ini terjadi sebagai akibat perkembangnya Semarang sebagai Kota Praja.

    Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Walikota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang. Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang di kepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, pemerintahan daerah Kota Semarang belum dapat menjalankan tugasnya karena pendudukan Belanda. Tahun 1946 lnggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda.Ini terjadi pada tangga l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menaiigkap Mr. Imam Sudjahri, walikota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Tidak lama sesudah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan balatentara Jepang yang bersikeras tidak bersedia menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Narnun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian diluar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti dimasa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementrian Dalam Negeri di Yogyakarta. Beliau menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan. Sejak tahun 1945 para walikota yang memimpin kota besar Semarang yang kemudian menjadi Kota Praja dan akhirnya menjadi Kota Semarang adalah sebagai berikut :

    1. Mr. Moch.lchsan

    2. Mr. Koesoebiyono (1949 – 1 Juli 1951)

    3. RM. Hadisoebeno Sosrowardoyo ( 1 Juli 1951 – 1 Januari 1958)

    4. Mr. Abdulmadjid Djojoadiningrat ( 7Januari 1958 – 1 Januari 1960)

    5. RM Soebagyono Tjondrokoesoemo ( 1 Januari 1961 – 26 April 1964)

    6. Mr. Wuryanto ( 25 April 1964 – 1 September 1966)

    7. Letkol. Soeparno ( 1 September 1966 – 6 Maret 1967)

    8. Letkol. R.Warsito Soegiarto ( 6 Maret 1967 – 2 Januari 1973)

    9. Kolonel Hadijanto ( 2Januari 1973 – 15 Januari 1980)

    10. Kol. H. Imam Soeparto Tjakrajoeda SH ( 15 Januari 1900 – 19 Januari 1990)

    11. Kolonel H.Soetrisno Suharto ( 19Januari 1990 – 19 Januari 2000)

    12. H. Sukawi Sutarip SH. ( 19 Januari 2000 – sekarang )

    ltulah sejarah ringkas kota Semarang Penetapan hari jadi tanggal 2 Mei itu, ditetapkan tim hari jadi masa pemerintahan Walikota H Imam Soeparto Tjakrajoeda SH. (15 Januari 1980-19Januari 1990). Penetapan tanggal 2 Mei tersebut, waktu itu sempat diprotes sebagian orang maupun kelompol yang tidak setuju dengan tanggal 2 Mei itu. Tentu saja mereka yang memprotes itu tidak sembarang orang, dan argumentasinya pun masuk akal. Bahkan yang kontra sempat mendesak walikota untuk diadakan klarifikasi soal tanggal yang dimaksud. Hanya saja setelah meninggalnya “pentolan” pemrotes yakni Amen Budiman, suara-suara miring tersebut akhirnya pudar. Amen Budiman cukup punya nama di Semarang dalam hal sejarah kota Semarang. Almarhum dulu pengisi tetap halaman “Semarang Tempo Doeloe” pada harian Suara Merdeka. Lepas kontroversi jika ada yang sangsi dengan tanggal 2 Mei sebagai Hari jadi Kota Semarang, tidak menjadikan tanggal itu goyah. Tetap menjadi tanggal yang disetujui berbagai pihak.

    Kisah-kisah awal diatas lebih banyak dari cerita-cerita kakek-nenek / sesepuh desa zaman dulu. Dikuatkan dengan bukti-bukti sejarah ( Pohon Asam, dll ), legenda-legenda, babad tanah jawa (semacam cerita / sastra jawa). Sehingga saya yakin, masih ada bekas atau petilasan atau minimal petatah-petitih (jawa= pitutur (perkataan lisan).
    Dan perlu diingat, budaya lisan lebih kuat / mendominasi dan diturunkan oleh kebudayaan-kebudayaan bangsa timur (asia). Dan tidaklah mengherankan jika kakek-nenek kita masih dengan lancar menjelaskan silsilah keluarga sampai kakek, buyut,canggah,wareng,udeg-udeg siwur ( istilah jawa dari kakek, bapaknya kakek, kakeknya kakek, dst ). Bahkan masih hafal tempat / lokasi tempat tinggal. Sering pula menceritakan kisah-kisah,kejadian-kejadian zaman dulu, kepribadian, tindak-tanduk leluhur dst.
    Kalo meneliti sejarah indonesia, memakai tulisan-tulisan dari Belanda, pasti ada tendensi tertentu. Dan budaya literasi (tulisan) dan budaya lisan SANGAT JAUH BERBEDA.
    Menelitilah dari pitutur-pitutur, cerita-cerita, legenda dan sebagainya khususnya dari kakek, nenek, orang-orang tua, sesepuh, tetua adat, suku, dll.

    Komentar oleh rony — November 18, 2008 @ 12:25 pm

  88. just 4 ur info yaaa. .
    Tuhan gw cuman satu JESUS CHRIST
    kalo blon ngerti makna Allah tritunggal gak usah memberi pendapat dee!!ngerti konsepnya dlu baru BICARA!!

    tdk menikah. .so what!! itu namanya hidup selibat

    yakin sama JESUS CHRIST(JC) bsa sembuh. .gw pnah ngelewatin itu. .n as far as i know. .IT’S WORKS. .gw pnya bnyak SAKSI bwt ini!!termasuk diri gw sendiri

    Apakah karena kelahirannya yang tanpa bapak, Yesus dianggap lebih ajaib (sampai dianggap sebagai Tuhan; red) dibandingkan Adam dan Eva yang tanpa ibu dan bapak.
    [coba pake logika. .yaiyala adam and eve tanpa bokap n nyokap. .secara mereka manusia pertama. .baca yohanes 3 ayat 16-20 aja dee. .baru comment lg]

    okok
    thx 4 read this

    Komentar oleh gw matulessy — Desember 1, 2008 @ 11:03 am

    • Hahahah
      Konsep allah tritunggal, biasa kopi tri in one enak tu…
      Ehhhh satu hal lagi paleng seru yesus punya ibu, hawa tak, adam tak punya bapak dan ibu. Maksudnya kenapa aja kamu tuhankan mereka juga soalnya mereka dilahirkan tanpa hubungan seks.
      Kasihannya kalau mau di telusuri sejarah dan peradaban kristiani paling beta mau bilang sungguh???

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 2:46 am

  89. Please Say No TU SARA
    Keep Indonesia Peace Bro.
    Salam buat orang maluku dari Sumatera.

    PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
    KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
    KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

    Komentar oleh Komentator — Desember 21, 2008 @ 7:42 am

  90. tidak perlu kontraversi siapa itu pattimura,tapi yang harus menjadi motivasi bagi setiap pemuda maluku adalah semangatnya,,(pattimura dari desa latu,kec kairatu Kab Seram Bagian barat)

    Komentar oleh ancha_latu — Maret 8, 2009 @ 2:53 pm

  91. kalian memang goblok semua…apalagi penulisnya!! Ngapain juga dibahas?? sudah tau kita sudah merdeka.. Pattimura mau Islam atau Kristen.. SO WHAT?? He was dead anyway… Lihat dari perjuangannya saja.. Tidak usah di cari agama apa?? Negara kita adalah negara Pancasila..!! Jadi bukan negara Islam atau negara Kristen..
    Make Peace not WAR…!!

    Komentar oleh nyonk ambon — Maret 20, 2009 @ 3:27 pm

    • Mantab nyong…ana suka ente pung jawaban…

      Komentar oleh Ru Lee — Oktober 25, 2010 @ 12:11 pm

  92. setuju banget sm nyong ambon.
    Terserah mau agama apaan dia. Atheis sekalipun, dia sudah sangat berjasa buat negara. TITIK!!!!

    Komentar oleh terserah lah — Maret 30, 2009 @ 11:37 am

    • Trus kisahnya diplintir dan kita dapat hasil rekayasa untuk menjadi tongkat sejarah kita gitu???

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 2:53 am

  93. hmmm…untuk komentator 74..
    al-kitab bagai sejarah.. ditulis oleh tangan manusia jadi sifat kemanusiaannya ada..
    sama dengan apa yang ditulis tentang sejarah Pattimura diatas yang katanya seorang muslim..
    apa perlu kita kaitkan itu dengan agama,, kalau dari surga om Pattimura melihat ini pasti dirinya akan sedih gak peduli dia Kristen apa Muslim, pada jaman perang dulu aja gak pernah ada perbedaan agama, semuanya berperang hanya untuk membela bangsa tanpa pandang bulu..

    Saya sendiri keturunan Pattimura, dari Hulaliu, saya gak peduli nenek moyang saya Kristen atau Muslim yang penting sekarang anak cucunya gak dijajah lagi…

    kalau jaman skarang di Indonesia semuanya dikaitkan dengan agama, pantas saja negara ini gak bakalan maju karena pancasila n sumpah pemuda di abaikan..

    VIVA SOEKARNO!!

    Komentar oleh Haturessy Rakanyawa — April 16, 2009 @ 4:12 am

  94. Imagine there’s no Heaven
    It’s easy if you try
    No hell below us
    Above us only sky
    Imagine all the people
    Living for today

    Imagine there’s no countries
    It isn’t hard to do
    Nothing to kill or die for
    And no religion too
    Imagine all the people
    Living life in peace

    You may say that I’m a dreamer
    But I’m not the only one
    I hope someday you’ll join us
    And the world will be as one

    Imagine no possessions
    I wonder if you can
    No need for greed or hunger
    A brotherhood of man
    Imagine all the people
    Sharing all the world

    You may say that I’m a dreamer
    But I’m not the only one
    I hope someday you’ll join us
    And the world will live as one

    Komentar oleh J.Lennon — Mei 3, 2009 @ 5:43 pm

  95. tawainela dan warga hualoy sama-sama gila…hehehe tidak rasional dan ilmiah..ilmu pohon pisang,seperti cerita robin hood..ahmad lussy itu seorang pesuru belanda sama dengan thomas matulessy,tetapi ahmad di seram sedang thomas di saparua.ahmad lussy di bunuh oleh para kapitan seram karena di anggap telah membuka rahasia kepada belanda.(sumber tahun 1700)

    Komentar oleh ancha — Agustus 10, 2009 @ 9:32 am

  96. dari dulu saya melihat orang nasrani ini pandai menjual lidah dan kebo hongan. soal kesaksian lah, kesembuhan lah, termasuk pahlawan Pattimura ini. mereka ini memang ular, benar seperti kata Alkitab. ga jauh dari sodaranya, orang yahudi, si penyembah kambing baphomet. kalo bener bisa sembuh cuma dg doa, ngapain ada RS advent, immanuel, dan rumah sakit kristen laennya?! oon dan bandel banged deh, kalian ini umat kristen dan umat yahudi. begok ga ketulungan!! Islam sudah menguasai 15 abad, kalian yg baru muncul di abad 20, dg congkaknya merasa superior. kelak mereka, yahudi dan nasrani, digarang diatas api neraka. “come to mama…”, hell’s said

    Komentar oleh bikshu ronny — Agustus 23, 2009 @ 8:38 am

    • MAS BICARANYA YANG BENAR DONG,,,INI TOPIK TENTANG PATTIMURA BUKAN MASALAH AGAMA,,,BISA KELIHATAN ORANG YANG SUKA MEMBENCI DAN TIDAK MEMBENCI…OK GBU

      Komentar oleh Obet — Agustus 25, 2009 @ 6:12 pm

  97. mas atau mba ngomongnya yang benar dong,,,,kira2 kamu ada ya tahun itu,,,kalau kamu ada buktikan, kalau kamu hanya belajar dari teori jangan sok bangga dengan pengetahuan kamu,,kalau KAMU tau tentang sejarah “PATTIMURA” berarti KAMU tau juga dong tentang sejarah “MARTHA TIAHAHU” di tunggu ya artikelnya bung,,,,Bung untuk kamu ketahui kamu boleh tanya buat orang ambon muslim yang bertempat tinggal di ambon sejarahnya,,,mereka juga tau kok….Tapi jangan bikin masalah di atas masalah,,,karena kita uda capeh dengan kerusuhan akibat PROVOKATOR saya HARAP KAMU TIDAK MENJADI PROVOKATOR JUGA UNTUK RAKYAT MALUKU BAIK UMAT SALAM DAN SARANI,,,GBU

    Komentar oleh Obet — Agustus 25, 2009 @ 6:05 pm

    • bt setju dengan bung obeth,,,,,,,,,,,,,,
      itu cuma provokator,,,,,,,,,,,,,,,
      ,,,,,topik laeng bahas laeng………
      ….pasti dia bukan orang maluku,,,,,katanya bikshu,,,,,kelakuannya kaya bakso…..

      Komentar oleh ALIFURU GENERATION — November 17, 2013 @ 8:31 pm

  98. Yang gw tahu, Pattimura itu muslim. Sedangkan yang kristen itu Kapitan Jonker. Budak Belanda yang memimpin KNIL alias pasukan belanda hitam. Bersatu padu dengan VOC dan Aru Palaka untuk mengobrak abrik kerajaan nusantara yang notabenenya kebanyakan muslim.Sudahlah, Piagam Jakarta saja sudah kalian (Indonesia timur) perkosa. Mau apalagi, perang? Jangan nekat deh!

    Komentar oleh wildan — Agustus 29, 2009 @ 7:57 am

  99. Pattimura itu Islam atau Kristen tidak usah diperdebatankan. Saya orang Ambon asli (Muslim) & Saya yakin Sejarah kita ada yang salah, tapi tidak usah dipermasalahkan. Tidak ada untungnya. Mari kita berpikir bijak. Saya juga meyakini bahwa yang menginginkan identitas Pattimura disembunyikan adalah Pattimura sendiri. Tujuan beliau Wallahu a’lam (Allah lebih tahu). Kalau masih bertengkar Pattimura Islam atau Kristen sebaiknya tunggu di Akhirat, pas semuanya sudah meninggal. Di Dunia ini tempat Kita berbuat kebaikan & amalan yang soleh. Semoga Kita bisa merenungi diri Kita untuk apa Kita hidup di Dunia.

    SEMUA YANG KITA KATAKAN AKAN DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABAN DIHADAPAN ALLAH SWT (RABB KITA) & KITA AKAN DIADILI DI AKHIRAT KELAK.

    JANGAN PERNAH MENGIKUTI HAWA NAFSU.

    SYAITAN (MUSUH BERSAMA KITA) YANG AKAN SELALU BERSAMA DENGAN ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI HAWA NAFSU & MENJUAL AKHIRAT DEMI DUNIA YANG HANYA SEBENTAR INI.

    Pesan Untuk Saudaraku Sesama Muslim :

    Janganlah Kita bertengkar dengan Orang-Orang Nasrani (Kristen), biarkan Mereka. Di akhirat kelak, semua kepalsuan & kebohongan manusia akan terungkap. Mari Kita mengamalkan Al-Quran & mengikutinya dengan sebenar-benarnya agar Kita menjadi Umat yang diridhoi Allah SWT.

    “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah, Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah, Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku” (QS. Al-Kafirun 109 : 1-6).

    Komentar oleh Cucu Adam a.s — September 7, 2009 @ 7:59 am

  100. Bukti Arkeologis Melawan Quran
    Sampai kiamatpun Muslimin bersikeras bahwa Qur’an adalah kata2 final Tuhan. Namun, mana bukti sejarahnya ? Bukti manuskrip, dan arkeologis semuanya tidak berhasil membuktikan claim2. Dlm tulisan paling akhir (Isa Masih no. 6, p8-9) kami menunjukkan kekurangan2 dlm manuskrip2 Quran. Disini kami menunjukkan bukti melawan Islam dari sumber2 dokumen non Muslim dan arkeologi modern.

    SUMBER2 YAHUDI
    Qur’an menyiratkan bahwa Muhamad memutuskan hubungannya dgn Yahudi thn 624M segera setelah Hijrah ke Mekah. Pada saat itu, Kiblat dipindahkan dari Yerusalem ke Mekah (Surah 2:144, 149-150).

    Namun, sumber2 non-Muslim, Doktrin Iacobi dan Kronikel Armenia dr thn 660M menunjukkan bahwa pd tahun 640, saat penaklukan Palestina, Arab dan Yahudi adalah sekutu. Muhamad mendirikan kelompok masy Ishmaeli beserta dgn Yahudi berdasarkan tanah kelahiran mereka yg sama di tanah suci. Hubungan baik ini berlangsung sampai paling tidak 15 tahun setelah tanggal Quran tsb.

    MEKAH
    Menurut Qur’an, Mekah merupakan kota yang pertama dan paling penting di dunia. Adam menempatkan batu hitam di Ka’bah asli, sementara Ibraham dan Ismael membangun kembali Ka’bah Mekah berabad2 kemudian (Surat 2:125-127). Mekah dikatakan sbg pusat perdagangan sebelum jamannya Muhamad.

    Namun tidak ada bukti2 arkeologisnya. Kota kuno besar macam itu tentulah disebut2 dlm sejarah kuno. Namun, sebutan paling dini ttg Mekah sbg sebuah kota hanya dimuat di Continuato Byzantia Arabica, sebuah dokumen abad ke 8 ! Mekah jelas bukan rute perdagangan daratan yg alami – Mekah adalah lembah gersang dan orang harus belok sepanjang 100 mil utk dapat mencapainya. Setelah abad pertama, hanya ada perdagangan maritim Yunani-Romawi dgn India, yg diawasi pelabuhan Laut Merah Ethiopia, Adulis, dan bukan oleh Arab. Kalau Mekah bukan sebuah kota yg mapan, kecuali setelah jamannya Muhamad, maka ini membuat Quran sangat diragukan.

    Dalam Surah 3.96 dan 6.92 terdapat sebutan Mekah (Bakkah) yang merupakan tempat perlindungan pertama umat manusia, atau the ‘’Mother of all settlement’’ karena Adam menempatkan batu hitam dalam Ka’bah pertama, namun dalam Sura 2.125-127 disebutkan bahwa Abraham dan Ishmael yang membangunnya kembali beberapa tahun kemudian.

    Riset oleh Patricia Crone dan Michael Cook menunjukkan bahwa Mekah tidak disebut-sebut dalam dokumen arkeologi sebelum permulaan abad ke 8. Ingatlah bahwa ini merupakan 1 abad setelah wafatnya Muhamad.

    Bahkan lebih aneh lagi adalah pernyataan kaum Muslim bahwa selain merupakan kota tua dan besar, Mekah juga pusat dagang Arab di abad ke-7 dan sebelumnya. Pernyataan ini lebih mudah diperiksa kebenarannya karena bukti-bukti dokumen dari jaman itu cukup banyak.

    Dari riset ekstensif Bulliet bisa dikatakan dengan pasti bahwa pernyataan kaum Muslim ini SALAH. Ini dibuktikan lebih lanjut oleh Groom dan Muller yang mengatakan bahwa Mekah tidak mungkin berada pada rute perdagangan karena secara geografis ini berarti orang harus mengadakan de-tour ketimbang melewati rute normal, yaitu melalui jalur barat. (It would have entailed a detour from the natural route along the western ridge.)

    Bahkan Patricia Crone menambahkan ‘’ Mekah adalah tempat gersang/kering dan tempat-tempat macam itu bukan pilihan pedagang. Mengapa karavan harus turun kedalam lembah gersang Mekah kalau mereka dengan mudah dapat berhenti di Ta’if ?”

    Ia juga menanyakan, komoditi macam apa di wilayah Arab saat itu bisa ditransportasi melewati jarak jauh dan alam kering, dan tetap bisa dijual dengan mendapatkan keuntungan yang cukup besar untuk mendukung pertumbuhan sebuah kota yang kedudukannya tidak strategis itu.”

    Faktanya adalah, pada abad-abad tidak lama menjelang kelahiran Muhamad di tanah Arab ini tidak ada satupun jalur pedagangan internasional, apalagi di Mekah. Ternyata kebanyakan data mengenai asal pernyataan “Mekah sarang dagang” ini adalah gara-gara riset tidak teliti seorang Yesuit, Henry Lammens, seorang “akademik yang tidak reliable”.

    Lammens menggunakan sumber-sumber abad pertama (seperti orang-gara Romawi, Periplus dan Pliny) dan bukannya sumber-sumber sejarawan Yunani yang hidup lebih dekat pada masa tersebut seperti Cosmas, Procopius dan Theodoratos (P. Crone).

    Kenyataannya, di abad pertama, jalur perdagangan Yunani antara India dan negara-negara Mediterania sepenuhnya bersifat maritim. Silahkan anda membuka atlas untuk mengerti mengapa. Tidak ada gunanya mengangkut barang dagangan melewati jalan darat yang cukup jauh jika jarak itu bisa ditempuh dalam separuh waktu lewat sungai/laut. Logika pedagang adalah selalu mencari jalur/rute perdagangan yang lebih pendek, murah dan lebih menguntungkan.

    Menurut Nn. Croone, pada masa kaisar Dioclesias, lebih murah bagi kerajaan Romawi untuk mengangkut gandum lewat laut sepanjang 780 km (1,250 miles) ketimbang mengangkutnya lewat jalan darat sepanjang 30 km (50 miles). Mengapa para pedagang dari India mengirim lewat laut barang dagangan mereka, menurunkannya di pelabuhan Aden dan meneruskan perjalanan di pundak onta sepanjang 780km lewat gurun gersang?

    Jika Lammens melakukan riset secara benar, ia juga akan melihat bahwa jalur perdagangan Yunani-Romawi dengan India runtuh pada abad 3 AD (AD = Anno Domine; Tahun Tuhan Kita atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkah sebagai tahun sesudah Masehi. Atau disingkat dengan M saja), sehingga pada jaman Muhammad tidak ada jalur darat maupun pasar Romawi yang menjadi tujuan barang dagang tersebut. Croone juga menunjukkan bahwa, seandainya Lammens meluangkan waktu untuk membaca sumber-sumber Yunani kuno, ia akan menemukan bahwa orang-orang Yunani–tujuan barang dagangan tsb–belum pernah mendengar nama kota Mekah. Kalau memang tempat itu begitu penting, tentunya mereka yang akan menerima barang dagangan tersebut pasti mengetahui eksistensinya. Namun, kita TIDAK MENEMUKAN SEDIKIT KETERANGANPUN, kecuali bahwa orang Yunani menyebut kota Ta’if dan Yathrib (kemudian dinamakan Medina), juga Khaybar di bagian utara. Tidak adanya sebutan Mekah dalam dokumen historis memang merupakan fakta problematik dalam membuktikan keberadaan sebuah kota yang dianggap pusat kelahiran Islam.

    Bahkan terdapat kebingungan dalam tradisi Islam tentang dimana sebenarnya letak Mekah. Menurut riset J. van Ess, baik pada masa perang sipil pertama dan kedua, ada kesaksian tentang orang-orang yang bergerak dari Medina ke Iraq, lewat Mekah. Namun kota MEKAH itu terletak di bagian south-west Medina sementara Iraq berada di belahan north-east. Maka kota perlindungan Islam, menurut tradisi tersebut terletak di bagian timur Medinah, yaitu arah berlawanan dari letak Mekah sekarang !?!
    Ini mengakibatkan kebingungan. Bukan hanya bukti-bukti dokumenter Arab dan Yahudi tentang penanggalan saling kontradiksi, namun kota pusat Islam itu dikenal hanya jauh kemudian.

    ARKEOLOGI

    Qiblat
    Menurut Qur’an, Qiblat diarahkan ke Mekah pd thn 624M, 2 tahun setelah Hijrah (Surat 2:144, 149-50). Namun bukti2 arkeologis paling dini dari mesjid yg dibangun pada permulaan abad ke 8 menunjukkan bahwa kota suci mereka bukanlah Mekah, tetapi lebih dekat ke arah Yerusalem.

    Qiblat mesjid pertama di Kufa, Iraq, dibangun th 670M dan menunjuk ke BARAT ketimbang ke selatan, gambar2 arsitektur dari 2 mesjid Umayyad (650-750M) di Iraq, menunjukkan bahwa Qiblat berorientasi jauh ke utara. Mesjid Wasit melenceng sampai 33 derajad, mesjid Baghdad sampai 30 derajad. Mesjid ‘Amr b. al ‘As didekat Kairo, juga menunjuk ke Kiblat terlalu jauh ke utara dan harus diperbaiki oleh sang gubernur.

    Jacob dari Odessa, penulis dan pelancong Kristen, merupakan saksi mata menulis ttg Mesir sekitar 705M. Suratnya dlm British Museum menyebut ttg kaum ‘Mahgraye’ (istilah Yunani bagi Arab) di Mesir yg berdoa menghadap ke timur, menuju Ka’bah, dgn kata lain menuju Palestina dan bukan Mekah.

    Jadi bukti menunjuk kpd lokasi bukan di Mekah, tetapi di Arab Utara atau bahkan Yerusalem, sampai permulaan abad ke 8. Tidak mungkin Muslim2 pada abad permulaan Islam salah menghitung arah. Mereka pedagang gurun pasir dan tukang Karavan yang mahir membaca arah bintang di langit utk menentukan arah pelancongan mereka. Bgm lagi mereka melakukan ibadah haji yang pada saat itu saja sudah diresmikan. Ada ketidakcocokan besar antara Qur’an dan arkeologi modern.

    Yang paling penting, Walid I, kalif th 705 – 715M, menulis kesemua wilayah memerintahkan penghancuran dan pelebaran semua mesjid. Mungkinkah bahwa saat itu Kiblat baru dipindahkan ke Mekah ?

    Menurut Dr. Hawting, dari SOAS (school of Oriental and African Studies di London), penemuan arkeologis baru juga menunjukkan bahwa sampai saat itu, kaum Muslim (atau disebut juga kaum Hagar, dari nama ibu Ishmael, yang dihamili nabi Ibrahim) memang solat tidak mengarah ke Mekah tetapi ke utara, kemungkinan besar Yerusalem. NAMUN QURAN MENGATAKAN KEPADA KITA (dalam Surah 2) BAHWA ARAH KIBLAT ADALAH MENUJU MEKAH, kira-kira 2 tahun setelah HIjrah, atau sekitar tahun 624 dan tidak pernah berubah sampai sekarang.

    Apa yang terjadi disini? Mengapa Kiblat tidak mengarah kepada Mekah sebelum tahun 705? Mari sekarang kita melihat Yerusalem.

    THE DOME OF THE ROCK
    Dome megah ini didirikan oleh Abd al-Malik pada tahun 691 dan sampai sekarang masih berdiri. Pertama, kita harus mengingat bahwa the Dome of the Rock bukan sebuah mesjid karena tidak memiliki arah kiblat. Hanya sebuah gedung oktagonal dengan 8 pilar.

    Muslimin puas dengan keterangan bahwa Dome ini didirikan guna memperingati malam Muhamad terbang ke surga guna berbicara dengan Musa dan Allah tentang jumlah sholat yang harus dipatuhi pengikut. Namun, menurut riset oleh Van Berchem dan Yehuda Nevo, kaligrafi disana tidak menyebtukan apa-apa tentang Mi’raj NAMUN MENOLAK STATUS KETUHANAN YESUS, PENERIMAAN PARA NABI, PENERIMAAN WAHYU OLEH MUHAMAD DAN PENGGUNAAN ISTILAH ‘’Islam’’ DAN ‘’Muslim’’.

    Mengapa, kalau memang khusus didirikan untuk memperingati Mi’raj, gedung itu tidak menyebut sepatah katapun tentangnya?! Gedung megah ini yang didirikan pada masa-masa awal kelahiran Islam menunjukkan bahwa GEDUNG INILAH DAN BUKAN MEKAH yang merupakan tempat perlindungan Islam pertama dan pusat kelahiran Islam sampai paling tidak abad ke7.

    Menurut tradisi Islam, kalif Sulaiman, yang berkuasa antara tahun 715-717, pergi ke Mekah dan bertanya tentang naik haji. Ia tidak puas dengan jawaban yang diterimanya disana dam memilih untuk mengikuti Abd al-Malik (i.e. melancong ke the Dome of the Rock). Fakta ini saja, kata Dr. Hawting, menunjukkan bahwa bahkan pada abad ke 8 sudah muncul ketidakpastian tentang letak tempat lahirnya Islam.

    Menurut tradisi, WALID I, kalif yang berkuasa antara 705-715 menulis kepada semua daerah, memerintahkan penghancuran dan peluasan mesjid-mesjid. Mungkinkah ini saat Kiblat ditetapkan kearah Mekah? Kalau iya, ini menunjukkan kontradiksi besar-besaran terhadap Quran.

    Dr. John Wansbrough, otoritas terbesar dalam tradisi dini Islam, menunjukkan pengamatan menarik terhadap Muhamad. Sumber-sumber non-muslim terbaik masa ini diberikan oleh kaligrafi Arab pada batu-batuan yang tersebar di gurun dan daratan Syria-Yordan, khususnya di gurun Negev. Yehuda Nevo, dari Universitas Yerusalem, melakukan riset ekstensif dan menerbitkan hasilnya pada tahun 1994 dalam bukunya “Toward a Prehistory of Islam/Menuju Masa pra-sejarah Islam’’, yang saya jadikan bahan acuan disini.

    Nevo menemukan dalam teks-teks religius Arab, dari satu setengah abad kekuasaan Arab (abad ke 7 dan ke adanya sebuah kepercayaan monotheis yang “jelas-jelas bukan Islam, namun sebuah kepercayaan dari mana Islam bisa berkembang” (“demonstrably not Islam, but a creed from which Islam could have developed’’).

    Ia juga menemukan bahwa dalam semua institusi religius selama masa SUFYANI (thn 661-684) tidak ada sedikitpun sebutan tentang Muhammad atau petunjuk bahwa Muhamad adalah nabi Allah. Ini benar, sampai sekitara tahun 691, dimana tujuan utama inskripsi adalah religious atau hanya commemorative, seperti inskripsi pada bendungan didekat Ta’if, yang didirikan oleh Kalif Muâwiya pada tahun 660-an. Absennya nama Muhamad pada inskripsi-inskripsi kuno adalah penting.

    Kemunculan pertama nama Muhamad rasul Allah ditemukan pada coin Arab-Sassanian dari Xalib ben Abdallah dari tahun 690, yang dibuat di Damaskus. Pernyataan Kepercayaan, termasuk Tauhid (KeTunggalan Allah), pernyataan bahwa Muhammad rasul Allah dan penolakan keTuhanan Jesus (rasul Allah wa-abduhu) ditemukan dalam inskripsi Abd al-Malik dalam the Dome of the Rock, tertanggal 691. SEBELUMYA, PERNYATAAN KEPERCAYAAN MUSLIM TIDAK DAPAT DIPASTIKAN.

    Setelah dinasti MAARWANID (sampai thn 750), nama Muhammad biasanya timbul dalam pernyataan religius, seperti pada coin, milestones and papyrus “protocols.” Namun, papirus bahasa Arab pertama di Mesir, dalam bentuk bukti penerimaan pajak tahun 642, ditulis dalam bahasa Yunani dan Arab dan menganut judul “BASMALA,” namun karakternya bukan Kristen maupun Muslim.

    Inskripsi-inskripsi dalam the Dome of the Rock, walaupun mengandung teks religius, tidak pernah menyebut nama nabi atau kepercayaan Muslim, 30 tahun setelah kematian Muhammad, walaupun menganut suatu bentuk monotheisme yang berkembang dari gaya literatur Yahudi-Kristen. Lebih-lebih lagi, ketika kepercayaan itu diperkenalkan pada masa MARWANID (setelah 684) it is carried almost “overnight.” Tiba-tiba, kepercayaan itu menjadi satu-satunya deklarasi religius negara. Namun lagi-lagi tidak begitu saja diterima rakyat.

    Menurut Nevo, rumusan Mohammedan ini hanya dimulai digunakan dalam inskripsi umum pada jaman Kalif Hisham (thn 724-743). NAMUN WALAUPUN MEREKA PENGIKUT MUHAMAD, MEREKA BUKAN MUSLIM. Untuk itu, kata Nevo, kita harus menunggu sampai permulaan abad ke 9 (sekitar 822), bersamaan dengan ditemukannya Quran tertulis pertama. Jelaslah bahwa bukan semasa hidupnya Muhamad diangkat kepada posisi nabi, BAHKAN KETIKA ITU, KEPERCAYAAN KEPADA MUHAMAD TIDAK SAMA DENGAN APA YANG DITEMUKAN SEKARANG.

    DOME OF THE ROCK (BATU KUBAH)
    Kemungkinan alasan mengapa mesjid2 kuno menghadap Palestina bisa ditemukan di YERUSALEM.
    Di pusat kota itu terletak the ‘Dome of the Rock’, bangunan yg didirikan ‘Abd al-Malik th 691M. Ini dianggap sbg tempat Islam paling suci nomor 3 setelah Mekah dan Medinah. Gedung ini nampaknya dimaksudkan sbg sebuah tempat penyimpanan (sanctuary) dan bukan sbg sebuah mesjid karena tidak adanya Qiblat dan bentuk oktagonalnya menunjukkan bahwa gedung itu digunakan agar orang dapat berkeliling memutarinya. Muslim percaya bahwa upacara keliling ini memperingati Isra Mi’raj, malam Muhammad naik ke surga dan berbicara dgn Allah dan Musa mengenai jumlah solat yg diwajibkan kpd pengikut.

    Namun, tulisan2 pada tembok2 gedung itu TIDAK menyebut apa2 ttg Isra Mi’raj tetapi hanya kutipan2 polemik Quran yg dimaksudkan khususnya bagi Kristen. Mungkin gedung ini dibangun sbg tempat suci Islam, sebelum Mekah diresmikan sbg tempat tersuci Islam.

    Tradisi Muslim memang menunjukkan bahwa the Dome of the Rock dulu memang pusat religius Islam. Kalif Sulaiman, yg berkuasa sampai th 717M, pergi ke Mekah utk bertanya ttg ibadah Haji. Ia tidak puas dgn jawaban yg didapatkan dan memilih utk mengikuti ‘Abd al-Malik, yg melancong ke the Dome of the Rock.

    Mungkinkah kiblat2 mesjid2 pertama dulu diarahkan kepada the Dome of the Rock dibawah perintah Walid I pada permulaan abad ke 8 ?
    Alm. Yehuda Nevo dari Universitas Yerusalem men-survey ukiran2 Arab pada batu2 yg tersebar di gurun Negev dan Syro-Jordania. Risetnya memberikan gambaran berguna atas sejarah Muhammad dari sumber2 non-Muslim kontemporer.

    Dlm teks religius dari jaman Sufyani (661-684M) eksis sebuah kepercayaan monotheistic TETAPI TIDAK ADA RUJUKAN KPD MUHAMAD ! Namanya hanya muncul setelah 690M. Tulisan Muhammad Rasulullah tampil pertama kali dlm uang keping Arab-Sassania dari th 690M, di Damascus. Lebih penting lagi, prinsip2 Islam spt Tauhid (Tuhan cuma satu), Muhamad = Rasulullah dan rasul Allah wa-’abduhu (sifat kemanusiaan Yesus) hanya ditemukan dlm tulisan ‘Abd al-Malik dlm the Dome of the Rock, tertgl 691M. Sebelum ini, prinsip2 kepercayaan Muslim tidak dapat dipastikan.

    a gold dinar issued during the reign of the caliph Abd al-Malik in 693 A.D. — most likely depicts Mohammed himself. The author of the site makes a strong case that the central figure is Mohammed and that the figures on either side of him are Abu-Bakr (Mohammed’s companion) on his left and Aisha (his young wife) on his right. Also suggesting that these now-extremely-rare coins (all now housed in the British Museum) depict Mohammed is the fact that they were all ordered to be destroyed shortly after being minted, which may have been the first instance of an image of Mohammed being seen as inappropriate. The coin was made only 67 years after Mohammed’s death (the year 77 of the Islamic era, which dates to his arrival in Medina from Mecca), which would make it far and away the earliest depiction of Mohammed ever made, and possibly even modeled after memories of people who knew him during his lifetime.
    Jadi selama 60 tahun penuh setelah kematian Muhamad, kalimat syahadat Arab TIDAK MENCAKUP MUHAMAD, melainkan cuma sebuah prinsip kepercayaan monotheis yg mengembangkan konsep2 Yudeo-Kristen dlm gaya literatur khusus. Saat syahadat dgn nama Muhammad diberlakukan selama periode Marwanid (setelah 684 M), tiba2 bentuk deklarasi itulah tampil sbg satu2nya bentuk dlm dokumen2 resmi. Jadi peningkatan status Muhammad sbg nabi universal hanya terjadi pada akhir abad ke 7, lama setelah kematiannya.

    QURAN sbg MUSHAF
    Jelas Qur’an mengalami transformasi selama 100 tahun setelah kematiannya. Tulisan2 yg dikenal sbg tulisan Quran pada keping2 uang dan di the Dome of the Rock selama masa ‘Abd al-Malik dari 685M, BERBEDA dgn teks Quran sekarang. Qur’an tidak mungkin dikanonisasi selama masa hidup Muhamad, tetapi pasti mengalami proses evolusi. Rujukan paling dini kpd sebuah buku yg dinamakan Qur’an tidak datang dari Mekah melainkan di Arab Utara, bahkan Yerusalem, pada permulaan abad 8. Tidak mugnkin Muslim2 pertama salah tebak arah Mekah, mereka mahir menggunakan bintang sbg penunjuk jalan. Bgm mungkin mereka bisa mengadakan ibadah haji yg sudah dikanonisasikan pada jaman itu ?

    Ada kepincangan besar antara Qur’an dan arkeologi modern

    Yg paling penting, perintah Walid I, kalif pd th 705 – 715M, kepada semua kawasan kekuasaannya [utk menghancurkan dan melebarkan mesjid] sangat bertentangan dgn data historis dari abad2 7 & 8. Khususnya :

    • Adanya hubungan (baik) antara Yahudi & Arab sampai paling tidak th 640M, dan bukan 624M

    • Mekah bukan kota pertama dan paling penting di dunia; kota itu tidak dikenal sampai abad ke 7 dan bahkan tidak terletak pada rute perdagangan internasional

    • Kiblat tidak dihadapkan pada Mekah sampai abad 8, tapi pada YERUSALEM

    • Dome of the Rock di Jerusalem kemungkinan besar adalah kiblat pertama Muslim

    • Muhammad tidak dikenal sbg nabi terakhir sebelum akhir abad 7 ; syahadat dari jaman Muhamad mengacu pada sebuah agama monotheistic TANPA menyebut nama Muhammad

    • Quran paling dini diperkirakan berasal dari pertengahan abad 8

    • Tulisan2 Quran pada kepingan uang pada the Dome of the Rock tidak mirip dgn text Qur’an. Ini bukti bahwa Qur’an sekarang tidak sama dgn yg dikanonisasi pd thn 650M oleh Usman. Manuskrip Qur’an sekarang (yg berasal dari 790M) nampak mengalami evolusi tekstual. Ini menantang kepercayaan Muslim bahwa Qur’an mengandung teks original dan persis yg spt yg diwahyukan Allah dan dibacakan Muhammad dan oleh karena itu mengobrak-abrik jantung kepercayaan Islam. Quran yang kita miliki sekarang tidak ditulis 16 tahun setelah wafatnya Muhamad, melainkan 160 tahun kemudian

    Sebelum 750 Masehi (sekitar 100 tahun setelah wafatnya Muhamad) tidak ada satupun dokumen yang dapat memberikan gambaran tentang periode pembentukan Islam. Tidak ada sedikitpun keterangan atau kesaksian dari masyarakat Islam selama 150 tahun pertama mereka, antara masa penjajahan Arab pertama pada permulaan abad ke 7, sampai timbulnya literatur pertama Islam abad ke 8 (Riwayah SIRA-MAGHAZI).

    Dimasa lalu Qur’an dilindungi dgn semacam embargo – tetapi kini Muslim tidak lagi dapat menghindar bukti2 yg semakin menumpuk yg justru melemahkan Quran.
    Sumber-sumber menunjukkan bahwa buku ini disusun secara tergesa-gesa. Wansbrough mengatakan bahwa “nampak jelas bahwa buku ini tidak memiliki struktur keseluruhan, sering tidak jelas, baik dari segi bahasa maupun isi, menghubung-hubungkan materi yang terpisah-pisah dan cenderung mengulang-ulang anak-kalimat dalam berbagai versi. Atas dasar ini dapat disimpulkan bahwa buku ini adalah produksi editing tidak sempurna di masa kemudian dari bermacam-macam tradisi,” seperti dikutip dalam buku Crone-Cook “Hagarism.”

    Mengenai kapan Quran itu disusun kita hanya bisa menerka dari penanggalan manuskrip-manuskrip yang ada. Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa Quran tidak eksis sebelum akhir abad ke 7. Referensi tertua dari luar tradisi literatur Islam mengenai sebuah buku yang dinamakan dengan “Quran” timbul pada pertengahan abad 8 dari tulisan pembicaraan antara seorang Arab dan seorang pendeta dari Bet Hale. Namun ini belum tentu menunjuk pada buku yang kita kenal sekarang. Baik Crone maupun Cook menyimpulkan bahwa selain referensi kecil ini, tidak ada indikasi apapun bahwa Quran eksis sebelum akhir abad ke 7.

    Dalam riset mereka, baik Crone dan Cook bersikeras bahwa kemungkinan besar, Quran (atau dalam bentuk permulaan) disusun sebagai bukunya Muhamad pada masa gubernur HAJJAJ BEN YUSUF (663-714), sekitar thn 705. Dari kesaksian Leo by Levond, gubernur Hajjaj nampak telah mengumpulkan semua tulisan-tulisan lama kaum Hagarene dan menggantikannya dengan versi yang disusun “menurut keinginannya, dan membagikannya kepada siapaun di negerinya.” Ini juga sesuai dengan fakta bahwa baik manuskrip Quran di Samarqand dan Topkapi (di Turki), Quran tertua yang kita miliki, ditulis dalam bahasa Kufic, dialek Persia dari Kufa, dan bukan bahasa Arab.

    Kesimpulan masuk akal adalah bahwa dalam masa inilah Quran memulai perkembangannya, kemungkinan ditulis, sampai akhirnya disahkan pada pertengahan sampai akhir abad 8 sebagai Quran yang kita kenal hari ini.

    Namun demikian, bukti-bukti arkeologis tentang keberadaan Quran adalah yang paling problematik. Bekas-bekas bangunan dan inskripsi dari daerah itu dari abad 7 dan 8 tidak hanya menunjukan kontradiksi bahwa Muhamad mengesahkan Kiblat semasa hidupnya, atau bahwa ia yang menyusun Quran yang kita kenal sekarang, bahkan asal usul ke-nabiannya juga diragukan. Ini merupakan penemuan penting dan problematik.

    Sekarang kita menemukan coin-coin yang katanya mengandung tulisan Quran, tertanggal 685, yang dibuat pada masa Abdul Malik. Lebih-lebih lagi, the Dome of the Rock yang dibangunnya pada tahun 691 menunjukkan ketidaksesuaian antara inskripsinya dengan pernyataan dalam Quran.

    Dua ahli etymologi, Van Berchem and Grohmann, setelah riset ekstensif terhadap inskripsi ini mengatakan bahwa mereka mengandung “variant verbal forms, extensive deviances, as well as omissions from the text which we have today” (“Arabic Papyri from Hirbet el-Mird” as cited by Crone-Cook).

    Jika inskripsi-inskripsi ini berasal dari Quran, dengan berbagai macam variasi. bagaimana mungkin Quran disahkan (dikanonisasi) sebelum akhir abad ke 8? Orang hanya bisa menyimpulkan bahwa terjadi sebuah evolusi dalam penyusunan Quran, KALAU MEMANG MEREKA ASALNYA DIKUTIP DARI QURAN.

    Komentar oleh Fahmi — September 30, 2009 @ 4:06 am

  101. bisanya cuma menyunat dari artikel kawan sendiri. hermeneutika? sudah gak jaman mas, kalo pake pendekatan kuno begitu. ini yang membuat orang2 JIL juga tambah nyungsep otak mereka ke dengkul. bahasa Tuhan koq diterjemahkan dengan bahasa manusia. untuk injil yang kata Bernard Lewis, itu tuh pesohor terkenal amrik, saja dikatakan adalah ‘buku yang lebih porno dibanding playboy’. baca lagi deh kitabnya, yang berisi perilaku sodomi, incest, sex orgy, dll. baca yang bener, biar gak kebolak balik otak dengan otot, kepala dengan pantat. pantes pelaku paedofilnya adalah para pastur sendiri. ini deh, jawab yang praktis2 saja: jika memang injil kitab Tuhan koq bisa berribu-ribu versi dan berribu-ribu revisi? koq tidak sesuai dengan science? sampai2 membunuh Galileo! Mau taruhan kalo injil ini tidak pernah dijaga Tuhan? selain tidak ada kesamaan, dengan bukti berbagai macam versi dan revisi, orang kristen sekelas paus benediktus XVI sendiri pun, pasti tak akan pernah bisa menghapal 1 (satu) halaman penuh berikut titik koma injilnya. namanya bukan dari Tuhan, pasti susah menghapalnya. itu cuma rekayasa Paulus, rabbi yahudi yang mendambakan perlindungan dari orang kristen. ah, pasti gak akan nyambung jika dibeberin politik yahudi yang tingkat tinggi tapi merusak diri mereka sendiri. btw, berjuta orang Islam bahkan ada yang berumur 5 (baca mas: lima) tahun dimudahkan untuk menghapalnya 1 (baca mas: satu)kitab penuh berikut titik komanya. akibatnya? walaupun sudah 1500 tahun, Kitab ini tidak pernah ada perubahan bahkan titik dan komanya. Siapa yang menjaga? Mas Fahmi tolong baca lagi semua kitab ini, jangan cinta buta tapi katakan hati yang suci yang harus berbicara. karena … hidup hanya sekali

    Komentar oleh Ex John — September 30, 2009 @ 12:39 pm

  102. bahkan sejarah Nabi Besar Muhammad pun merupakan sejarah terlengkap yang dimiliki oleh seorang manusia dari tanggal kelahiran, hidup, kematian bahkan timing perkembangan Islam itu sendiri. Bandingkan dengan Yesus? apalagi Jacob dari Odessa? Dr. Hawting dari SOAS? Dr. John Wansbrough? Crone maupun Cook? walah siapa lagi mereka? bahkan filsuf, ahli sejarah kenamaan seperti Michael H. Hart pun yang menempatkan Muhammad di tempat paling terhormat diantara manusia pun tidak kenal dengan yang anda sebut. apalagi kami! Capek dehhhh

    Komentar oleh Mantan Pendeta — September 30, 2009 @ 12:51 pm

  103. ahahahahahah!!!!

    Komentar oleh nilam — Oktober 9, 2009 @ 2:44 am

  104. 2 thumbs up for Ex John dan Mantan Pendeta!!!

    Komentar oleh wangsa sanjaya — Oktober 15, 2009 @ 5:42 am

  105. Untuk menelaah tulisan ini, sebaiknya menggunakan logika bukan fanatisme buta, demi kebaikan sendiri di hari akhir nanti.
    Buat Fahmi yang nulis(eh nulis apa ngembat?) artikel no.100, koq artikelnya subjektif banget? Al Qur’an tetap bahasa Al Kitab yang paling indah ketimbang kitab2 lainnya. Dia juga bukan bahasa Arab seperti yang modern sekarang. Dia bahasa Arab masa lalu yang dituliskan teramat sangat indah. Orang Arab sendiri belum tentu mengerti bacaannya. Bahkan para penyair Arab sudah mengakui jika Al Qur’an bukan kitab sembarangan yang dibuat manusia. Otak manusia tidak akan bisa menjangkau rasa katanya. Makanya bagi orang yang beriman mendengar sedikit saja bacaannya, mereka bisa menangis dan tersenyum. Rasa katanya yang membuat Al Qur’an menjadi agung dan tak terjangkau. Makanya salah satu ayat mencoba menantang setiap manusia untuk membuat satu ayat yang serupa dan setara baik dalam makna maupun keindahan jangkauannya. namun dibalik kerumitan yang indah itu, betapa banyak manusia muslim, bahkan sampai Snouck Hurgronje sendiri seorang orientalis kristen bisa menghapalnya. 1 kitab penuh. sedangkan injil? paus paulus dan benedikus saja belum tentu bisa menghapal 1 halaman saja alkitab. kenapa? karena injil terdiri dalam beribu revisi dan beribu edisi. tidak ada kesamaan. maka jika diadakan lomba menghapal injil tidak akan ada yang menang, oleh karena tidak ada acuan injil edisi dan revisi mana yang akan dipakai. untuk menghapalnya pun malas. mengapa? karena isinya banyak yang vulgar dan melecehkan Nabi bahkan Tuhan sendiri. injil juga tidak sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Al Qur an bahkan bisa mengatakan sesuatu yang ditemukan sekarang oleh ilmu pengtahuan dari 15 abad yang lalu. Baca deh tentang keajaiban2 Al Qur’an. Sudah banyak artikel ilmiahnyatuh yang dibuat oleh ilmuwan2 tersohor yang akhirnya masuk Islam. Injil? sesungguhnya Paulus si penyusun Injil adalah seorang Yahudi licik. dengan kelicikannya dia memutar balik fakta isi injil, sehingga ada tendensi orang kristen harus melindungi orang yahudi. Makanya sekian banyak kerusakan terhadap bumi Palestina berikut isinya yang dilakukan oleh orang israel tidak membuat mata orang2 kristen terbelalak. yang mereka tau orang Palestina itu tukang bom. Padahal korban bom israel jauh lebih banyak ketimbang korban bom bunuh diri rakyat Palestina. Ini fakta! maka, selamanya, mau Bush ataupun Obama akan mendukung israel akibat doktrin sesat yahudi yang dicatat dalam buku yang selalu mereka baca: INJIL!

    Komentar oleh Bernard Lewis — Oktober 17, 2009 @ 9:49 am

  106. sangat meyakinkan

    Komentar oleh prasetyo — November 3, 2009 @ 5:17 am

  107. mau eslam kek mau kresten kek, saya malah ngga percaya pattimura tu ada

    Komentar oleh mardjikers — November 11, 2009 @ 4:39 pm

  108. weleh2 kayaknya komen2nya orang kristen ga da yang berbobot yah…. kaya org idiot yang ngomong….. komen2nya org islam lebih pintar & lebih masuk akal….

    Komentar oleh degan — November 28, 2009 @ 4:33 pm

    • dari kelakuan dan perkataan yg keluar dari mulut kita,akan jadi cermin bagi kita sendiri,,,
      dan menunjukan apa yg kita pelajari dan ajarkan,,,,,jadi silahkan aja kita berbicara,tp dari situlah anda akan di nilai tentang apa yg anda dapat dari agama anda,
      sesungguhnya,semua gama itu mengajarkan hal yg benar,tujuannya untuk memuliakan TUHAN PENCIPTA LANGIT DAN BUMI,tapi manusia2 seperti kita inilah yg merusak dan memprmalukan agama kita dengan kelakuandan kata2 kita,,,,
      smoga kita smua menyadarinya,,,,,,,,,,amien

      Komentar oleh ALIFURU GENERATION — November 17, 2013 @ 8:43 pm

      • “TUHAN PENCIPTA LANGIT DAN BUMI” maksudnya bung itu yang mana yang dimuliakan???

        Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 4:40 am

  109. hahaha….benar kata si degan….
    sejarah itu subjektif, tergantung siapa penuturnya. Sejarah itu subjektif, tergantung siapa penuturnya. saya bisa mengatakan bahwa Olivia Lubis itu mantan pacar saya. namun karena orang keburu percaya maka jadilah itu suatu sejarah semu. Hanya Allah yang benar-benar tahu sejarah

    Komentar oleh ngak_ngek_ae — Desember 8, 2009 @ 5:24 pm

  110. penulisnya adalah saya AGung Pribadi. Tolong kepada berbagai pihak yg mempublikasikan tolong cantumkan penulisnya. Bukunya sudah terbit tahun 2003. Penerbitnya Soebijanto Press. Buat pihak2 yg tidak suka, itu hak anda. (AGUNG PRIBADI)

    Komentar oleh agung — Desember 27, 2009 @ 4:51 am

  111. ttg wong fei hung silakan buka link ini http://mahardhikazifana.com/religion-philosophy-agama-filsafat/wong-fei-hung-adalah-seorang-muslim.html

    Komentar oleh agung — Desember 27, 2009 @ 5:01 am

  112. Soal Pattimura itu memang lebih baik kita research agar lebih afdhal atau shoheh. Namanya juga sejarah, bisa saja dipelintir dan modifikasi semaunya..Saya sering ke Ambon dan paham betul keadaan disana. Coba lihat saja sejarah Indonesia, baca perjuangan orang tua kita yg berjuang memerangi penjajah dg teriakan Takbir tp dibuku sejarah tidak ditonjolkan jihad mereka dan lucunya para sdr2 kita yang pengikut para meenernya ini mengklaim kalau mereka berjuang melawan penjajah. Apa iya???? Lalu spy adil oleh si penulis sejarah themanya harus natinalis bukan agamis yang bernuansa atau memiliki ruh Islam. Sadar gak kita? kesannya begitu sangat nasionalis. Kita ini paling pengalah dan tolerannya tinggi banget. Saya, kami semua merasa tertipu dengn sejarah2 yg dipelajari di sekolah smp/sma dulu. Kebencian mereka sdh disebut di Alquran, jadi gak heran kalau nulis bawaannya sewot dan bete terus ya..

    Komentar oleh AlShahida — Desember 27, 2009 @ 6:40 am

    • saya tidak tahu tentang sejarah,
      tapi kalau tentang yg Mba Tuliskan diatas, jawabannya sudah ada pada pembukaan UUD 1945, “atas berkat rahmat Allah SWT, telah mengantarkan rakyat indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan……..”

      Komentar oleh E-dhon't — Mei 15, 2011 @ 4:43 am

  113. Silahkan baca buku API SEJARAH karya Ahmad Mansyur Suryanegara. Bagus fakta2nya. insya Allah akurat.

    Komentar oleh enuy — Desember 27, 2009 @ 1:32 pm

  114. Saya terus terang suka tulisan dibawah..

    Sebuah Kesaksian Dari Kami para mantan Gembala dan Himbauan untuk Gembala lainnya yg belum bertaubat
    PENGANTAR
    Kami adalah sekelompok Pendeta yang telah bertobat kepada Tuhan Allah dengan sesungguhnya. Dahulu kami adalah umat agama dari 4 kelompok besar agama di luar Katolik & Kristen. Dulu kami masuk Kristen karena tertarik dengan nilai-nilai ajaran kasih dalam Kristus & janji keselamatan-Nya yang akan mengahantar kita semua masuk kerajaan surga dengan penuh kepastian. Walau akibat iman Kristus ini kami harus menerima fakta dikucilkan keluarga kami, kami terima semuanya dengan lapang dada waktu itu, apalagi penghiburan para Gembala Gereja selalu menyatakan orang tua kami, keluarga klami, teman-teman kami & orang -orang diluar Kristen adalah orang berdosa yang sesat dalam iman. Mereka adalah para penyembah setan & kitab sucinya diturunkan oleh Raja Iblis!. Kami sangat mensyukuri wejangan para Gembala Tuhan ini.

    Apalagi setelah dibaptis, kami sangat diperhatikan, kami disekolahkan di Sekolah Misi Alkitab di kawasan Blok M – Jakarta, selama 6 bulan saja & kami lulus dengan menyandang gelar Sarjana Theologi. Karena kami orang bertobat, sekolah Misi Alkitab cukup ditempun 6 bulan saja, tidak perlu bertahun-tahun seperti yang lainnya. Kami juga diberi uang saku bulanan yang lebih dari cukup, jauh berbeda ketika kami masih dalam agama kami dulu, hidup serba kekurangan & miskin. Bahkan pada saat awal kemurtadan kami ini, kami diundang untuk berceramah keliling Indonesia. Walaupun kami bukan mantan Ulama, Bikhu atau Pandhita, kami mengaku kepada umat bahwa kami adalah mantan pemuka agama, di Sekolah Misi Alkitab kami diajarkan untuk berperilaku & menghapal beberapa bacaan doa agama kami dahulu untuk memberi kesan bahwa kami benar-benar bekas pemuka agama.

    Bahkan Gereja membantu membuatkan kami ijasah-ijasah palsu, surat-surat keterangan & dokumen yang diperlukan untuk membuat bahwa kisah kesaksian kami adalah benar adanya. walaupun kami bukanlah bekas pemuka agama. Bahkan teman kami yang Islam sampai dibuatkan foto repro yang sangat hebat, dia memakai sorban & berjubah panjang, lalu di fotonya dibuat seolah pernah berfoto bersama beberapa tokoh Islam terkemuka seperti Mubaligh Kondang KH Zainuddin MZ & KH. Abdurrahman Wahid segala!. Kami juga disuruh menandatangani sebuah surat kesaksian yang panjang yang dipersiapkan oleh para staf Gembala Tuhan Bapak Ev. Soeradi Ben Abraham, dimana disana kami membuat kisah kesaksian yang akan dibukukan & disebarluaskan dikalangan domba-domba Gereja.

    Waktu itu kondisi di atas kami terima saja, mau bagaimana lagi?, kami sudah tak punya siapa-siapa lagi!, tak punya harta & penghasilan, menjual iman ini adalah pilihan hidup yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak?, kami keliling Indonesia, bahkan sampai ke negara tetangga Singapura segala, naik pesawat kelas bisnis, menginap di hotel berbintang, memakai jas mewah, dielu-elukan orang banyak seperti artis, masuk koran & majalah rohani, & menerima pendapatan bulanan yang sangat besar!, siapa yang tak ingin, tokh kami pikir waktu itu, murtad ini jauh lebih baik dibanding kami jadi pencuri, pembunuh atau germo lokalisasi!.

    Entah berapa ratus kali kami berdusta, disetiap KKR yang kami ikuti secara terpisah, dimana ada skrenario yang disiapkan Gereja, kalau berlabel penyembuhan Ilahi, para Pendeta berdoa memanggil Roh-Roh Jahat & menyuruh beberapa dari para pelayan Gereja untuk berpura-pura menjadi jemaat yang sakit!, & saat acara penyembuhan Ilahi dia harus berpura-pura sakit parah & mendadak sembuh ketika diurapi oleh kami!!!.

    Ya Tuhan ampunilah dosa masa lalu kami, ini kan tak lebih dari gaya tipu-tipu tukang obat pinggir jalan?!. Bahkan Jemaat terlihat sangat histeris, sampai ada yang berteriak histeris & berjingkrak-jingkrak segala!!!, mirip sekali acara nonton konser musik rock brutal yang ditonton para ABG, atau mirip suasana orang-orang yang tripping di Diskotek & Pub!!. Bahkan sehabis acara KKR ada seorang jemaat wanita muda yang menghampiri rekan kami Ev. Andi Widjaja (yang paling ganteng diantara kami), menyatakan diri siap melayani dia, karena yakin bahwa persembahan tubuhnya yang molek itu adalah untuk melayani jiwa para roh kudus yang menyertai kami!!!. Bung Andi lalu bilang, “kalau begitu ayo ikut ke kamar saya”, wanita itupun mengikuti beliau & melayaninya sehari penuh hingga 5 ronde!!!. Kami tahu persis cerita ini karena kamipun memperoleh giliran menggarap wanita-wanita jemaat serupa ini diberbagai kesempatan KKR keliling Indonesia.

    Hampir selama 6 (enam) tahun melayani domba-domba Gereja dalam rangkaian KKR yang melelahkan, menimbulkan kejenuhan di hati kami. Kadang kami berempat kongkow-kongkow di Mc. Donnalds Sarinah Thamrin & saling bertukar cerita..lalu jalan bersama keliling kota. Kami tak mungkin ke Kafe atau tempat hiburan malam, Diskotik sambil tripping & nyabu segala!, karena menurut kami hal ini tak baik untuk pekerjaan kami sebagai Pelayan Gembala Tuhan, walaupun rekan-rekan gembala lainnya sering melakukan hal itu, kami bahkan sering dibilang kolot & kampungan oleh teman-teman Pendeta lainnya, akibat tidak ikut tripping & nyabu bersama rekan gembala lainnya. Bahkan beberapa rekan Gembala yang sekarang terkenal seperti Gilbert Lumoindang konon, menggunakan Shabu-Shabu & menenggak 1 butir pil Ectassy sebelum memimpin kebaktian di GL Ministry!. Menurut beliau Shabu-Shabu & pil Ectassy adalah sarana jiwa untuk dapat bertemu dengan Roh Kudus & agar Roh Kudus itu selalu mengilhami kita (katanya)!!!! . Itulah sebabnya kenapa para Pendeta & Pengkhotbah Kristen selalu energik & tampil penuh percaya diri disetiap Kebaktian ataupun KKR, karena mereka menggunakan dopping berupa pil Ectassy atau Nyabu terlebih dahulu, bahkan terkadang keduanya sekaligus!!

    PENYEBAB KESADARAN & PERTOBATAN KAMI
    Bermula dari cerita rekan kami Bung Nico (Nicolas), perihal tetangga barunya yang mengadakan kursus TPA bagi umat Islam, Bung Nico awalnya gusar sekali, karena anak-anak kecil Islam itu selalu membaca surat Al-Kafiruun, yang dia tahu persis artinya, dia piker nih tetangga gue nyindir gue kali..awas aku murtadkan semiuanya!! & Bung Nico bersumpah untuk mewartakan kabar gembira Cinta Kasih Yesus itu kepada mereka.

    Bung Nico suatu waktu memberanikan diri bertemu para pengajar TPA itu, lalu berkata: mari kita buktikan siapa hamba Tuhan sebenarnya, para pengajar itu Cuma tersenyum: “maaf kami tak melayani ajakan anda”, Bung Nico bilang: “Kalian pengecut!!!”
    Mereka jawab: “Siapa bilang, kalau Bung Nico memaksa silahkan mulai dengan anak-anak itu saja”
    Bung Nico Menjawab: “Tapi saya nggak nanggung akibatnya ya..?”

    Lalu Bung Nico mengumpulkan anak-anak kecil itu, dia bercerita tentang kisah pengorbanan Tuhan yesus.. anak-anak itu mendengarkan dengan seksama.. tapi kemudian apa yang terjadi..? Anak-anak itu tertawa terbahak-bahak semua & seorang anak kecil berusia 10 tahun lalu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat sulit & balik menjelaskan apa itu Alkitab & sejarahnya serta siapa Yesus sesungguhnya..

    Bung Nico terpana!, lalu pulang dengan perasaan malu.. semenjak itu penjelasan anak kecil itu selalu membayang dipikirannya.. lalu dia coba baca Alkitab secara urut, suatu hal yang sangat dilarang oleh Gereja karena bisa menyesatkan iman!. Diketemukanlah ayat-ayat yang sangat membingungkan.. Bung Nico juga lalu ingat ayah-ibunya & teman-teman lamanya, kalau dipikir-pikir sangat beda sekali dengan rekan-rekan gembalanya di Gereja.

    Kami berempat lalu berdiskusi dari hati ke hati, eh ternyata semua juga mempunyai pikiran & perasaan yang sama, sepertinya kita semua hidup dalam keimanan yang semu, kami adalah gembala-gembala umat, tetapi yang kami jalankan hanyalah dusta & kepalsuan yang ditawarkan kepada orang-orang yang haus akan kesegaran rohani..!!

    Sejak saat itu, kalau memimpin KKR & Kebaktian, kami rasanya ingin muntah & berteriak kalau ada yang membacakan kisah kesaksian palsunya, bagaimana tidak palsu?, Kalau ada seorang bekas pencopet beragama Islam yang seumur hidupnya tak tahu ajaran Islam & tak pernah bersekolah agama, dengan lantang menyatakan dirinya mantan calon Ustad?, padahal kisah karangan itu kamilah yang menyusunnya.?!. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan kami bahkan sudah banyak yang dibukukan, beberapa kami lihat sepertinya pernah dikutip lalu diposting disini.

    Lalu secara sembunyi-sembunyi kami berkunjung ke rumah ustad M. Hanafi tetangganya Bung Nico (Ev. Nicolas Albert Gerungan), kami utarakan kegundahan hati kami.. sungguh ajaib & mengejutkan pertanyaan Ustad Muda ini, dia tidak langsung menyodorkan 2 kalimat Syahadat untuk kami baca, tetapi menyuruh kami untuk mulai merenungkan & mohon petunjuk Tuhan..! Dia juga Tanya apa agama asal kami & menyarankan untuk menjalin tali persaudaraan kami dengan bekas keluarga kami yang sekarang mengucilkan kami.

    Akhirnya Bung Nico yang pertama memutuskan kembali masuk Islam, sementara itu rekan Ev. Vincentus Rahardi Sudjatmiko (Gembala Kristen Pantekosta bertobat kembali ke agama Budha), memutuskan untuk mengunjungi orang tuanya & kemudian dikirim ke sebuah Vihara di kawasan Pondok Cabe, rekan Ev. Gede Astra Suartiasa (Gembala Kristen Protestan bertobat kembali ke agama Hindu) mendatangi sebuah tempat sembahyangan agama Hindu di rumah seorang pelukis Bali dikawasan Bintaro & rekan Ev. Andi Widjaja (Kristen (Gembala Gereja Nehemia) bertobat kembali ke agama Kong Hu Chu), mendatangi Kelenteng di Kawasan Glodok yang baru dibuka kembali. Hampir selama 2 bulan kami jarang bertemu lagi, kami juga secara mendadak memutuskan untuk tidak akan kembali lagi ke Gereja kami.

    Bayangkan, betapa geramnya para pengurus Gereja, mereka mencari kami ke-mana-mana!. Teror lewat HP-pun gencar dilakukan, mereka pertama-tama hanya marah masalah jadwal-jadwak Kebaktian & KKR yang jadi berantakan, tetapi ketika! kami secara terpisah menyatakan kami tak mau kembali lagi ke Gereja & akan kembali bertobat ke agama asal kami, terorpun dimulai, mulai dari telepon gelap hingga upaya intimidasi secara fisik melalui teror-teror. Kenyataan ini membuka mata-hati kami, betapa jahatnya mereka ini, jauh lebih kejam dibanding keluarga, orang tua & teman-teman kami yang hanya membenci & tak mau kenal lagi dengan kami ketika kami dibaptis, tetapi kaum Kristen bekas Gembala & Domba kami sangat murka sekali & berencana menghabisi kami segala!!!. Akhirnya kami memutuskan untuk bertobat secara terpisah & kembali ke agama masing-masing.

    Walaupun bekas Pendeta, kami tidak serta merta bisa menjadi pemuka agama. Bung Nico sekarang ini digembleng di sebuah pondok pesantren di kota Sukabum, rekan Gede sekarang sedang digembleng oleh seorang Pandhita di kawasan Ubud – Bali, rekan Rahardi sekarang sedang bertapa & belajar agama di sebuah rumah ibadah Budha d Pondok Cabe – Ciputat, sedangkan rekan Andi sekolah agama Kong Hu Chu di luar negeri, yaitu di Taiwan.

    TINJAUAN PANCASILA
    Seminggu yang lalu, di awal bulan Maret 2001 ini, via internet kami berdiskusi tentang Krismon & krisis negara Indonesia, lalu nyerempet-nyerempet masalah iman kami & masalah Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika. Kami lalu baca Pancasila & terkejut ketika membaca Sila Pertama Dasar Negara Indonesia berbunyi: KETUHANAN YANG MAHA ESA…

    Ini berarti bahwa sesungguhnya konsep Ketuhanan yang diakui oleh bangsa Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, tiada beranak & tiada diperanakkan, tiada beroknum ataupun bersekutu dengan unsur apapun. Artinya tiada Tuhan selain Allah. Jadi agama yang punya konsep Ketuhanan yang semu seperti Kristen dengan konsep Allah Tritunggal Yang Kudus dalam dogma Trinitas, jelas-jelas bertentangan dengan konsep dasar negara Indonesia…!!!

    Kenapa agama Kristen dibiarkan keberadaannya?, mungkin inilah perwujudan dari rasa & jiwa besar para pemimpin bangsa Indonesia. Dilema ini sama seperti pengakuan kita akan eksistensi para penganut aliran kepercayaan, animisme & komunis. Keberadaan agama Kristen sama & sejajar dengan agama animisme, aliran kepercayaan & komunis yang kita perkenankan keberadaannya di bumi Indonesia!.

    Bahkan agama Kristen kedudukannya jauh lebih rendah & lebih hina dibanding agama Budha, Hindu & Kong Hu Chu sekalipun, karena dalam ketiga agama ini, walaupun mereka memiliki konsepsi sbb:
    – Manusia utama Sidartha Gautama dalam ajaran Budha, tetapi di atas Sidartha Gautama ada Tuhan Maha Kuasa yang kedudukannya jauh lebih tinggi dibanding Sang Budha itu sendiri.
    – Dalam agama Hindu, walau banyak dewa, tetapi ada Sang Hyang Widhi penguasa tunggal tertinggi di atas para dewa itu.
    – Dalam Kong Hu Chu juga sama seperti ajaran Hindu, ada Sang Pencipta Tunggal yang berkuasa atas semua dewa-dewi dalam mitologi China.

    Melihat penjelasan di atas saja sudah jelas bahwa agama Kristen itu jauh lebih rendah & hina dibanding agama Budha, Hindu & Kong Hu Chu. Kedudukannya hanya sejajar dengan paham agama animisme & komunis!!!.

    Pemujaan Nabi Isa sebagai Tuhan membuktikan adanya Paganisme Baru ini, sebagai agama sempalan Yahudi (ini terjadi karena Paulus dari Tarsus beserta Petrus ternyata kecewa berat akibat ambisinya menjadi Rabbi Yahudi di tolak Sinagoge Betlehem).

    Kembali ke dasar negara, jika saja kita semua tegas & tak punya rasa belas kasihan kepada para penyembah Nabi Isa ini, sudah dari dulu sejak kemerdekaan Indonesia, agama Kristen dinyatakan sebagai agama terlarang, karena berbau kolonialisme serta bertentangan dengan Pancasila!. Bahkan jika sekarang saja ada yang menggugat keberadaan agama Kristen & menuduh para pengikutnya dengan pasal subversi ini bisa dibenarkan secara hukum!!!.

    baca juga : Sejarah Penghianatan para founding fathers terhadap umat Islam

    KENYATAAN SEJARAH BANGSA
    Apalagi bila dikaitkan dengan fakta sejarah bahwa agama ini dibawa oleh para penjajah Belanda, para pengikut pertamanya adalah pribumi pengkhianat bangsa, yang bekerja sebagai opas & tentara bayaran Belanda, mata-mata Belanda & penjual informasi perjuangan para pahlawan demi gepokan Gulden Belanda!. Memang ada beberapa pahlawan nasional yang beragama Kristen, tapi mohon diingat, para pahlawan itu tidak pernah ikut kebaktian di Gereja-Gereja mereka yang dipimpin Pendeta Belanda!.

    Para pahlawan itu hidup bersama orang-orang pribumi yang beragama Islam, Hindu & Budha. Ketika Indonesia merdeka & sang Meener meninggalkan mereka, para pengkhianat bangsa ini serta merta bergabung dengan para orang tua kita menyatakan mengutuk penjajahan Belanda, tanpa rasa malu sedikitpun. Tapi semua pihak berjiwa besar. Kita memaafkan kesalahan mereka.

    Tapi namanya juga orang tak tahu diri, ketika agresi Belanda datang kembali, mereka lalu ikut tuannya. mendirikan RMS di Maluku segala. Bahkan beberapa diantaranya ikut pulang ke Belanda, tapi biarlah!! Setelah perundingan damai dengan Belanda di tahun 1950-an, Indonesia akhirnya merdeka, para pengkhianat yang beragama sesat bernama Kristen ini diakui keberadaannya, walaupun sebenarnya bertentangan dengan Pancasila!

    HIMBAUAN UNTUK PARA GEMBALA LAINNYA YANG BELUM BERTOBAT
    Nah umat Kristiani..hendaklah renungkan fakta ini, malulah pada diri sendiri & hargailah umat beragama lain, kami umat Islam, Budha, Hindu & Kong Hu Chu sudah lebih dari sabar menghadapi tingkah kalian!. mohon sadarlah & beribadahlah dengan cara masing-masing, jangan lagi mengirim penginjil-penginjil sesat kalian ke Mesjid-Mesjid kami, ke Vihara-Vihara kami, ke Kuil-Kuil kami, ke Kelenteng-Kelenteng kami, atau berusaha memurtadkan umat-umat kami yang kebetulan ilmu agamanya kurang, jangalah kalian ulangi lagi perbuatan sesat & tidak terpuji ini. Janganlah beli iman umat kami yang miskin & bodoh dengan beras & janji-janji muluk pekerjaan indah. Mereka miskin jangan lagi diberi impian palsu!. Mereka bodoh tapi janganlah manfaatkan kebodohan mereka dengan cara kalian menukar agama mereka dengan agama sesat kalian. Kemarin kami baru menemukan sebuah kisah nyata, bahwa di sebuah desa di pelosok Sukabumi, suatu desa terpencil di kaki gunung, yang menyatakan ketidaktahuannya & terkejut ketika ada yang bilang bahwa kertas selembar yang ia tunjukkan pada orang lain itu adalah surat Baptis & ia telah menjadi Kristen!. Ia tak tahu hal ini!!!!. Yang ia tahu kemarin ia menjual berasnya kepada mereka dengan harga yang sangat mahal, lalu diberi uang & disuruh membaca kontrak perjanjian & dimandikan!!!..ia tak tahu kalau ia telah dimurtadkan..!!!

    PENUTUP
    Mari kita hargai hak beribadah agama masing-masing, hargai hak kami beribadah jangan intimidasi umat kami dengan agama sesat kalian, yang hanya jad bahan tertawaan anak SD saja!!!, bukankah kami juga sudah melindungi kalian dari jerat hukum subversi karena agama kalian itu bertentangan dengan dasar negara kita tercinta PANCASILA..YAITU SILA PERTAMA: KETUHANAN YANG MAHA ESA?.

    Untuk saudara-saudara sesama gembala atau domba Kristus, pintu pertobatan belum tertutup, marilah kita kembali KE JALAN TUHAN YANG BENAR…JALAN KAUM ISLAM DAN PARA SABI’IN…jika anda bekas umat Islam, Budha, Hindu & Kong Hu Chu, kembalilah ke agama masing-masing.!!!

    SEKIAN DARI KAMI
    Atas Nama Forum Pertobatan Mantan Gembala-Gembala Tuhan Para Pendeta yang telah Insyaf:
    Ev. Vincentus Rahardi Sudjatmiko (Gembala Kristen Pantekosta bertobat kembali ke agama Budha)
    Ev. Nicolas Albert Gerungan (Gembala Kristen Protestan bertobat kembali ke agama Islam)
    Ev. Gede Astra Suartiasa (Gembala Kristen Protestan bertobat kembali ke agama Hindu)
    Ev. Andi Widjaja (Gembala Gereja Nehemia bertobat kembali ke agama Kong Hu Chu)

    Siapa menyusul bertobat…..???

    Posted by Mantan Gembala gembala@net.net on March 08, 2001 at 17:55:01

    Komentar oleh Marcus — Desember 28, 2009 @ 1:46 pm

  115. di Maluku ada 4 Kesultanan, yaitu nate (di pulau Ternate), Tidore ( di pulau Tidore), Jailolo (di pulau Halmahera dan Bacan (di pulau Bacan)….
    Kira2 Pattimura dari Kesultanan apa ya?

    Komentar oleh Abygael — Januari 11, 2010 @ 12:04 pm

    • Itu kesultanan di maluku utara, Pattimura merupakan kisa kepahlawanan dari maluku tengah. Di maluku tengah ada memiliki kesultanan (Kerajaan) bercorak islam sepertidi maluku utara yakni Kerajaan empat perdana di tanah hitu, Kerajaan iha di saparua, Kerajaan huamual di seram barat dan ada kelompok hatuhaha di haruku. Asal mula Pattimura yang sebenarnya masih dalam misteri sebab Pattimura tidak hanya tinggal (menetap) di satu tempat saja tetapi Pattimura berada di tempat yang berbeda-beda dengan nama dan dan gelar yang berbeda pula. Karena kefasihan sejarah ini mengakibatkan banyak klaim yang menggap Pattimura berasal dari tiap daerah di maluku, sehingga penulis diatas mengangkat kepahlawanan Pattimura dari sisi cerita di negeri hualoy. Sebenarnya banyak ceri tentang kepahlawan Pattimura yang berbeda-beda di tiap daerah berdasarkan di mana Pattimura pernah menetap, hal ini yang dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk menjadikan Pattimura berasal dari saparua untuk sumber sejarah nasional.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 4:44 am

  116. 1. Mecca (Bacca) bukan kota tua, hanya tempat persinggahan, kaum pedagang karena adanya oase (Zam Zam) yang muncul waktu zaman Abraham (Ibrahim).
    2. Kiblat pertama Islam itu Baitul Maqdis di Yerussalem, sebelum pindah ke Mecca. Itu terjadi awal2 thn Hijriah.
    3. Manusia pertama ciptaan Tuhan itu bukan Adam. Dalam Al Kitab sendiri menyatakan bahwa Hari keenam Tuhan menciptakan manusia, dan tidak diperjelas itu adam atau bukan. Dalam Al Qur’an juga hanya menyatakan bahwa Allah hanya menciptakan Khalifah lagi, tapi disanggah oleh Malaikat-malaikat karena akan terjadi kejadian terdahulu akan saling bunuh membunuh…. dst, itu menandakan bahwa sudah ada mahluk jenis manusia diciptakan sebelum Adam. Bisa di buktikan dengan adanya fosil2 mulai dari Pithecantropus Erectus, Homosapiens dll, yang umurnya lebih tua dari Zaman Nabi Adam.

    Komentar oleh Abygael — Januari 11, 2010 @ 1:51 pm

  117. Apa si yang di permasalakan?
    sejarah kah? agama kah?
    Tak ada satupun didunia ini yang benar..!!! smua penuh kebohongan termasuk agama,siapa yang dapat menbuktikan buat saya agama itu dapat menyelamatkan manusia dari dosa?…
    dulu sebelum bangsa asing datang ke Indonesia khususnya maluku, nenek moyang kita hidup dalam damai, menikmati hasil alam yang dimilikinya, ketika bangsa2 arab, mangolia n eropa masuk dengan dali agama mereka merampas apa yang menjadi milik kita, bangsa arap, dengan bujuan manisnya, bangsa eropa dengan kekerasannya, lalu nenek mongan kita di adu domba hingga diwariskan sampai pada kita sekarang ini…
    segalah kitab n ajaran mereka bawa untuk mempengaruhi nenek moyang kita lalu nennek moyang melupakan apa yang mereka miliki..yaitu kasih, persaudaraan n kerukunan.
    Siapa yang dapat mengatakan n membuktikan buat saya bahwa: Nabi muhamad, Yesus Kristus, Budha, dewa atau jin n setan sekalipun dapat menyelamatkan manusia?,
    yang dapat menyelamatkan manusia untuk sampai kepada ALLAH n memperoleh keslamatan hanya manusia itu sendiri dengan cara hidup damai rukun serta mengasihi tak ada perang ataupun kebencian itulah surga yg sesunggunya di dunia…

    Komentar oleh Cindam — Januari 15, 2010 @ 11:11 am

    • Saya ingin bertanya kepada anda, apa jadinya jika cengkeh dan pala tidak diperdanggangkan??? Apakah nenek moyangmu makan semua cengkeh dan pala sebanyak itu????

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 4:55 am

  118. tentu saja di dunia ini ada yang benar dan ada yang salah. ini satu hal yang pasti, bukan hipotesa. carilah! maka yang benar akan terlihat. pakailah senjatanya, yaitu akal yang telah diberikan Tuhan untuk membedakan benar dan salah. apakah Islam disebarkan dg kekerasan ataukah kristen? sejarah telah menjawab itu semua.
    yang dapat menyelamatkan engkau sebagai manusia adalah keinginan dan keadilan dalam menilai dalam mencari kebenaran. intinya, juru selamat adalah akal pikiranmu sendiri. para nabi dan rasul adalah fasilitator untuk mencari hakikat kebenaran yang sebenar-benarnya. hidup hanya 1 kali.maka keputusan dirimulah yang akan menentukan apakah kamu adalah pemenang di garis akhir? kebenaran selalu ada bagi setiap para perindu kebenaran. tulisan2 diatas telah membuka kebenaran. Bahkan Tuhan pun akan berlari kepada insan yang berjalan kepada-Nya

    Komentar oleh Pastor Insyaf to Cindam — Januari 30, 2010 @ 4:04 am

  119. jangan membuat tafsiran yang tidak ada bukti konkrit.

    Komentar oleh j.matulessy — Februari 14, 2010 @ 1:59 am

  120. Hati-hati akan bahaya laten Devide et Impera. Kalau dahulu mereka merampok rempah2 melalui pelayaran hongi. Saat ini mereka merampok duit, emas dan emas hitam lewat…bursa valas, bursa saham, bursa komoditi, pembelian saham BUMN. Dan tentu saja melalui pengalihan berita seperti century dengan membombastis berita penangkapan teroris. Agar kita semua lengah. Tiada topik menarik kecuali menggeser unsur SARA. Btw, jadikan unsur SARA sebagai pemersatu bangsa, bekal kejayaan Indonesia di masa yang akan datang.

    Komentar oleh Satria Kanunjaran — Maret 10, 2010 @ 7:11 am

  121. Hati-hati akan bahaya laten Devide et Impera. Kalau dahulu mereka merampok rempah2 melalui pelayaran hongi. Saat ini mereka merampok duit, emas dan emas hitam lewat…bursa valas, bursa saham, bursa komoditi, pembelian saham BUMN. Dan tentu saja melalui pengalihan berita seperti century dengan membombastis berita penangkapan teroris. Agar kita semua lengah. Tiada topik menarik kecuali menggesek unsur SARA. Padahal, jika unsur SARA digesek yang hancur adalah yang minoritas. Yang untung adalah negara2 perampok. Btw, jadikan unsur SARA sebagai pemersatu bangsa, bekal kejayaan Indonesia di masa yang akan datang.

    Komentar oleh Satria Kanunjaran — Maret 10, 2010 @ 7:13 am

  122. halah….capek deh di adu domba lagi kita………sara lagi sara lagi….kasihan melihat Indonesia sebenarnya gak bisa dihancurkan dari luar tapi dari dalam……..ketika negara lain membahas untuk kemajuan dan kesejahteraan kita sibuk berkutat dengan SARA….

    Komentar oleh ambon manise — Mei 4, 2010 @ 8:12 am

    • Capek emang kalau diskusi cuma pake emosi, saling meng-klaim, merasa yang paling benar. Damai, peace mustinya pake hati yang bersih,pake nalar dan jujur. iya engga.

      Kita2 ini emang banyak di bo-ongin oleh para sejarawan, hidtorian bahasa kerennya (yg tentunya sdh dicekokin sama ide para sponsor dan duit) kemarinnya baru kita sadari kalau sejarah Kartini spt itu. Belum sejarah Indonesia lainnya.

      Itu kali bedanya antara sejarah dan HADITH (Cari tahu dong apa itu hadith, open you mind gitu), kita Muslim punya Kitab dan hadith. Kalau sejarah khan bisa dipelintir bisa di bikin dan direkayasa, sebaliknya kalau Hadith tidak mungkin, seklaipun ada yang mencoba utk mengaku dan memelintir, maka kebenaran dan waktu akan menunjukan.

      Kalau Pattimura mau diaku atau di klaim, saya fikir. Silahkan sajalah. Apa sih yang diributain dan direpotin, mendingan kita ‘rescue – selamatkan generasi anak-anak muia Muslim yang sudah banyak di confert, dimurtadin di Uni Pattimura sana. Aku-in deh yang ini.

      Fenomena sedang terjadi niih buat sdr2ku yang Kristiani, di Eropa terutama Inggris dimana saya tinggal yg penganut Krsiten atau Katholik (wah apa sih bedanya?) Sudah rame2 dibikin liberal, disekulerkan, di atheis-kan, di Agnstic-kan, tempat ibadahnya sudah jadi berubah dan disulap….

      Engga percaya, teman kami baru saja jalan-jalan ke sana, kita bawa putar2, sempat ke rumah Synagog, gereja2 yang dalam kondisi ‘For Sale’.

      Bukalah mata hati anda, jujurlah kita, sanggup ndak baca yang ini:

      http://www.hidayatullah.com/kolom/adian-husaini/11552-muslim-dan-kristen-di-inggris-1

      teteh
      dari London

      Komentar oleh Teteh — Mei 5, 2010 @ 9:44 am

    • ane setuju, lebih baik bahas tuk kemajuan di kemudian hari….

      Komentar oleh jabon — Juli 21, 2010 @ 4:07 am

  123. Saudara2ku yang beragama Kristen dan Islam, kenapa kita selalu berdebat tentang agama. Jika Pattimura adalah seorang Muslim atau Kristen, apa urusannya buat kita di jaman sekarang ini? Cobalah untuk berpikiran MAJU, jangan hanya berputar-putar masalah agama. Buat apa kita membicarakan agama orang lain, entah itu Pattumura, Sisingamangaraja, Gajah Mada atau siapa pun itu. Kita jalani aja agama dan kepercayaan kita masing-masing. Mari kita tunjukkan bahwa agama kita itu BENAR, tidak mengandung BENCI, FITNAH, KEKERASAN, dan segala macam ketidakbaikan.

    Bagi penulis Blog ini dan juga kepada kita semua, marilah kita saling menjaga perasaan sesama kita. Jangan menjadi PENGADU DOMBA diantara kita. Kita harus punya prinsip, jika agama kita adalah yang terbaik, TUNJUKKAN kepada orang lain, agar mereka yang belum menganut agama kita bisa melihat dan percaya, dan akan mengikut kepercayaan kita.

    = Bukan Pengadu Domba =

    Komentar oleh Bukan Pengadu Domba — Mei 15, 2010 @ 5:53 am

    • sejarah sangat penting buatdiri pribadi dan negara gimana kalau anda sendiri tidak mengetahui sejarah anda sendiri apa anda bisa menuntut hak anda untuk bernegara atau hak anda untuk mendapatkan waris gitu juga seperti sejarah tentang agama dan hak anda untuk menentukan mana agama yang kamu yakini kalau sejarah tentang agama dan kitab sucinya senggaja dibelokan.
      mana ada negara yang berdiri tampa sejarah dan rakyatnya gimana suatu negara bisa menentukan wilayahya kalau tidak ada sejarahnya kedaulatan
      hallo bung gimana kalau sejarah atas diri kamu sendiri di selewengkan atas hak waris kamu sendiri
      pasti akan kamu marah dan murka dam menentut atas bagian kamu
      semua sejarah itu penting untuk diperjuangkan seperti ambalat

      Komentar oleh s4leh — Mei 18, 2010 @ 7:39 pm

  124. Kita sekarang sedang melihat bagaimana “Sejarah Maluku” sedang diputar-balikkan Lalu sekarang, kita disodorkan lagi dengan “penipuan baru” untuk memutar-balikkan sejarah Maluku yang berkaitan dengan Perang Pattimura.

    Apa artinya istilah “Hidayatullah”? Apakah artinya bukan “Petunjuk dari Allah”? Lalu mengapa Hidayatullah harus berisikan dusta dan pemutar-balikkan kebenaran? Tulisan berjudul “Kapitan Ahmad `Pattimura’ Lussy” saya dapati dari Suara Hidayatullah, 2 Agustus 2002, dan isinya adalah pemutar-balikkan kebenaran tentang siapa Kapitan Pattimura atau “Thomas Matulessy” itu. Coba kita ulas beberapa kejanggalan di dalamnya.

    M.Nour Tawainella, yang katanya adalah seorang sejarawan juga, mencetus ide “Kapitan Ahmad Pattimura Lussy” dengan berkata, “Namun keberanian dan patriotisme Pattimura itu terdistorsi oleh penulisan sejarah versi pemerintah. M Sapija, sejarawan yang pertama kali menulis buku tentang Pattimura”

    Siapakah yang beliau ini maksudkan dengan “pemerintah”? Apakah memang benar bahwa M. Sapija adalah orang yang mula-mula menulis sejarah Pattimura? Dari catatan-catatan tentang Pattimura, (1) Verhuel Herinneringen van een reis naar Oost Indien (1835-1836), (2) J.B. Van Doren (1857), Thomas Matulesia, Het Hoofd Der Opstandlelingen Van Het Eiland Honimoa, (3) P.H. van der Kemp (1911), Het herstel van het Nederlandsche gezag in de Molukken in 1817, (4) M. Sapija (1954), Sejarah Perjuangan Pattimura, Penerbit Djambatan, (5) Ben van Kaam (1977), Ambon door de eeuwen, kita lihat bahwa M. Sapija bukanlah satu-satunya pemulis sejarah Pattimura dan yang paling kena-mengena dengan kata “pemerintah” adalah Pemerintah Belanda saat itu. Kalaupun M. Sapija adalah seorang Kristen dan karena itu hendak mengkristenkan Pattimura, apakah tuduhan yang sama bisa kita timpakan kepada penulis-penulis Belanda?

    M. Nour Tawainella harus lebih jujur dan lebih ilmiah untuk meneliti seluruh data tentang Pattimura, dan bukan seenaknya menggunakan satu pengarang sebagai objek bantahan dan menggunakan “pemerintah” tanpa penjelasan lengkap. Kesan seolah-oleh menyembunyikan data yang berkelimpahan tentang Pattimura, telah mendatangkan kecurigaan terhadap niat penulisan Sdr. M. Nour Tawainella.

    Sdr. M. Nour Tawainella selanjutnya mengatakan, “Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Ia bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.

    Sdr. M. Nour Tawainella mungkin lupa bahwa orang Maluku umumnya punya “marga” atau “fam”, apalagi seorang raja. Pada bagian berikutnya kita akan lihat bahwa masalah “marga/fam” ini mendapat penekanan Sdr. M. Nour Tawainella, tetapi di sini, sang sultan yang memimpin suatu kejajaan Islam Maluku, ternyata tidak bermarga. Apakah si sultan turunan orang Jawa atau anak transmigran?

    Sdr. M. Nour Tawainella mengatakan, “Ada kejanggalan dalam keterangan di atas. Sapija tidak menyebut Sahulau itu adalah kesultanan. Kemudian ada penipuan dengan menambahkan marga Pattimura Mattulessy. Padahal di negeri Sahulau tidak ada marga Pattimura atau Mattulessy. Di sana hanya ada marga Kasimiliali yang leluhur mereka adalah Sultan Abdurrahman.”

    Sebenarnya, kejanggalan justeru ada pada sejarah karangan Sdr. M. Nour Tawainella sendiri. Sebelumnya beliau mengatakan bahwa “Kasimillah adalah sebutan” yang berakar dari kata “Kasimillah” (Kazim Allah/Asisten Allah) dan bukan sebuah marga. Sekarang, ketika menyanggah M. Sapija, Sdr. M. Nour Tawainella mengaku bahwa “Kasimiliali” adalah sebuah marga.

    Sebagai seorang sejarawan yang berasal dari Maluku, Sdr. M. Nour Tawainella seharusnya tahu persisi bahwa yang dimaksudkan dengan “negeri” di Maluku Tengah adalah “Kerajaan”, dan seorang “kepala negeri” adalah “Raja”. Demikian pula, sebutan terhadap raja suatu negeri selalu “Raja –nama negeri” seperti, Raja Tulehu, raja Hitu, Raja Halong dll. dimana Tulehu, Hitu dan Halong adalah nama negri atau kerajaannya.

    Sdr. M. Nour Tawainella kemudian menyimpulkan bahwa, “Jadi asal nama Pattimura dalam buku sejarah nasional adalah karangan dari Sapija. Sedangkan Mattulessy bukanlah marga melainkan nama, yaitu Ahmad Lussy. Dan Thomas Mattulessy sebenarnya tidak pernah ada di dalam sejarah perjuangan rakyat Maluku.”

    Dalam hal ini, harus saya katakan bahwa M. Nour Tawainella telah berdusta dan menipu banyak orang yang tidak tahu tentang Maluku. “Matulessy” adalah sebuah marga yang sekarang mayoritas berasal dari negeri Ulath, di pulau Saparua, sementara Pattimura sendiri adalah “Gelar” yangf berarti “yang murah hati.” Marga “Lussy” adalah marga yang asing di Maluku, kecuali “Lessy”, atau “Haulussy”, dan penggabungan “Mat” dan “Lussy” menjadi “Matulessy” terdengar tidak wajar.

    Sdr. M. Nour Tawainella mencoba mengandalkan sejarawan luar Maluku untuk membenarkan pendapatnya. Katanya, “Berbeda dengan Sapija, Mansyur Suryanegara berpendapat bahwa Pattimura itu marga yang masih ada sampai sekarang. Dan semua orang yang bermarga Pattimura sekarang ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikut agama nenek moyang mereka yaitu Pattimura.”

    Hal ini mengingatkan saya pada tokoh pengebom yang masih buron (atau akan buron selamanya), “Idiamin Tabrani Pattimura”, yang beragama Islam. Apakah nama “Idiamin” itu bukan berasal dari “Idi Amin Dada”, bekas presiden dan tiran Uganda? Apa hubungan nama Idi Amin dengan Islam? Demikian juga, Pattimura tidak ada hubungannya dengan Islam, selain kebiasaan mengadopsi nama dan marga seperti marga “Ambon” yang tidak pernah dimiliki oleh warga Kristen Maluku.

    Akibatnya, sejarawan luar Maluku ini lalu mengatakan bahwa “mayoritas kerajaan-kerajaan di Maluku adalah kerajaan Islam. Di antaranya adalah kerajaan Ambon, Herat, dan Jailolo. Begitu banyaknya kerajaan sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan Jaziratul Muluk (Negeri Raja-raja). Sebutan ini kelak dikenal dengan Maluku.”

    Pertama, akan sukarlah bagi sejarawan ini untuk menemukan bekas-bekas Kerajaan Ambon, yang saya sendiri tidak pernah dengar. Kedua, sebutan itu seharusnya “Jaziratul Muluk Salam” atau “Negeri Raja-raja Salam/Islam”, sebab istilah “Negeri Raja-raja” saja tidak menunjukkan dominasi kerajaan Islam. Istilah ini benar hanya dalam hal banyaknya kerajaan, sebab seperti yang saya katakan tadi, sebuah negeri adalah sebuah kerajaan yang sekarang diubah menjadi desa. Hitung saja Desa Adat di Maluku dan anda akan temukan jumlah kerajaannya.

    Masih dengan sejarawan yang sama, dikatakan bahwa, “Mansyur pun tidak sependapat dengan Maluku dan Ambon yang sampai kini diidentikkan dengan Kristen. Penulis buku Menemukan Sejarah (yang menjadi best seller) ini mengatakan, “Kalau dibilang Ambon itu lebih banyak Kristen, lihat saja dari udara (dari pesawat), banyak masjid atau banyak gereja. Kenyataannya, lebih banyak menara masjid daripada gereja.”

    Pada akhirnya, keseriusan sejarah harus dibumbui dengan tetak-bengek yang tidak berharga. Kenapa? Karena tulisan sejarahnya sendiri tidak berbobot dan tidak mengandung kebenaran! Anjuran menetapkan Kristen atau Islamnya Maluku dari udara adalah ide yang terlalu kekanak-kanakan. Hal itu bergantung dari apakah Gereja atau Mesjid yang sudah musnah saat ini (dan saya tahu persis itu Gereja). Hal itu juga bergantung dari berapa banyak Gereja atau Mesjid yang biasanya terdapat di satu desa. Penulis tahu persis kebiasaan Muslim (terutama pendatang) untuk mendirikan Mesjid di antara 10-20 keluarga, sementara satu negeri Kristen cukup punya satu Gereja (apalagi sekarang izin bangunnya seperti harus diminta ke Sorga –sulitnya bukan main). Begini sajakah logika dan kapasitas sejarawan yang mengaku sebagai pembela Muslim?

    Entah Sdr. M. Noer Tawainella atau Sdr. Mansyur Suryanegara, tapi akhir perlawanan Pattimura kemudian diceritakan sebagai berikut. “Berulangkali Belanda mengerahkan pasukan untuk menumpas perlawanan rakyat Maluku, tetapi berulangkali pula Belanda mendapat pukulan berat. Karena itu Belanda meminta bantuan dari pasukan yang ada di Jakarta. Keadaan jadi berbalik, Belanda semakin kuat dan perlawanan rakyat Maluku terdesak. Akhirnya Ahmad Lussy dan kawan-kawan tertangkap Belanda. Pada tanggal 16 Desember 1817 Ahmad Lussy beserta kawan-kawannya menjalani hukuman mati di tiang gantungan.”

    Cerita ini hanyalah isapan jempol yang didramatisir seakan-akan Belanda di Maluku itu lain dengan Belanda di Jakarta. Pattimura dan kawan-kawan tertangkap melalui penghianatan orang Maluku sendiri (ketika saya masih SD, dikatakan atas prakarsa Patih Akong) melalui sebuah pesta yang sengaja diadakan untuk itu. Teman seperjuangan Thomas Matulessy adalah Philip Latumahina (Kristen), Said Parintah (Muslim), Anthony Rhebok (Indo-Belanda, Kristen) dan Christina Martha Tiahahu (Kristen). Mudah-mudahan Cristina Martha Tiahahu tidak nanti diubah menjadi Sitti Subaedah Tinggalngaku, oleh sejarawan-sejarawan kesiangan seperti ini.

    Seharusnya, majalah atau surat kabar Suara Hidayatullah tidak memuat tulisan pemutar-balikkan kebenaran sejarah seperti “Kapitan Ahmad `Pattimura’ Lussy” ini. Umat muslim juga harus hati-hati agar tidak tertipu dan dimanjakan oleh tindakan-tindakan tidak bermoral yang katanya dilakukan untuk membela Islam. Mereka-mereka ini bukan pahlawan pembela Islam, tetapi sebaliknya adalah peleceh dan perontok derajat Islam di mata dunia. Mereka miskin rasa malu. Warga Kristen sendiri tidak perlu marah, tetapi harus mengasihani orang-orang seperti ini di dalam doa dan harapan yang baik. Secara umum, orang seharusnya sudah bisa melihat dan mengenal otak-otak di balik kerusuhan Maluku dan motivasinya. Sayang, seperti kata Nabi Habakuk, “keadilan dan kebenaran muncul terbalik” di negeri ini.

    Komentar oleh Ray Latumeten — Juli 11, 2010 @ 4:29 am

    • Ray latumeten (raja hitam), ingatlah engkau Pattimura bukan hanya berjuang di pulau saparua tetapi Pattimura juga berjuang di daerah lain seperti di tanah hitu, tetapi Pattimura menggunakan nama yang lain dan mendapat gelar yang lain pula (tapi tidak terlepas dari gelar pati). Jadi Matulessy atau apalah bukan nama yang sebenarnya dari Pattimura. Kehidupan Pattimura selalu berpindah-pindah tempat dan akan tampil kembali setelah adanya perang hal ini dikarenakan Pattimura adalah buronan dari para penjajah, bahkan Pattimura pung sempat disamarkan untuk melindunginya dari kejaran penjajah. Jadi banyak fersi yang dituturkan tentang Pattimura. Maka secara nasional mengkukuhkan sejarah yang tertulis (yang ditulis) dengan satu fersi menjadi sumber nasional dan di ajarkan di sekolah-sekolah.pada hal jika dirunut kembali cerita (kisah) yang ditulis tidak begitu lengkap tentang perjaung Pattimura tetapi hanya sebagian saja yakni perjuangan terakhir Pattimura hingga tertangkap di saparuan saat perebutan benten durstede. Di sini mengajak katong samua mari katong kenal lebih dekat sejarah perjuangan Pattimura untuk mengetahui kebenaran asalnya Pattimura. Bisa jadi Pattimura bukan orang maluku, dan bisa pula Pattimura adalah salah satu putra maluku. Karena saat perang yang terjadi dimaluku tidak terlepas dari bantuan dari pihak luar.
      Maksud dari penulis bukan belanda ambon dan jakarta berbeda, tetapi meminta bantuan atau minta untuk dikirimkan pasukan ekstra untuk menghadapi perjuangan rakyat maluku yang telah brutal.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 4:59 am

  125. menurut sisinga mangaraja adalah islam adalah salah besar sisingmangarja raja dan juga dukun besar agama asli batak yang nama tuhan mula najai na bolon (jika tak salah tulis) dia adalah negra wan yang telah membuat lagu kebangsaan batak yang judul nya tano batak jika menurut teori hubungan ya tuanku imam bonjol berpernah bersekutu itu mengunci posisi minoris kristen yang dianggap mata2

    Komentar oleh joseph — Juli 15, 2010 @ 5:02 pm

  126. by jabon :

    saya malah kurang tau soal pahlawan yang stu ini saya hantya lihat di uag seribu ruiah … saya akan browsing mau mncar ceritanya

    Komentar oleh jabon — Agustus 10, 2010 @ 7:48 am

  127. by jabon

    wah saya menjadi lebih tahu tentang sejarah

    Komentar oleh jabon — Agustus 19, 2010 @ 8:03 am

  128. moeslems will never died!
    pattimura adalah seorang moeslems !!!

    Komentar oleh ikhy — Agustus 29, 2010 @ 7:37 am

  129. moeslems will never died!
    pattimura adalah seorang moeslems !!! skrang kmu kembali mencari sejarah yang asli
    1. agama apa yng pertama sekali masuk di maluku!!
    jawbanx adlh islam buktix samgat byak!

    Komentar oleh ikhy — Agustus 29, 2010 @ 7:40 am

  130. Sepertinya penulis hanya mengarang cerita ini untuk mencari sensasi…
    Pesan saya, belajar donk buku sejarahnya dan sering2 kunjungi musium…
    Hhaha…

    Komentar oleh Dizver — September 20, 2010 @ 7:39 am

  131. penulis tolong sebutkan sumber reverensi yang jelas agar tidak terjadi keraguan

    Komentar oleh heri — September 30, 2010 @ 5:14 am

  132. Cape baca komen-komennya…pantesan Indonesia ngga maju-maju…ribut melulu…

    Komentar oleh mbelgedesh — Oktober 6, 2010 @ 1:12 pm

  133. untuk yg menulis blog ini,klu yg mengklaim bahwa patimura muslim itu sy akui tp klu dibilang di ktkn patimura dri hualoy itu sy kurang setuju,sebab yg namanya saparua itu sampan rua yg artinya masuknya air didalam perahu,jd dengan kekuatan spranaturalnya mereka sampai di saparua tanpa perahu,dan mereka bertolak dr amahai yaitu tanjung kuako serta pada saat itu yg ikut adalah orng2 terpilih yg diistilahkan dengan kapitan dan mereka berjum;lah 9 orang yang dengan istilahnya SIWA TAUN yang artinya sembilan kapitan,,MESE<MESE<MESE

    Komentar oleh by,yusran — Oktober 26, 2010 @ 12:29 pm

    • Tambah tak jelas dan karuan……

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:02 am

  134. Hei orang2 tak bijaksana….Kalian seperti anak2 kelas 5 SD yang saling mencibir hanya karena satu hal sepele….
    Pantesan Indonesia ini dapet bencana terus menerus……..mo kristen kek islam kek buddha kek hindu kek…Apa urusannya???
    Toh Pattimura tak maju dengan panji agama……
    Tapi dia berjuang untuk (garis bawahi ini) RAKYAT MALUKU bukan seluruh Indonesia…..
    Karena saat perjuangannya, belum ada yg namanya SOEMPAH PEMOEDA……
    Hahahaha…Orang idiot semuanya…..

    Komentar oleh PURITAN — Oktober 28, 2010 @ 8:51 am

    • Pattimura orang beriman dan memiliki agama (kepercayaan), so jadi dalam perjuangannya di selalu menyerahkan semua urusannya ke hadap ilahi, jadi Pattimura telah menggunakan paji agama sebagai tamennya.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:04 am

  135. woi jgn asal ngomon kalian yahh…
    bawa2 sisingamangaraja lagi…
    pembuat blog ini bacot doang yg gede…
    sana teliti sendiri baru ngomong..
    saya tekankan sisingamangaraja itu beragama asli batak.. bukan kristen, bukan islam atau parmalim…
    dia tokoh yg dikagumi dan menerima perbedaan kepercayaan…
    kristen juga tidak masuk melalui kekerasan krna nenek moyang kami memilih kristen krna panggilan jiwa dan tak perna sekalipun pernah mengalami pemaksaan…
    belanda tujuannya menjajah tapi kalau penyebar agama kristen tak ada hubungannya dengan pejajah..
    karena penyebar agama kristen datang dr beberapa negara sperti jerman, ingris dan amerika…

    Komentar oleh suleman — Oktober 31, 2010 @ 5:38 am

    • Hahahahah. Itu kristen jaman moderen eeeeeeee.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:06 am

  136. Logika : nggak mungkin ada kristen yang mau melawan sesama kristen.
    :D

    @suleman : kalo terguncang yang tertib ya, jangan sampe oot tak jelas kek gitu.

    ente mau menafikan kalo penyebaran kristen itu juga dilakukan oleh belanda. Hah!

    Jangan lupa 3G ya.

    @TS : Blog ente Mantabs, gan!

    cek kulkas

    Komentar oleh 0xbanned — Desember 6, 2010 @ 6:46 am

  137. Logika: Islam gak akan melawan Islam.
    Fakta: Indonesia vs Malaysia.
    Penjelasan: Penganut agama ada yang “buruk” ada yang “baik”.

    Logika: Penjajah beragama Kristen, maka semua orang Kristen penjajah.
    Fakta: Beberapa teroris mengaku beragama Islam. Apakah semua orang Islam teroris?
    Penjelasan: Saya merasa kecewa atas orang-orang Kristen yang pernah menjajah kita. Yesus tidak pernah memerintahkan untuk menyebarkan Kristen melalui jajahan.

    Berita: Matullesy berasal dari kata “Ahmad Lussy”
    Fakta: Matullesy adalah nama marga (fam), artinya “Yang Murah Hati”

    Berita: Muslim pintar.
    Fakta: …

    Komentar oleh Hitaxoki — Januari 3, 2011 @ 1:48 pm

    • Ngaur mana ada Matulessy yang artinya yang mura hati….. dan dari mana asal kata Pattimura itu yang murah hati???? Murah meriah boleh…………

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:08 am

  138. perjuangan kapitan pattimura sangat kuat, jika dibandingkan akk. jadi nggiri nih ama kapitan pattimura!!!

    Komentar oleh rezka — Januari 11, 2011 @ 11:54 am

  139. o0o ternyata seperti itu ya .. maksih ya atas sharenya ..

    Komentar oleh Penginapan di jakarta — Februari 24, 2011 @ 4:16 am

  140. sekian banyak negri adat di maluku mengklaim patimura berasal dari wilayah mereka masing masing. bukan cuman itu, bukti bukti kongkritpun dijabarkan. orang kei tidak pernah mengklaem patimura berasal dari kei. tapi bgiku dia adalah musafir yang datang ke maluku dalam rangkah si,ar islam. setiap wilayah yang dia singgahi sebelum meninggalkan pasti ada bukti atau sesuatu yang dia tinggalkan. jadi bagiku patimura adalah musafir.patimura adalah keturunan dari Syarif Abdullah Al-Bantani yang berasal dari serang banten.

    Komentar oleh afdhol itsnain — April 1, 2011 @ 2:03 pm

  141. Kalu tidak tau sejarah asal usul Kapitan Pattimura jagan sok tahu, yang ada hanya riwayatnya ketika uda dewasa, sedangkan tak pernah diceritakan masa kecilnya. karena sebenarnya Beliau adalah Putra Seram yang mengunakan bahasa dalam pertempurannya di WAISISIN dengan kata LOB LEA LOB LAU. Beliau terlahir dari suatu daerah yang jahu dari sebelah timur Nusa Ina.

    Komentar oleh Rajawali Masiwang — Agustus 23, 2011 @ 7:09 pm

    • biarkan waktu yang menjawab…. biarkan kebenaran yang sesungguhnya hadir mematahkan berjuta argumentasi teoritis yang mungkin saja tanpa bukti kongkrit yang nyata… bisahka kalian semua terimah kenyataan kalau patimura adalah musafir…? bisakah….? tapi rupanya tak ada satupun yg berani mengambil jalan ini sebagai langkah mengakhiri perdebatan panjang yang tak berujung…… initnya… kita semua di hadapakan dengan teriakan yg sama…. masing masing berteriak atas nama golongan…. masing masing meyakini bahwa patimura adalah keturunan merteka…. saya sadar… semuanya benar. tapi tahukah kalian semua…. pada saat patimura melakukan perjalanan perdananya…. ada satu nyanyian yang keluar dari mulut patimura….. tahukah kalian sair dari nyaian itu…. ? tahuka….? intinya semua bukti kongkrit hadir sebagai senjata pada masing masing kelompok. ini membuktikan bahwa dia pernah ada dan menitipkan bukti kongkrit sebagai warisan anak cucu. tapi kata harus kembali melihat dari mana asal keluarnya patimura………

      Komentar oleh M. AFDHOL ITSNAIN — September 17, 2011 @ 1:07 pm

  142. Penulis NGAWUR !!! MENYESATKAN !!!! BETA SANDIRI ORANG AMBON. BETA LAHIR DI SERAM DAN DARI KELUARGA RAJA PIRU, BETA TAHU KEBENARAN TENTANG SEORANG THOMAS MATULESSY. JANGAN ALE BIKING SEJARAH MENJADI KABUR DENGAN PANDANGAN ALE YANG SENG BERDASAR…PATTIMURA ADALAH SEORANG TOKOH DI SAPARUA DAN SEORANG KRISTEN…!!! KATONG PUNG KEDEKATAN DENGAN KELUARGA INI SANGAT ERAT, JAILOLO YG ALE BILANG ITU ADA DI HALMAHERA YANG NOTABENE MERUPAKAN WILAYAH KESULTANAN TERNANTE. MEMANG TIDAK DIPUNGKIRI BAHWA LUAS JAJAHANNYA SAMPAI FILIPINA, TETAPI ALE MESTI LIAHAT ISLAM MASUK KE MALUKU LEWAT PERDAGANGAN DARI SAMUDERA PASAI SEBELUM ITU MALUKU SUDAH DIMASUKI PORTUGIS YANG NOTABENE ADALAH KATHOLIK. JADI JAUH SEBELUM ADA KERAJAAN ISLAM DI AMBON KRISTEN SUDAH MASUK…!JANGAN KAMU BICARA SEENAK PERUTMU…KATONG ATAS NAMA MASYARAKAT SERAM SANGAT TERSINGGUNG…! JANGAN PUTAR BALIK FAKTA YANG ADA. WALAU PATTIMURA KRISTEN DIA MELAWAN BELANDA KARENA MENCINTAI RAKYAT DAN DAERAH DIA BUKAN BERARTI KARENA DIA ISLAM JADI DIA PERANGI BELANDA…JANGAN SALAH TAFSIR DAN MENYESATKAN ANAK BANGSA…HAI PENULIS…KRISTEN LEBIH MULIA DIBANDING ISLAM YANG PENUH KEMUNAFIKAN….BACA THE INDONESIAN HISTORY OF INDONESIA BIAR KAMU TERBUKA MATA….DAN TIDAK TERSESAT….ISLAM DISEBAR BUKAN HANYA DENGAN PERDAGANGAN DAN KAWIN SIRI SANA-SINI (TAK MAMPU MENAHAN NAFSU = BEJAT) TETAPI JUGAS DENGAN PEDANG !!!! CATAT ITU….SULAINA LAKANTELU!!!!

    Komentar oleh JERRZY — Oktober 13, 2011 @ 9:14 am

    • rupanya anda ini orang yg tidak berpendidikan, cara bicarax menunjukan anda identitas diri anda,.

      Komentar oleh dia — Februari 24, 2014 @ 7:32 pm

    • Jerry ale salah sejarah ka pa eeeee
      Hei bung bro…. jauh sebelum si penjajah (Portugis) masuk su ada Kerajaan yang bercorak islam di maluku dan memiliki hubungan dagan dengan bangsa arab, bahkan bangsa arab sendiri telah menjadi anak negeri maluku dengan memiliki fam (atau marga) seperti halnya orang maluku. Portugis datang yang tujuannya untuk berdagang kini malah menjadi penguasa (monopoli) dan proses kristenisasi. Mangkali ale tinggal di pendalaman yang belum menerima islam, dan ketika Portugis masuk ale langsung kristen dan mengklaim itu agama pertama yang masuk ke maluku, secara ketika islam masuk ke mauluku tidak semuanya di islamkan tetapi sebagaian di pedalam yang belum enerima islam bahkan hingga sampai sekarang masi ada kepercaan animisme di maluku, yang kini misi gereja di kirim kesana untuk membabtis mereka dan menjadikan mereka pengikut kristen.
      Sory bung bro, di agam islam tak mengenal kawin siri, mangkali pinang yang makan deng siri. Kawin siri hanya akal-akal orang sa tuk bisa kawin dua karena misteri seng setuju. Lebih baik poligami dari pada jadi rahib gereja yang tak menika padahal punya simpanan di hotel dan diskotek. Bahkan dimedia kini lagi hebo dengan perbuatan pastor melakukan sodomi dan filedophia. Katanya suster piara anak telantar pada hal sebagian adalah anak-anak hasil hubungan gelab yang disebut dengan anak-anak tuhan yang kudus. Di kristen katholik suster dilarang menikah dan hanya boleh melayani pastor dan wali-wali gereja dan rahib pastorat. Ironis memang…….

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:11 am

  143. gw baca dari atas sampe dibawah nga lain kita ribut soal orang yg

    sdr2 semuanya yg islam maupun nasrani kenapa kita harus bertengkar tentang siapa pahlawan dan dari mana dia datang atau munculnya……… yg penting kita satu bangsa satu nusa satu bahasa..malahan saya sebagai anak maluku yg beragama kristen (keturunan alifuru) tapi saya banga mempunyai moyang beragama islam…jadi kita harus renungkan itu dari sabang sampe merauke munculnya pahlawan2 yg membela negara dan bangsanya jangan kita membeda2kan suku dan agamanya…..saya merasa sedih jika kita lihat pertengkaran antara saudara adik kakak sendiri yg satu islam yg satu kristen….. marilah kita bersatu padu melawan musuh2 dari luar tanah air kita…itu saja yg beta pesan…yg beta pesan terlebih terhadap beta punya >>>>sdr2ku adik2ku dan kakak2ku jgnlah kita tinggi diri
    dan untuk penulis sdr jerrrzy maaf ya ale bilang atas nama seram tetapi beta seng tersinggung hanya sedih atas kata2 lu yg diatas itu…… wasalam

    Komentar oleh no body — Desember 28, 2011 @ 5:45 pm

    • Ale sebenarnya islam kha kristen atau munafik???? Yang ale masuk “musuh” itu sapa????

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:12 am

  144. beta balas sadikit tentang>>>THE INDONESIAN HISTORY OF INDONESIA……yg nulis siapa??? manusia kan??? apa kamu percaya manusia….kalo yg nulis tangan Tuhan/Allah baru beta percaya

    Komentar oleh no body — Desember 28, 2011 @ 6:13 pm

    • Trus apa bedanya????

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:14 am

  145. Selamat tinggal NKRI!!!

    Komentar oleh hamid — Januari 22, 2012 @ 9:46 am

    • Maksud???

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:17 am

  146. sejarah Indonesia Palsu semuanya.!mana ceritera rentang Supersemar? pembunuhan peristiwa PKI ? hai generasi NKRI ! kamu angkat masalah ini, dan gugat pemerintah NKRI danTNI-POLRI. Lihat didepan mataMU, yang sedang terjadi di Negara Amburaduk

    Komentar oleh hamid — Januari 22, 2012 @ 9:56 am

  147. kata sapa thomas muslim/ anda sejarawan ya? anda asli maluku? anda tahu silsilah tdk? jangan asal bicara!!!!! jangan membolak balik fakta yg udahrgumenbera sejarahx sejak dulu. saya tantang anda untuk berargumen.

    Komentar oleh resky — Februari 4, 2012 @ 5:37 am

    • Kata sejarah.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:18 am

  148. sakit perut neh……….. kebelakang dulu ah…..ntar nyambung lagi bacanya….

    Komentar oleh ismail ibrahim putra — Februari 9, 2012 @ 8:22 pm

  149. basudara samua, bt cmn mau menambahkan dan coba meluruskan sedikit, kalo basudara mau carita orang lain, asal tahu diri sandiri dolo, kalo sdh tahu diri sandiri baru carita orang lain. basudara tahu basudara punya teon negeri? basudara tahu teon marga sendiri?, kalo tahu baru carita orang lain punya. bt salah satu anak adat dari bt punya negeri Hulaliu, bt lahir juga di bt punya negeri walau bt besar dengan keluarga(orang tua) di Ambon. bt juga salah satu peneliti awal mula sejarah maluku dan khususnya bt punya negeri Hulaliu (HATURESSY RAKANYAWA). jadi kalo mau tulis sesuatu, teliti dulu, lakukan penelitian, jangan asal tulis kayak anak mau ajar membaca untuk masuk SD. yg bt tahu sejarah Kapitan Thomas Matulessy yaitu, awalnya ketika kerajaan Nunusaku runtuh berdirilah kerajaan baru di pesisir pantai selatan Pulau Seram yg bernama Kerajaan Sahulau dengan Sultan/Raja Sahulau yaitu la ode Una, keturunan dari salah satu Sultan dari 7 Sultan pada penciptaan di Gunung tertinggi di Murkele Seramawal mula penciptaan sebelum Air Bah dan Nunusaku.ketika La Ode Una sampai di pesisir pantai Selatan Seram ada di 3 batang air di puncak gunung seram Barat seorang Moyang bernama Penturi Irai, ketika salah satu pengawal dari moyang Penturi melaporkan bahwa ada aktifitas masyarakat yang membangun kerajaan di bagian pantai Selatan, kemudian moyang Penturi mengatakan untuk menyelidiki siapa yang menjadi pimpinan di kerajaan tersebut, demikian juga ketika hulubalang dari Sultan/Raja Sahulau yang bernama La Ode Una melaporkan hal yang sama bahwa ada juga di puncak gunung masyarakat yang masih berhimpun kemudian Sultan/Raja La Ode Una juga memerintahkan untuk mencari tahu siapa yang menjadi pemimpin di gunung, kemudian suatu hari kelak bertemulah kedua orang tersebut Sultan/Raja Sahulau dan moyang 3 batang air Penturi Irai, kemudian Sultan /Raja Sahulau La Ode Una mengajak Moyang Penturi Irai untuk mengadu ilmu, namun Moyang Penturi Irai mengatakan bahwa sebelum ia mengadu ilmu dengan Sultan/Raja Sahulau ia berkata bahwa bagaimana Sultan/Raja La Ode Una mau mengadu ilmu dengannya karena ia berwujud ular bagian bawah wujud ular bagian kepala manusia, kemudian moyang Penturi mengatakan kalau ia bisa merubah wujud Sultan/Raja Sahulau dari wujud ulkarnya menjadi manusia maka ia harus mengakui bahwa moyang Penturi ilmunya lebih tinggi dari pada La Odew Una, kemudian moyang Penuri merubah wujud La Ode Una dari wujud bawah yang adalah wujud ular menjadi manusia, dan disitulah La Ode Una mengakui bahwa Penuri lebih tinggi ilmunya dari pada dia, kemudian mereka berjanji dan mengangkat sumpah bahwa jika suatu hari kelak mereka sudah mempunyai anak jika laki-laki-dan perempuan maka akan dinikahkan, dan suatu hari kelak mereka bertemu dan kemudian saling mengatakan bahwa anak mereka La Ode Una adalah laki-laki yang diberinama KASIMILALE PATTIMURA sedangkan anak dari moyang Penuri Irai adalah perempuan yang diberi nama HUAPUTTI NOIJA (NOYA). kemudian mereka berdua kawin dan dari hasil perkawinan tersebut lahirlah Thomas Matulessya. namun karena ketika kerajaan Sahulau diserang dan kerajaan tersebut sebelum dapat dikalahkan oleh Penjajah, KASIMILALE PATTIMURA memerintahkan salah 1 anak buahnya untuk membawa anak mereka Thomas Matulessya ke negeri ibunya yaitu di HULALIU. marga Matulessy di Hulaliu dengan tiang baileo nya tiang negeri dari 12 tiang negeri 12 marga Asli negeri HATURESSY RAKANYAWA = HULALIU. tiang baileo. BY. ( sejarah marga Noija= noya, noya tidak boleh kawin dengan Penuri karena Noya adalah Penuri, Noya adalah pemberian gelar kepada anak dari moyang Penturi. BY. marga Penturi ada di negeri Seruawan dan Kamariang. sedangkan perjuangan Thomas Matulessya melawan penjajah tepatnya di Saparua/Haria, karena Thomas Matulessya saat itu ikut masuk sebagai tentara inggris dan saat itu berpangkat Kapten……………..,************* begitulah Sejarah Thomas Matulessya alias Kapitan Pattimura. ************

    Komentar oleh Daimon. Siahaya — Juni 9, 2012 @ 1:01 pm

    • dalam sejarah tanah raja2 dimaluku laode una adlah tokoh mitos, dalm sejarah kebangsaan tidak ada satu juapun pahlawan dari buton karna buton adalh kesultanan yg bekerja dibwah belanda.
      patimura beragama islam itu sudah pasti.. logikanya masa kristen melawan kristen, lihat kerusuhan ambon sapa yang menang kristen atau islam ?itu saja sdh membuktikan.

      Komentar oleh nyong pelu — Juli 2, 2012 @ 3:47 am

    • Bung daimon ceritanya terkesan seperti dari Buton ajha…….
      Mana ada kehidupan di nunusaku berasal dari peradaban buton. Diseram barat adanya Kerajaan huamual kenapa tidak ada dalam penjelasan nya??? Kemana Kerajaan huamual saat itu??? Cerita seperti kitos, penciptaan di atas gunung tertinggi. Sya juga mau tanya benar ada perang saudara di nunusaku????
      Bukannya hulaliu itu bagian dari hatuhaha, karena kala perang alaka maka menjadi kristen yang dibawa pengaruh ha-sa (haruku-sameth) dengan kapitan tahya….
      Jang asal for bawa sejarah Pattimura ke liku-liku yang tak jelas……

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:21 am

  150. jangan pernah berbicara tentang sejarah Pattimura, karena sampai saat ini belum ada yang tau pasti tentang asal Pattimura yang sebenarnya.

    Komentar oleh Oleh: Jhon — Agustus 27, 2012 @ 6:11 pm

    • Boleh asal dapat dipertanggung jawabkan dan satu hal lagi, kita harus melihat wacana ini dengan kepala dingin agar kita dapat titik terang dari sejarah Pattimura itu sendiri agar tidak tenggelam dalam kelamnya fersi dan kaburnya sejarah. Bersikap dewasalah dalam melihat sejarah dari segala sisi.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:22 am

  151. Buat basudara semua dan khusus bwt bung ancha atas comentrnya@
    tawainela dan warga hualoy sama-sama gila…hehehe tidak rasional dan ilmiah..ilmu pohon pisang,seperti cerita robin hood..ahmad lussy itu seorang pesuru belanda sama dengan thomas matulessy,tetapi ahmad di seram sedang thomas di saparua.ahmad lussy di bunuh oleh para kapitan seram karena di anggap telah membuka rahasia kepada belanda.(sumber tahun 1700)
    Komentar oleh ancha — Agustus 10, 2009 @ 9:32 am

    jangan memperkeruh suasana,latu itu tidak terdaftar dalam sejarah maluku,tetapi mereka hanya di catat atas penghianat adat,dan tokoh pembaitan warga seram oleh RMS Atas prakarsa latu dan abio,marga patimura mulai berkembng di latu sekitar trahun 1990 oleh raja pertamnya raja subuh vanderck/ kemudian berganti marga menjadi patimura karena malu masih memakai marga belanda yg identik dengan RMS dimaluku,latu itu dahulunya adalah negeri iha tetapi karena dari keturunan belanda vanderck yg berpura2 marga patimura berhianat kpd kerajaan iha dngan cara memasukan babi ke kompleksx mesjid kerajaan iha ,ahirnya kerajaan iha pun runtuh atas penghianatan latu vanderck/patimura,

    Demi allah saya bersaksi bahwa patimura adalah ahmad iho Lussy asal negeri Hualoy-Masahatu-sahulau-nunusaku,dari suku alune-alifuru-nuh As-Adam AS

    Komentar oleh Tawainella — Oktober 29, 2012 @ 1:57 am

    • Karena banyak fersi cerita Pattimura di kalangan isam sehingga Pattimura mudah di kukuhkan menjadi kristen karena hanya mendapat satu sumber dari kristen yanki hasil tulisan sapija yang berasal dari kristen.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:24 am

  152. Negeri Hualoy ( Ina Ama Tuni Siwalete Sarimetene / Samaohi Ririnita ) adalah salah satu negeri adat di Maluku yang berada tepat di wilayah tiga batang air (Tala Eti Sapalewa), menurut para sejarahwan dari pusat tiga batang air (Nunusaku) inilah semua negeri-negeri adat di Maluku berasal.
    Negeri Hualoy didirkan oleh Kapitan Russy dan Kapitan Ratu Tubaka, mereka berasal dari nunusaku bersama adik-adiknya, Kapitan Tuasaya mendirikan Negeri Lealohi Samasuru (Aboru), Kapitan Hatusupi mendirikan Negeri Samahu Amalatu (Booi) dan Kapitan Tuaselei mendirikan Negeri Leamoni Kamasune (Kariu). Bahasa yang digunakan adalah bahasa daerah negeri Hualoy, bahasa alune dan bahasa Indonesia. Sistem pemerintahan adat yang dianut adalah patasiwa. Berkedudukan tepat pada wilayah Kecamatan Kairatu Timur Kabupaten Seram Bagian Barat dengan batas-batas negeri sebagai berikut :
     Sebelah utara berbatasan dengan Negeri Hunitetu
     Sebelah selatan berbatasan dengan laut Banda
     Sebelah timur berbatasan dengan Negeri Elpaputih
     Sebelah barat berbatasan dengan NegeriTihulale
    Dalam sistem pemerintahan adat saniri tiga batang air, Negeri Hualoy ( Ina Ama Tuni Siwalete Sarimetene ), Negeri Kaibobu ( Ina Ama Tahisane Poput Samale ), Negeri Elpaputih ( Ina Ama Tahisane Pesihalule ), Negeri Kairatu ( Ina Ama salibubui ), Negeri Watui ( Ina Ama Sailewoi), serta angkotanya Negeri Huku Kecil dan Huku Anakota (Moin Nikwele), Negeri Lohia Tala ( Lohie ), Negeri Tihulale ( Amalessy Risapory Sariata ), yang berada diwilayah air Tala (Sungai Tala) membentuk suatu persekutuan adat yang sudah sejak dahulu kala dengan nama Ina Ama Talabatai dan Negeri Hualoy adalah pemimpin Talabatai.
    Negeri Hualoy juga memiliki ikatan pela dengan Negeri Amahusu dan Negeri Laha di pulau Ambon, Negeri Itawaka di pulau Saparua, serta juga memiliki hubungan wari wa dengan negeri-negeri yang ada di pesisir air tala.
    Saat ini negeri Hualoy di huni oleh kelompok masyarakat yang heterogen karena selain masyarakat asli, juga terdapat kelompok masyarakat pendatang yang berasal dari Buton, Bugis, Sumatera dan juga negeri-negeri lain yang ada di Maluku.
    Terdapat 3 soa besar yaitu soa Tubaka (Makairio) yang terdiri dari mata rumah kokino, tukan, toule, wakanno, samallo, amanoupunyo, huwawaiputih dan sabre. Soa Lussy (Riaullo) terdiri dari mata rumah pellu, unupu, taruna, kayare, lepenuhu, sero dan ohorella, serta mata rumah Hehanussa (Perio) terdiri dari mata rumah hehanussa titaway, wattimena, sallatalohi dan wael.
    Negeri ini memiliki kekayaan budaya dan situs bersejarah, salah satu diantaranya tarian make putih yang menceritrakan kisah pahlawan-pahlawan dari negeri Hualoy dalam mengusir penjajah belanda. Hasil wawancara penulis dengan tokoh sejarah Nurdan Lussy ia mengatakan bahwa kalau sejarahwan di Maluku jujur maka mereka akan mengatakan bahwa Kapitan Pattimura pahlawan asal Maluku ia berasal dari Negeri Hualoy dengan nama aslinya Ahmad Lussy. Terdapat juga benteng tua yang dibangun dari batu karang pantai oleh 99 negeri yang berada di wilayah tala, eti, sapalewa untuk pertahanan melawan penjajah Belanda, benteng tua ini diberi nama punaka sana rua, dilengkapi dengan meja sidang dari batu untuk persidangan adat saniri tiga batang air.
    Masjid tua Lawataka dan masjid Zainal Abidin yang masih berdiri kokoh ditengah-tengah negeri membuktikan bahwa mayoritas penduduk beragama Islam. Mata pencaharian sebagian besar adalah petani dan nelayan. Komoditas andalan adalah damar (Agatis), cengkeh, pala, kelapa, dan kakao (cokelat). Hasil penelitian dari dinas pertambangan dan energi Kabupaten Seram Bagian Barat, ternyata negeri ini juga memiliki aneka macam tambang, yaitu nikel, gas, minyak bumi, emas serta juga memiliki sumber daya alam yang berlimpah ruah.

    oleh yayasan Tifa adat Maluku(Lembaga pengakajian sejarah dan Budaya Maluku)

    Direktur: DR.Jyante hermanus Saiya.SH.MH

    Komentar oleh DR.Jyante hermanus Saiya.SH.MH — Oktober 29, 2012 @ 2:06 am

    • hai hai teman2 smua, saya org Ullath, di Maluku Tengah. memang ada fam/marga Matulessy sprti yg dipakai THOMAS MATULESSY di Ullath.
      tp, Kapitang pattimura alias Thomas Matulessy adalah anak negeri/desa Haria, yang juga di Saparua, Maluku Tengah. Kalau kalian mau tau, Matulessy ada di desa Ullath, Itawaka, Haria dan Ouw.
      Saya Muslim, saya org Ullath, org Ullath yg Muslim, tp saya tak tau ada yg nama ny Ahmad / Mat Lussy itu lah kapitang Pattimura yg sbnarnyam ehhehe. asal mau tau juga, lussy itu marga juga lho, marga dari Aipsano, Saulau dan Hualoy di Pulau Seram
      met malm all

      Komentar oleh fikrisapulettehattu — April 21, 2013 @ 5:27 pm

    • Mau nanya 99 negeri di Kerajaan huamual dan apa bedanya dengan di hualoi????

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:25 am

  153. lihat bulan aja baru,, ngomongin sejarah ..

    Komentar oleh Kapitan — Desember 23, 2012 @ 7:53 pm

  154. hai hai teman2 smua, saya org Ullath, di Maluku Tengah. memang ada fam/marga Matulessy sprti yg dipakai THOMAS MATULESSY di Ullath.
    tp, Kapitang pattimura alias Thomas Matulessy adalah anak negeri/desa Haria, yang juga di Saparua, Maluku Tengah. Kalau kalian mau tau, Matulessy ada di desa Ullath, Itawaka, Haria dan Ouw. :)

    Saya Muslim, saya org Ullath, org Ullath yg Muslim, tp saya tak tau ada yg nama ny Ahmad / Mat Lussy itu lah kapitang Pattimura yg sbnarnyam ehhehe. asal mau tau juga, lussy itu marga juga lho, marga dari Aipsano, Saulau dan Hualoy di Pulau Seram

    met malm all

    Komentar oleh fikrisapulettehattu — April 21, 2013 @ 5:25 pm

  155. hihihi,……………. ahmad lussy mau jadi thomas matulessy mana ada orang maluku pake nama jawa? si ahmad lah.. tulis aja sejarah se mau kalian.wati,iwan, budi ,joko,suparman,atau supraptolussy….dah pasti supraptolussy itu islam….hihihihihhh…..ngawur ngawurr…ngawurr….wakakakakkkkkaakk..

    Komentar oleh muhamadlussyana — Mei 31, 2013 @ 1:39 am

    • Bisa jadi Pattimura orang jawa bukan orang maluku. Satu lagi ahmad itu bukan nama jawa dan lussy bukan nama tapi marga, jang samakan dengan sanussy di makasar.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:27 am

  156. Good article. I certainly appreciate this site.
    Thanks!

    Komentar oleh free online chat — Juni 15, 2013 @ 2:38 am

  157. memang benar ,penghalang kolonial adalah muslim bukan nasrani.

    Komentar oleh Gunawan — Agustus 6, 2013 @ 6:27 pm

  158. misi kolonial selain menjajah juga misionaris,maluku adalah bnyk kerajaan islam,babyak sejarah di putar balikan seperti G30 sPki.

    Komentar oleh Gunawan — Agustus 6, 2013 @ 6:36 pm

  159. itu bnar matlussy.

    Komentar oleh Gunawan — Agustus 6, 2013 @ 6:37 pm

  160. Hindu, Budha adalah agama dari luar yang mula-mula masuk di Kepulauan Nusantara menyusul agama islam dan Kristen. Pada dasarnya Torang Samua Basudara. Meskipun baku marah suatu hari nanti pasti mo baku sayang.

    Komentar oleh alffian walukow — September 8, 2013 @ 2:03 am

  161. jangan terlalu memutar balikan fakta sejarah, dapat dari mana Patimura bernama ahmad lussy ? takaruang saja ……………………. yang benar adalah Kapitan Patimura bernama Thomas Matulesy berasal dari desa Haria atau pulau Saparua yang mayoritas agamanya kristen, jadi buat si pemilik artikel jangan ibohongi publik dengan artikel yang tidak masuk di logika rakyat maluku……………………………………….

    Komentar oleh max — Oktober 20, 2013 @ 8:54 am

    • Sejarah yang kamu gemari itu yang diajarkan disekolah karena hasil asimilasi. Jadi jangan bingun kalau ada yang mengangkat Pattimura dari berbagai fersi, mahap????

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:30 am

  162. Saya PATTIMURA dan Alhamdulillah saya MUSLIM…!!!

    Komentar oleh ilmy Pattimura — November 10, 2013 @ 12:14 pm

  163. Thanks for sharing your thoughts about median price. Regards

    Komentar oleh trading — November 21, 2013 @ 10:47 am

  164. SARAN SAYA BAGI YANG PUNYA BLOG INI ADALAH ”jangan hanya satu orang peneliti aja kamu bisa bilang bahwa kapitan patimura itu kaum islam ,coba cari langsung ke sumbernya kan tekhnologi sudah luas ,lagipula tak ada bukti nyata yang mendukung ,bisa jadi itu hanya spekulasi dan kemudian dibesar besarkan seperti itulah kebenaran yang terungkap ,padahal kamu belum mengkaji nya lebih dalam ,kasihan tuh kalau salah ,yang malu kan kamu ,gak lengkap kajiannya ,gak ada bukti.
    Terima kasih”.

    Komentar oleh Lihat lebih dalam — November 26, 2013 @ 6:53 pm

  165. ahmad lussy… muhammad lussy…..spakat skali

    .

    Komentar oleh frenki — Februari 23, 2014 @ 7:01 pm

  166. agama islam, kristen,katolik, hindu, budha protestan.. bahkan atheis sekali pun, saya rasa semuanya adalah MUSLIM. Salam hangat dari ambon Batu Merah

    Komentar oleh Kurniawan Pattimua — Maret 14, 2014 @ 3:56 pm

  167. Bagaimana kalau kapatanya yang benar seperti ini :

    ami Patasiwa
    ami Patalima
    ami ama’a Kapitan Amalesi
    Matulu lalau hato Sapambuine
    Ma Parang kua Kompania
    ami ama’a Kapitan Amalesi
    Isa Nusa messe
    Mae’o,
    Mae’o,

    jelas Kapitang Patimura berbeda dengan Kapitang Amalesi,
    Kapitang Patimura justru meminta bantuan dari setiap negeri di pulau seram dan negeri-negeri tersebut mengutus masing masing kapitang bersama malesinya kesaparua dan turut serta membantu Kapitang patimura, nah salah satu kapata di atas adalah bagian dari syair yang menceritakan kepemimpinan kapitang yang membawa milisinya. jadi jelas amat lussy bukan kapitang patimura.

    Komentar oleh amalessy — Maret 18, 2014 @ 7:33 am

  168. Saudara-saudara semua,

    Semenjak lahir hingga sekarang ini, ada beberapa usaha penipuan besar-besaran yang dilakukan untuk memutarbalikkan sejarah, baik yang berkaitan dengan masalah nasionalisme maupun yang terkait dengan masalah iman. Negara ini, NKRI, adalah salah satu ladang amat subur bagi usaha-usaha pemutarbalikan kebenaran tersebut. Oleh sebab itu, dusta dan kemunafikan muncul dan berkembang sebagai belenggu yang menghambat bangsa ini untuk maju. Yang tinggal pada bangsa ini hanyalah semacam kesombongan kosong tentang “adat ketimuran” yang katanya lebih superior dalam hal kehalusan budi pekerti jika dibandingkan dengan “budaya barat”.

    Kita sudah kenal dan mungkin sudah kenyang mendengar masalah “Injil Palsu Barnabas”, yang sengaja dikarang untuk menyesatkan umat, bukan saja orang Kristen, tetapi juga Muslim dan umat yang lain. Kita juga sudah kenyang mendengar bagaimana arti “Roh Kudus” dipelintir sehingga menjadi “Ahmad”, demi usaha pembenaran iman yang sempit dan dangkal. Dari sisi sejarah/nasional, kita tahu persis bahwa peristiwa G30S-PKI adalah Rekayasa Soeharto dkk., dan sejarahnya dijungkir-balikkan demi kepentingan pengarangnya.

    Kita sekarang sedang melihat bagaimana “Sejarah Maluku” tentang Keabsahan RMS sedang diputar-balikkan melalui berbagai-bagai sidang pengadilan sampalan, baik di Maluku, maupun di Jakarta. Kita tahu persisi bahwa kita sudah hidup di dalam sejarah yang dijungkir-balikkan Soekarno dan NKRI, supaya Maluku bisa ditipu, ditindas dan diperas selama kurang-lebih 52 tahun. Lalu sekarang, kita disodorkan lagi dengan “penipuan baru” untuk memutar-balikkan sejarah Maluku yang berkaitan dengan Perang Pattimura.

    Apa artinya istilah “Hidayatullah”? Apakah artinya bukan “Petunjuk dari Allah”? Lalu mengapa Hidayatullah harus berisikan dusta dan pemutar-balikkan kebenaran? Tulisan berjudul “Kapitan Ahmad `Pattimura’ Lussy” saya dapati dari Suara Hidayatullah, 2 Agustus 2002, dan isinya adalah pemutar-balikkan kebenaran tentang siapa Kapitan Pattimura atau “Thomas Matulessy” itu. Coba kita ulas beberapa kejanggalan di dalamnya.

    M.Nour Tawainella, yang katanya adalah seorang sejarawan juga, mencetus ide “Kapitan Ahmad Pattimura Lussy” dengan berkata, “Namun keberanian dan patriotisme Pattimura itu terdistorsi oleh penulisan sejarah versi pemerintah. M Sapija, sejarawan yang pertama kali menulis buku tentang Pattimura”

    Siapakah yang beliau ini maksudkan dengan “pemerintah”? Apakah memang benar bahwa M. Sapija adalah orang yang mula-mula menulis sejarah Pattimura? Dari catatan-catatan tentang Pattimura, (1) Verhuel Herinneringen van een reis naar Oost Indien (1835-1836), (2) J.B. Van Doren (1857), Thomas Matulesia, Het Hoofd Der Opstandlelingen Van Het Eiland Honimoa, (3) P.H. van der Kemp (1911), Het herstel van het Nederlandsche gezag in de Molukken in 1817, (4) M. Sapija (1954), Sejarah Perjuangan Pattimura, Penerbit Djambatan, (5) Ben van Kaam (1977), Ambon door de eeuwen, kita lihat bahwa M. Sapija bukanlah satu-satunya pemulis sejarah Pattimura dan yang paling kena-mengena dengan kata “pemerintah” adalah Pemerintah Belanda saat itu. Kalaupun M. Sapija adalah seorang Kristen dan karena itu hendak mengkristenkan Pattimura, apakah tuduhan yang sama bisa kita timpakan kepada penulis-penulis Belanda?

    M. Nour Tawainella harus lebih jujur dan lebih ilmiah untuk meneliti seluruh data tentang Pattimura, dan bukan seenaknya menggunakan satu pengarang sebagai objek bantahan dan menggunakan “pemerintah” tanpa penjelasan lengkap. Kesan seolah-oleh menyembunyikan data yang berkelimpahan tentang Pattimura, telah mendatangkan kecurigaan terhadap niat penulisan Sdr. M. Nour Tawainella.

    Sdr. M. Nour Tawainella selanjutnya mengatakan, “Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Ia bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.

    Sdr. M. Nour Tawainella mungkin lupa bahwa orang Maluku umumnya punya “marga” atau “fam”, apalagi seorang raja. Pada bagian berikutnya kita akan lihat bahwa masalah “marga/fam” ini mendapat penekanan Sdr. M. Nour Tawainella, tetapi di sini, sang sultan yang memimpin suatu kejajaan Islam Maluku, ternyata tidak bermarga. Apakah si sultan turunan orang Jawa atau anak transmigran?

    Sdr. M. Nour Tawainella mengatakan, “Ada kejanggalan dalam keterangan di atas. Sapija tidak menyebut Sahulau itu adalah kesultanan. Kemudian ada penipuan dengan menambahkan marga Pattimura Mattulessy. Padahal di negeri Sahulau tidak ada marga Pattimura atau Mattulessy. Di sana hanya ada marga Kasimiliali yang leluhur mereka adalah Sultan Abdurrahman.”

    Sebenarnya, kejanggalan justeru ada pada sejarah karangan Sdr. M. Nour Tawainella sendiri. Sebelumnya beliau mengatakan bahwa “Kasimillah adalah sebutan” yang berakar dari kata “Kasimillah” (Kazim Allah/Asisten Allah) dan bukan sebuah marga. Sekarang, ketika menyanggah M. Sapija, Sdr. M. Nour Tawainella mengaku bahwa “Kasimiliali” adalah sebuah marga.

    Sebagai seorang sejarawan yang berasal dari Maluku, Sdr. M. Nour Tawainella seharusnya tahu persisi bahwa yang dimaksudkan dengan “negeri” di Maluku Tengah adalah “Kerajaan”, dan seorang “kepala negeri” adalah “Raja”. Demikian pula, sebutan terhadap raja suatu negeri selalu “Raja –nama negeri” seperti, Raja Tulehu, raja Hitu, Raja Halong dll. dimana Tulehu, Hitu dan Halong adalah nama negri atau kerajaannya.

    Sdr. M. Nour Tawainella kemudian menyimpulkan bahwa, “Jadi asal nama Pattimura dalam buku sejarah nasional adalah karangan dari Sapija. Sedangkan Mattulessy bukanlah marga melainkan nama, yaitu Ahmad Lussy. Dan Thomas Mattulessy sebenarnya tidak pernah ada di dalam sejarah perjuangan rakyat Maluku.”

    Dalam hal ini, harus saya katakan bahwa M. Nour Tawainella telah berdusta dan menipu banyak orang yang tidak tahu tentang Maluku. “Matulessy” adalah sebuah marga yang sekarang mayoritas berasal dari negeri Ulath, di pulau Saparua, sementara Pattimura sendiri adalah “Gelar” yangf berarti “yang murah hati.” Marga “Lussy” adalah marga yang asing di Maluku, kecuali “Lessy”, atau “Haulussy”, dan penggabungan “Mat” dan “Lussy” menjadi “Matulessy” terdengar tidak wajar.

    Sdr. M. Nour Tawainella mencoba mengandalkan sejarawan luar Maluku untuk membenarkan pendapatnya. Katanya, “Berbeda dengan Sapija, Mansyur Suryanegara berpendapat bahwa Pattimura itu marga yang masih ada sampai sekarang. Dan semua orang yang bermarga Pattimura sekarang ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikut agama nenek moyang mereka yaitu Pattimura.”

    Hal ini mengingatkan saya pada tokoh pengebom yang masih buron (atau akan buron selamanya), “Idiamin Tabrani Pattimura”, yang beragama Islam. Apakah nama “Idiamin” itu bukan berasal dari “Idi Amin Dada”, bekas presiden dan tiran Uganda? Apa hubungan nama Idi Amin dengan Islam? Demikian juga, Pattimura tidak ada hubungannya dengan Islam, selain kebiasaan mengadopsi nama dan marga seperti marga “Ambon” yang tidak pernah dimiliki oleh warga Kristen Maluku.

    Akibatnya, sejarawan luar Maluku ini lalu mengatakan bahwa “mayoritas kerajaan-kerajaan di Maluku adalah kerajaan Islam. Di antaranya adalah kerajaan Ambon, Herat, dan Jailolo. Begitu banyaknya kerajaan sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan Jaziratul Muluk (Negeri Raja-raja). Sebutan ini kelak dikenal dengan Maluku.”

    Pertama, akan sukarlah bagi sejarawan ini untuk menemukan bekas-bekas Kerajaan Ambon, yang saya sendiri tidak pernah dengar. Kedua, sebutan itu seharusnya “Jaziratul Muluk Salam” atau “Negeri Raja-raja Salam/Islam”, sebab istilah “Negeri Raja-raja” saja tidak menunjukkan dominasi kerajaan Islam. Istilah ini benar hanya dalam hal banyaknya kerajaan, sebab seperti yang saya katakan tadi, sebuah negeri adalah sebuah kerajaan yang sekarang diubah menjadi desa. Hitung saja Desa Adat di Maluku dan anda akan temukan jumlah kerajaannya.

    Masih dengan sejarawan yang sama, dikatakan bahwa, “Mansyur pun tidak sependapat dengan Maluku dan Ambon yang sampai kini diidentikkan dengan Kristen. Penulis buku Menemukan Sejarah (yang menjadi best seller) ini mengatakan, “Kalau dibilang Ambon itu lebih banyak Kristen, lihat saja dari udara (dari pesawat), banyak masjid atau banyak gereja. Kenyataannya, lebih banyak menara masjid daripada gereja.”

    Pada akhirnya, keseriusan sejarah harus dibumbui dengan tetak-bengek yang tidak berharga. Kenapa? Karena tulisan sejarahnya sendiri tidak berbobot dan tidak mengandung kebenaran! Anjuran menetapkan Kristen atau Islamnya Maluku dari udara adalah ide yang terlalu kekanak-kanakan. Hal itu bergantung dari apakah Gereja atau Mesjid yang sudah musnah saat ini (dan saya tahu persis itu Gereja). Hal itu juga bergantung dari berapa banyak Gereja atau Mesjid yang biasanya terdapat di satu desa. Penulis tahu persis kebiasaan Muslim (terutama pendatang) untuk mendirikan Mesjid di antara 10-20 keluarga, sementara satu negeri Kristen cukup punya satu Gereja (apalagi sekarang izin bangunnya seperti harus diminta ke Sorga –sulitnya bukan main). Begini sajakah logika dan kapasitas sejarawan yang mengaku sebagai pembela Muslim?

    Entah Sdr. M. Noer Tawainella atau Sdr. Mansyur Suryanegara, tapi akhir perlawanan Pattimura kemudian diceritakan sebagai berikut. “Berulangkali Belanda mengerahkan pasukan untuk menumpas perlawanan rakyat Maluku, tetapi berulangkali pula Belanda mendapat pukulan berat. Karena itu Belanda meminta bantuan dari pasukan yang ada di Jakarta. Keadaan jadi berbalik, Belanda semakin kuat dan perlawanan rakyat Maluku terdesak. Akhirnya Ahmad Lussy dan kawan-kawan tertangkap Belanda. Pada tanggal 16 Desember 1817 Ahmad Lussy beserta kawan-kawannya menjalani hukuman mati di tiang gantungan.”

    Cerita ini hanyalah isapan jempol yang didramatisir seakan-akan Belanda di Maluku itu lain dengan Belanda di Jakarta. Pattimura dan kawan-kawan tertangkap melalui penghianatan orang Maluku sendiri (ketika saya masih SD, dikatakan atas prakarsa Patih Akong) melalui sebuah pesta yang sengaja diadakan untuk itu. Teman seperjuangan Thomas Matulessy adalah Philip Latumahina (Kristen), Said Parintah (Muslim), Anthony Rhebok (Indo-Belanda, Kristen) dan Christina Martha Tiahahu (Kristen). Mudah-mudahan Cristina Martha Tiahahu tidak nanti diubah menjadi Sitti Subaedah Tinggalngaku, oleh sejarawan-sejarawan kesiangan seperti ini.

    Seharusnya, majalah atau surat kabar Suara Hidayatullah tidak memuat tulisan pemutar-balikkan kebenaran sejarah seperti “Kapitan Ahmad `Pattimura’ Lussy” ini. Umat muslim juga harus hati-hati agar tidak tertipu dan dimanjakan oleh tindakan-tindakan tidak bermoral yang katanya dilakukan untuk membela Islam. Mereka-mereka ini bukan pahlawan pembela Islam, tetapi sebaliknya adalah peleceh dan perontok derajat Islam di mata dunia. Mereka miskin rasa malu. Warga Kristen sendiri tidak perlu marah, tetapi harus mengasihani orang-orang seperti ini di dalam doa dan harapan yang baik. Secara umum, orang seharusnya sudah bisa melihat dan mengenal otak-otak di balik kerusuhan Maluku dan motivasinya. Sayang, seperti kata Nabi Habakuk, “keadilan dan kebenaran muncul terbalik” di negeri ini.

    Komentar oleh LOPURISSA BETA — Maret 31, 2014 @ 8:31 am

    • Lopurissa, ingatlah engkau Pattimura bukan hanya berjuang di pulau saparua saja tetapi Pattimura juga berjuang di daerah lain seperti di tanah hitu, tetapi Pattimura menggunakan nama yang lain dan mendapat gelar yang lain pula (tapi tidak terlepas dari gelar pati). Jadi Matulessy atau apalah bukan nama yang sebenarnya dari Pattimura. Kehidupan Pattimura selalu berpindah-pindah tempat dan akan tampil kembali setelah adanya perang hal ini dikarenakan Pattimura adalah buronan dari para penjajah, bahkan Pattimura pung sempat disamarkan untuk melindunginya dari kejaran penjajah. Jadi banyak fersi yang dituturkan tentang Pattimura. tetapi secara nasional mengkukuhkan sejarah yang tertulis (yang ditulis) dengan satu fersi menjadi sumber nasional dan di ajarkan di sekolah-sekolah.pada hal jika dirunut kembali cerita (kisah) yang ditulis tidak begitu lengkap tentang perjaung Pattimura tetapi hanya sebagian saja yakni perjuangan terakhir Pattimura hingga tertangkap di saparuan saat perebutan benten durstede. Di sini beta mengajak katong samua mari katong kenal lebih dekat sejarah perjuangan Pattimura untuk mengetahui kebenaran asalnya Pattimura. Bisa jadi Pattimura bukan orang maluku, dan bisa pula Pattimura adalah salah satu putra maluku. Karena saat perang yang terjadi dimaluku tidak terlepas dari bantuan dari pihak luar. Bahkan Pattimura itu sendiri meminta bantuan dari makasar, jawa dan sekitarnya untuk membantu orang maluku berperang.
      Maksud dari penulis bukan belanda ambon dan jakarta berbeda, tetapi meminta bantuan atau minta untuk dikirimkan pasukan ekstra untuk menghadapi perjuangan rakyat maluku yang telah brutal.

      Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 5:32 am

  169. I’m pretty pleased to uncover this website. I need to to thank you for ones time for this wonderful read!!
    I definitely savored every little bit of it and i
    also have you saved to fav to look at new stuff in your blog.

    Komentar oleh Cara Memutihkan Kulit — Mei 20, 2014 @ 2:10 pm

  170. saya di sini tidak menyalahkan maupun membenarkan, soalnya banyak versi cerita yang bereda di masyarakat maluku yang mengkisahkan perjuangan pattimura melawan penjajah.

    sejarah masuknya penjajah eropa ke bumi raja-raja berawal dari jatuhnya kota perdagangan (konstantinopel) dari kekaisaran bynzantium ke tangan bangsa turki, dimana turki mengeluarkan pelarangan bagi bangsa eropa melakukan perdagangan di kawasan konstanti (sekarang istambul) dan pengetahuan tentang bumi bulat dari para penjelajah samudera mempengaruhi bangsa eropa datang ke tanah rempah-rempah. pedagang arab, persia, gujarat dan china-lah yang mengantarkan remapah-rempah dari negeri seribu pulau ini menuju pasar internasional melalui selat malaka yang sebagai bandar perdagangan dijalur nusantara, sehingga telah terjalin begitu lama bangsa pribumi dengan para pedagang asing yang melakukan aktifitas dagang sekaligus proses islamisasi terjadi dengan berdirinya beberapa kerajaan islam ditanah maluku (maluku dan alifuru berasal dari akar kata arab), bahkan beberapa raja diberi gelar dengan bahasa arab seperti upu latu khamar dan sultan. hal ini didikung dengan ditemukan marga-marga arab yang telah lama menjadi masyarakat pribumi itu sendiri sebelum datangnya bangsa barat, dan sebagian dari mereka juga diberikan kekuasaan untuk menguasai beberapa tanah wilayah di maluku. semangat ukhuwah islamia-lah dan siraturahim-lah yang melatar belakangin persaudaraan itu. namun patuh diingat kembali, selama proses pengislaman dimaluku, tidak semua masyarakat telah di islamkan, tetapi sebagian lagi masih dalam kepercayaan nenek moyang mereka (animisme) yang nota benenya orang-orang yang tinggal di pedalaman, bahkan hingga sekarang masih dalam tradisi leluhur dan kini mengalami kristenisa dengan dikirimkan pendeta-pendeta ke sana.

    sejarah terus berlanjut dengan datangnya bangsa eropa ke wilayah al-mulk, dimana masyarakat pribumi menyambut dengan hangat, namun aksi monopoly perdagangan dan misi penginjilan dengan metode 3G yang terjadi terhadap mereka, mengakibatkan mereka mengangkat senjatah dan berperang untuk mempertahankan apa yang telah mereka wariskan selama ini sehingga melahirkan beberapa tokoh pahlawan yang ikut terlibat dalam petempuran dalam merebut dan menguasai benteng-benteng pertahanan belanda di bumu maluku.
    pattimura merupakan bagian dari sejarah perjuangan rakyat maluku, bukan hanya pattimura namun juga beberapa tokoh pahlawan yang mengambil bagian, tetapi hal ini tidak terekspos karena kurangnya sejarah tertulis, tetapi pattimura yang bergelar kapitan yang ditulis oleh sejarawan kristen menjadinya sumber nasional pahlawan kemerdekaan dari maluku. pattiura tidak hanya melakukan perlawan di saparua (tetapi itu perjuangan terakhir dari pattimura), tetapi dia juga melakukan perlawan dibebrapa daerah diwilayah maluku dengan gelar yang berbeda-beda (tetapi gelar kapitan tetap di pertahankan baginya), sehingga banyak versi cerita pattimura dikalangan rakyat maluku dan salah satunya seperti yang ditulis oleh pemilik bloger ini. perjuangan pattimura itu tidak terlepas dengan kerjasama berbagai pihak baik pihak lokal maupun pihak bantuan dari wilayah di sekitar maluku seperti ternate, makassar, jawa dan lai-lain. jadi pattimura belum tentu merupakan putra maluku,karena saat perang yang terjadi di maluku banyak pihak yang terlibat seperti yang telah dijelaskan diatas. satu hal yang saya mau tegaskan pattimura hanya bagian dari pejuan, tetapi moyang-moyang kami juga bagian dari perjuanagn itu sekalipun mereka tak mendapat nama sebagai pahlawan kemerdekaan. pattimura merupakan boronan penjajah sehingga pattimura selalu berpindah-pindah tempat dan menggunakan nama semaran untuk menyamarkannya, bahkan pattimura pernah digantikan oleh orang lain untuk melindungi pattimura yang sesungguhnya, ketika mereka (pejuang) berada di medan pertempuran, mereka selalu menyebut nama mereka dengan nama pattimura untuk mengelabukan penjajah. nama pattimura ada jika ada perang, saat perang redah nama pattimura pattimura disembunyikan. mari kita sadar untuk melihat sejarah pattimura lebih dekat agar kita dapat mengkukuhkan asal-usul pattimura sebenarnya sehingga polemik ini dapat diselesaikan, jangan asal mengklaim kalau buktinya belum kuat asal pattimura itu sendiri, mari perkuatkan bukti baru katong duduk bersama untuk membahas sesungguhnya siapa itu pattimura. jadi thomas mattulesi atau apalah itu bukan nama sebenarnya dari pattimura, bisa saja itu nama penyemaran.
    sebenarnya ada cerita di negeri saya yang juga mengkisahkan perjuangan pattimura, tapi saya tak pernah langsung mengklaim pattimura itu berasal dari negeri, karena seperti saya jelaskan diatas. bahkan moyang saya yang telah melahirkan tiga marga di pulau ambon-leasa, kini tak ada yang mengetahui kuburan moyang mereka itu dan dimana ia wafat, hanya ceri yang berkembang di antara kita moyang kami ikut dalam petempuran di pulau saparua bersama dengan pattimura, tetapi kami tak berani mengklaim pattimura itu moyang kami yang hilang.begitu saja.
    sejarah telah menceritakan kepada kita bahwa proses pengkristenan yang tejadi di maluku itu melemahkan perjuangan masyarakat maluku karena mereka yang dikristenkan mudah dimanfaatkan oleh pihak penjajah, seperti terjadinya pengkristenan negeri halong yang dulunya islam sehingga perjuangan rakyat lehitu terhambat akibat pengkristenan halong. selain proses pengkristenan yang menhambat perjuangan, metode pejah bela juga merupakan metode yang ampuh untuk menguasai maluku. pelayaran hongi merupakan salah satu bukti dimana masyarakat pribumi dimanfaatkan untuk menaklukan rekan mereka sendiri untuk belanda pada wilayah yang belum dikuasai belanda seperti janji belanda pada negeri assilulu dan larike saat perang huamual. proses pengkristenan negeri lima merupakan bagian terpenting bagi sejarah maluku itu sendiri, karena saat semua kerajaan islam di maluku telah jatuh hanya tinggal kerajaan islam ditanah hitu, pada saat itu basis kekuatan perjuangan maluku berada di leihitu, dengan di kristenannya negeri lima maka seluruh kawasan lehitu dapat dikuasai oleh belanda dan maluku berada dalam babak yang baru. namu dengan berkat rahmat Allah semua itu dapat digagalkan oleh pejuang kita yang dikenal dengan nam perang percepatan bahkan pattimura pun dikisahkan ikut dalam perjuangan itu. banyak hal dapat dibuktikan tetapi saya tak dapat uraikan satu per satu secara terperinci.
    saya kira sampai disini dulu, kurang dan lebihnya mohon di maklumi. kiranya ada kata yang salah mohon dimaafkan.
    trimks
    khairul khasiran, Walhamdulillah. wasalam

    Komentar oleh a.msc06 — Oktober 16, 2014 @ 7:26 am


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Silver is the New Black Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: