Try to find the Light

Agustus 8, 2006

Mujahid : Syamil Sudah Duluan, Kita Kapan?

Filed under: Kegiatan Islami, Kisah Islami — fisan @ 10:20 am

*Syamil Sudah Duluan, Kita Kapan?*

‘Abdallah Syamil Abu-Idris atau Syamil Salmanovich Basayev. Catatlah
nama ini baik-baik di hati kita. Karena dia salah satu laki-laki yang
dipanggil pulang dengan cara yang dirindukan setiap mujahid di jalan Allah

Kita bisa mati di ranjang rumah sakit karena serangan jantung atau
kepadatan kolesterol. Atau mati di mobil yang tabrakan beruntun di jalan
tol, karena pengawal Presiden SBY mendadak menghentikan lalu-lintas.
Atau mati tertimpa reruntuhan rumah karena gempa di Jogja dan Klaten.
Atau mati gosong di dalam pesawat Mandala yang jatuh di Medan. Atau mati
diterjang arus Tsunami seperti di Pangandaran dan Aceh.

Pagi hari 10 Juli 2006 lalu, dataran utara Ingushetia di Kaukasus sedang
dihangatkan musim panas. Rumpun bunga daisy bermekaran di mana-mana.
Saat itulah Syamil Basayev mati meledak bersama tiga mujahid lain, dalam
sebuah truk amunisi. Ia mati ketika memperjuangkan kemerdekaan bangsa
Muslim Chechnya melawan teror serdadu Russia.

“Mati hanya sekali, matilah saat sedang berjihad,” kata seorang pria
bernama Ustadz Abdullah ‘Azzam. Mobilnya diledakkan CIA saat hendak
berangkat khutbah Jum’at di Peshawar, di arena jihad Afghanistan.

Dalam satu wawancara dengan CNN, pemimpin HAMAS Dr. ‘Abdul Aziz
Al-Rantissi, bilang begini, “Anda pasti akan mati, mungkin karena kanker
atau karena Apache (helikopter bikinan Amerika yang dipakai Israel untuk
membantai orang Palestina). Saya pilih Apache.” Allah memenuhi keinginan
itu. Dr. Rantissi mati dirudal Apache karena memimpin bangsa Palestina
melawan penjajah Israel.

Tidak mudah mendapatkan syahid. Bahkan Khalid bin Walid Radhiallaahu
‘anhu yang seluruh tubuhnya penuh bekas luka sabetan pedang, tombak, dan
panah, yang didapatnya dari seratus kali berperang, matinya sakit di
atas ranjang. “Celakalah orang yang pengecut,” pesan terakhir Khalid.

Setiap kali ada orang seperti Syamil Basayev dijemput Malaikat Izrail,
terbayang kembali oleh kita orang-orang yang telah memilih jalan
hidup-mati yang mulia, dari generasi ke generasi. Sejak generasi Hamzah
bin ‘Abdul Muthallib Ra di padang Uhud sampai generasi Mohammad Thoha di
Bandung dan lebih banyak lagi yang tak dikenal namanya. Mudah-mudahan
mereka semua syuhada. Kelompok yang oleh seorang ‘alim Ibn Katsir
disebut sebagai “satu-satunya jenis manusia yang tidak kaget dan tidak
panik saat menyaksikan dahsyatnya Hari Qiyamat”.

Kapan waktunya kita mati sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh, namun
bagaimana cara kita mati masih bisa dipilih. Setiap Jum’at khatib
mengingatkan kita dengan ayat “…jangan sekali-kali mati kecuali dalam
keadaan Muslim.” Jika ingin mati dalam keadaan Muslim, pilihannya hanya
ada satu cara, yaitu menjadi Muslim sesempurna mungkin selama 24 jam
sehari. Soalnya kita tak tahu jam berapa diantara 24 jam ke depan batas
hidup kita akan berakhir. Jangan ambil risiko.

Lima belas tahun terakhir, 24 jam sehari, Syamil adalah pemimpin jihad
di Chechnya. Sebuah negara kecil yang menyatakan emoh tunduk pada
Russia, sesudah imperium Komunis Uni Soviet berantakan. Kaki kanannya
sudah ia infaq-kan untuk jihad. Jika mau ia bisa hidup mewah jadi
pejabat pemerintahan boneka Russia. Tidak. Ia tak mau lengah melepaskan
1 jam pun di luar jihad. Hasilnya, ia mati dalam keadaan berjihad.

Jalan hidup orang-orang seperti Syamil sangat tidak mudah. Selain harus
selalu bergerilya dan waspada seperti Panglima Besar Jenderal Soedirman,
isu dan fitnah selalu mengikuti setiap langkahnya. Jenderal Soedirman
disebarluaskan oleh penjajah Belanda sebagai pemimpin “gerombolan
ekstrimis”. Diponegoro disebut “pangeran pemberontak yang tersingkir
dari istana”. Tuanku Imam Bonjol difitnah sebagai “pemecah belah kaum
adat”.

Syamil Basayev, Wakil Presiden CRI (Chechen Republic of Ichkeria) masuk
dalam “daftar resmi teroris” versi Dewan Keamanan PBB tahun 2003. Oleh
kantor berita Inggris-Yahudi Reuters Syamil digelari “Jagal dari
Beslan”, merujuk ke aksi penawanan anak-anak sekolah di Beslan, Russia.
Akibat serbuan serdadu Russia ke sekolah itu 331 anak dan orang dewasa
tewas dalam kejadian itu.

Kepala dinas rahasia Russia FSB, Nikolai Patrushev, sesumbar di televisi
bahwa Syamil terbunuh dalam serangan “operasi khusus”. Perdana Menteri
Chechnya boneka Russia, Ramsan Kadyrov menyambut berita kematian Syamil
sebagai “kebahagiaan besar bagi bangsa Chechnya” meskipun ia membantah
berperan apapun dalam pembunuhan itu.

Hussein bin Mahmoud, seorang ‘alim yang mendukung perjuangan mujahidin
Chechnya membuat artikel penghargaan berjudul “Rajawali Kaukasus” untuk
Syamil. Artikel itu mengisahkan perjuangan Muslimin Chechnya yang tak
pernah berhenti melewati berbagai rezim, sejak Catherine the Great,
Joseph Stalin, Boris Yeltsin sampai Vladimir Putin. Hussein juga
menceritakan riwayat hidup Syamil, sejak kelahirannya di Vedeno,
pengalamannya berjihad di Khost, Afghanistan, hingga memimpin jihad
bangsanya sendiri.

Syamil lahir 14 January 1965, di desa pegunungan Vedeno di kawasan
tenggara Chechnya. Namanya diambil dari Imam Syamil, ulama-mujahid yang
melawan penjajahan kekaisaran Russia pada abad ke-19. Jenggot Syamil
Basayev lebat mengkilat. Kaki kanannya putus diamputasi setelah
menginjak ranjau Russia pada tahun 2000. Waktu jadi mahasiswa di Moskow
Syamil mengaku menempel poster Che Guevara di kamarnya, dan sesudah itu
bekerja sebagai salesman komputer.

Syamil pertama kali dikenal dunia pada tahun 1991. Waktu itu Chechnya
dipaksa oleh serbuan militer agar tetap berada di bawah jajahan Russia.
Sama seperti saat Indonesia dipaksa Belanda untuk tetap berada di bawah
jajahannya di tahun 1948, ketika ibukota Yogyakarta diserbu dan Bung
Karno, Bung Hatta, dan Bung Syahrir ditangkap dan dibuang seperti
maling. Jenderal Soedirman bergerilya. Syamil membajak pesawat Russia ke
Turki, dan mengadakan jumpa pers di sana untuk menjelaskan apa yang
sesungguhnya terjadi di negerinya. Sebab media Barat tak pernah bersikap
adil kepada bangsa Muslim Chechnya.

Pelan tapi pasti, Syamil menjadi komandan penting di jajaran mujahidin
ketika armada Russia melakukan serbuan besar-besaran pada tahun 1994.
“Russia adalah kekaisaran terakhir yang dibangun dengan darah,” katanya
kepada BBC di tahun 1999. Armada Russia keletihan. Mereka angkat kaki
sesudah Jihad Chechnya pertama berakhir di tahun 1996. Syamil ikut dalam
pemilihan presiden namun ikhlas menerima Ashlan Maskhadov menjadi
presiden. Ashlan sudah syahid duluan dibunuh serdadu Russia pada bulan
Maret 2005 dalam Jihad Chechnya kedua. Kini Syamil menyusul Ashlan dan
dua kawannya yang lain, Amir Khattab dari Saudi dan Abdul Halim
Sadulayev. Syahidnya Syamil diumumkan secara resmi oleh Dewan Militer
Majelis Syura CRI sebagai “kehendak Allah”.

“Dengan kematian Basayev, kepala organisasi telah dihancurkan bagaikan
Bin Laden disingkirkan dari Afghanistan,” kata Alexander Ruhr dari Dewan
Hubungan Luar Negeri Jerman. Ruhr gagal membaca sejarah. Tidak pernah
perjalanan jihad berhenti hanya karena pemimpinnya dibunuh. Mungkin
mereda sebentar, sesudah itu bergelora lagi. Sebaiknya, Ruhr mencermati
jumlah tentara Amerika yang mati setiap hari sekarang di Afghanistan,
sesudah “Bin Laden disingkirkan”.

Syamil sudah “menjawab” euforia Ruhr bahkan sebelum dirinya syahid.
Berikut ini petikan wawancara Kavkaz Center (sebuah situs jihad
Chechnya) dengan Syamil yang dipublikasi 1 Mei 2006 lalu.

“Ada kesan bahwa situasi saat ini di Ichkeria tidak akan berubah dalam 5
bahkan 10 tahun ke depan. Bagaimana jalan keluar dari situasi ini
menurut para pemimpin Ichkeria?

Situasi di Ichkeria dan Kaukasus bisa berubah setiap saat atau bisa
tidak berubah selama 10 atau bahkan lebih dari 100 tahun ke depan. Saat
ini perang sedang berlangsung, dan sangat tidak bisa diduga.
Bagaimanapun segalanya sangat jelas bagi kaum Muslimin. Tujuan kami
adalah jihad sedangkan hasilnya terserah Allah. Jika kemenangan yang
cepat itu baik untuk kami, maka itu tak akan lama lagi. Jika tetap dalam
perang itu baik untuk kami, maka semuanya terserah Allah. Kami hanya
memohon Dia memberikan kami kesabaran lebih banyak untuk tetap berada di
Jalan-Nya.

Apakah para komandan lapangan Ichkeria akan mengikuti langkah HAMAS dan
mengajukan calon-calon ke parlemen Federasi Russia?

HAMAS tidak pernah masuk ke dalam badan legislatif Israel. Jika kita
bicara tentang jalan yang telah kita pilih, saya harus menegaskan lagi
bahwa hanya ada satu jalan bagi umat Islam sedunia –penegakkan hukum
Allah. Main-main dan kompromi dalam masalah ini hanya akan mengundang
kehinaan.”

Syamil sudah duluan. Kita kapan?

“Diantara orang-orang Mu’min

ada orang-orang yang menepati

apa yang telah mereka janjikan

kepada Allah, maka diantara mereka

ada yang gugur dan diantara mereka

(juga) ada yang menunggu dan mereka

tiada mengubah janji..”

(Al-Ahzab: 23)*

*
* penulis adalah wartawan dan guru madrasah. Tulisan ini dimuat di
majalah Hidayatullah edisi Agustus 2006*

7 Komentar »

  1. Ass.wr.wb.
    Innalillahi wa innailaihi roji’un
    Semoga Allah SWT., menjadikan Syahid dan perjuangan rakyat Chechen dapat dilanjtkan oleh para Mujahids yang lain.
    Wass.wr.wb

    Komentar oleh Agus Iskandar Brata — Maret 7, 2007 @ 9:02 am

  2. alangkah bahagianya jika ana dikirim kemedan jihad sesungguhnya…

    Komentar oleh abu syamil — April 24, 2007 @ 8:35 am

  3. Kau telah mendahului kami, dan kami akan menyusulmu. Tunggulah aku di syurga.

    Komentar oleh Jalaludin Malik — Januari 21, 2008 @ 10:48 am

  4. Innalillahi wa innailaihi roji’un
    Semoga Allah SWT. ,, menjadikan Syahid dan perjuangan rakyat Chechnya akan mendapatkan kemenangan SEGERA !!!

    Komentar oleh DKM Al-Ikhwan SMAN 15 Bandung — Juni 9, 2008 @ 9:24 am

  5. Anak saya pun bernama Abdallah Syamil Azka Fattah.Terinspirasi dari artikel tersebut di majalah hidayatullah ketika saya hamil. Alhamdulillah saya ketemu artikel yang sama dalam bentuk softcopy. Ketika sudah lama saya cari..terimkasih semoga Allah balas dengan pahala yang besar.

    Komentar oleh yuka — Juli 7, 2008 @ 8:50 am

  6. someday my son I will give a name Syamil Basayev..wish me luck..

    Komentar oleh Robby Nur — Juli 20, 2008 @ 5:03 am

  7. tpi knp qta hny pduli dgn yg arab-arab sj?? Ap krn chechnya bule?? Mrk bule tpi bule yg seakidah.

    Komentar oleh ammar umarov — Oktober 19, 2011 @ 1:29 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: